In a message dated 5/21/99 1:48:34 AM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
writes:

<<
 Yaitu Amien Rais harus jadi presiden.
  >>
Salam,
Analisis Anda itu, tampaknya, tak sejalan dengan karakter AR yang saya tahu.
Setahu saya AR tak pernah memaksa dirinya "Harus jadi Presiden". Dia
cenderung berorientasi pada tujuan "Bagaimana reformasi total yang
diperjuangkan mahasiswa atas nama rakyat bisa terlaksana dengan baik. Siapa
yang memimpin pelaksanaannya, tentu seseorang yang paling banyak mendapat
dukungan rakyat.''

Suara AR jauh lebih vokal jika bicara tentang KKN dibandingkan pembicaraan
soal presiden.

Jadi sama sekali tidak berorientasi kekuasaan untuk dirinya. Itu AR yang saya
tahu. Tentu saya tetap menghargai pendapat lain ttg AR yang tidak/belum saya
ketahui.

Dan yang pasti, AR itu bukan dewa, raja atau apapun yang dikultuskan. Saya
sekadar simpati pada sikap tegas dan komitmen politiknya. Pemimpin Indonesia
masa depan memang perlu orang yang siap didebat, dipertanyakan dan diminta
tanggung-jawabnya. Tidak lewat orang-orang lain, staf, penasihat ataupun yang
lainnya-- melainkan harus dimulai langsung dirinya sendiri. Ini soal komitmen
dan tanggung jawab pribadi dalam wacana kekuasaan. Moral politik, istilah
kerennya.

Maaf, jika saya menolak mengultuskan atau memuja-muja seseorang. Jika ada
orang-orang lain melakukannya, itu pun hak mereka. Apalah awak ini, lalat pun
tak hinggap.

salam,
ramadhan pohan
(penyimak)

Kirim email ke