At 10:25 PM 5/20/99 EDT, you wrote:
>In a message dated 5/21/99 1:48:34 AM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
>writes:
>
><<
> Yaitu Amien Rais harus jadi presiden.
> >>
>Salam,
>
>
>Analisis Anda itu, tampaknya, tak sejalan dengan karakter AR yang saya tahu.
>Setahu saya AR tak pernah memaksa dirinya "Harus jadi Presiden". Dia
>cenderung berorientasi pada tujuan "Bagaimana reformasi total yang
>diperjuangkan mahasiswa atas nama rakyat bisa terlaksana dengan baik. Siapa
>yang memimpin pelaksanaannya, tentu seseorang yang paling banyak mendapat
>dukungan rakyat.''
>
>Suara AR jauh lebih vokal jika bicara tentang KKN dibandingkan pembicaraan
>soal presiden.
>
>Jadi sama sekali tidak berorientasi kekuasaan untuk dirinya. Itu AR yang saya
>tahu. Tentu saya tetap menghargai pendapat lain ttg AR yang tidak/belum saya
>ketahui.
>
>Dan yang pasti, AR itu bukan dewa, raja atau apapun yang dikultuskan. Saya
>sekadar simpati pada sikap tegas dan komitmen politiknya. Pemimpin Indonesia
>masa depan memang perlu orang yang siap didebat, dipertanyakan dan diminta
>tanggung-jawabnya. Tidak lewat orang-orang lain, staf, penasihat ataupun yang
>lainnya-- melainkan harus dimulai langsung dirinya sendiri. Ini soal komitmen
>dan tanggung jawab pribadi dalam wacana kekuasaan. Moral politik, istilah
>kerennya.
>
>Maaf, jika saya menolak mengultuskan atau memuja-muja seseorang. Jika ada
>orang-orang lain melakukannya, itu pun hak mereka. Apalah awak ini, lalat pun
>tak hinggap.
>
>salam,
>ramadhan pohan
>(penyimak)
Saya setuju dengan tulisan bung Pohan ini.
Bagi saya, asal bukan orang lama............itu saja !
Mau itu Amien, Mega maupun Gus Dur.....
Salam,
bRidWaN