In a message dated 5/20/99 11:26:40 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
Rosadi:
> Insya Allah pada waktunya nanti PK akan menentukan sikap, beserta
> alasan-alasan yang mendukungnya.
Irwan:
Saya koq tetap ngga menemukan ya kira2 apa nanti alasan PK kalau
menyatakan akan mendukung Golkar. Atau mungkin anda bisa memberi
sedikit pencerahan ke saya kira2 apa yg akan dijadikan alasan oleh
PK bila nantinya mendukung Golkar?
Bung Rosadi, saya memaklumi kehati2an anda dalam memberikan
jawaban. Saya melihat akibat kehati2an anda tersebut anda jadi
tidak berani menyatakan sikap (khususnya sikap pribadi) dalam hal
yg berkaitan dengan Golkar. Saya akan tunjukan dari posting anda terdahulu.
> Irwan wrote:
> >Pertanyaan tersebut adalah:
> >Bagaimana sikap anda bila PK menyatakan atau anda tahu akan (atau tidak
> >berkeberatan)berkoalisi dengan Golkar? Apakah anda akan setuju atau tidak
> >setuju dengan niatan tersebut?
Rosadi:
---dihapus untuk menghemat---
> Kemudian tentang pertanyaan anda ke saya, Insya Allah saya akan menerima
> apapun yang diputuskan oleh para pimpinan PK nantinya, karena saya tahu
> betul kualitas keimanan dan akhlak mereka dari sekitar 10 tahun perkenalan
> dan pergaulan saya dengan orang-orang PK ini. Mereka pasti punya alasan
kuat
> (yang didukung dengan pertimbangan hukum Islam atau syari'ah) atas setiap
> tindakan yang akan dilakukan.
Irwan:
Kalau boleh saya simpulkan, maka anda tidak akan berkeberatan bila
nantinya PK mendukung Golkar karena anda sudah menaruh kepercayaan
penuh pada pimpinan partai anda. Mohon saya dikoreksi bila ternyata tidak
demikian sikap anda.
> Irwan wrote:
> >Sekedar informasi untuk bung Rosadi, saya tidak (baca: belum) anti PK
> >kecuali bila ternyata PK menyatakan tidak bermasalah berkoalisi dengan
> >Golkar.
Rosadi:
> Saya harap juga begitu bung Irwan, karena PK memang sama sekali tidak
> berniat mencari musuh. Namun kalaupun nantinya anda benci dan anti dengan
> PK, kami Partai Keadilan akan tetap memperjuangkan aspirasi anda,
> sebagaimana bunyi pesan pembuka kampanye PK yang saya postingkan
sebelumnya.
Irwan:
Bung Rosadi, koq bisa sih anda sampai tidak menyadari bahwa pesan pembuka
yg anda postingkan itu memuat janji kosong atau janji yg bisa tidak dapat
dipenuhi
oleh partai anda? Tapi saya maklum koq hal itu bisa terjadi setelah mengetahui
sikap anda yg anda katakan akan mendukung segala keputusan/sikap yg diambil
oleh pimpinan partai anda apapun keputusan/sikap tersebut.
Mari kita lihat satu2 bunyi kalimat pesan anda sebelumnya:
PARTAI KEADILAN (NO 24)
======================================================================
"Kalau anda mendukung kami, pilihlah kami"
Irwan: tepat
"Kalau anda simpati kepada kami, doakanlah kami"
Irwan: bagus
"Kalau anda ragu pada kami, pelajarilah kami"
Irwan: seharusnya memang demikian. Karena saya ragu PK akan berkoalisi
dengan Golkar atau tidak, makanya saya lemparkan pertanyaan sebelumnya.
Dari jawaban anda, saya menyimpulkan PK belum menutup pintu untuk
berkoalisi dengan Golkar.
"Kalau anda benci kami, kami akan tetap memperjuangkan aspirasi anda"
Irwan:
Nah ini dia yg saya kategorikan sebagai janji kosong atau tepatnya sebuah
janji yg bisa tidak terpenuhi dalam kondisi tertentu. Sebuah partai biasanya
punya garis perjuangan atau kebijakan tertentu.
Nah, untuk gampanya saya kasihkan saja contoh situasi dimana janji partai
anda tersebut bisa tidak terpenuhi.
Katakanlah ada sekelompok orang yg ingin menjadikan Indonesia sebagai
negara komunis (mohon dicatat untuk yg lain, saya tidak sedang
mempersoalkan komunis itu baik atau tidak). Nah, apakah PK akan memperjuangkan
aspirasi kelompok tersebut untuk menjadikan Indonesia sebagai negara komunis?
Tentu tidak khan?
Karenanya saya melihat kalimat terakhir dari pesan pembuka kampanye partai
anda tersebut menjadi sebuah janji kosong yg akan menjadi suatu kebohongan
politik dikemudian hari. Kalimat tersebut menjadi bisa diterima kalau
ditambahkan
kata2 "asalkan sejalan dengan semangat dan cita-cita perjuangan partai kami".
Jadi kalimat lengkapnya:
"Kalau anda benci kami, kami akan tetap memperjuangkan aspirasi anda,
asalkan sejalan dengan semangat dan cita-cita perjuangan partai kami"
> Irwan wrote:
>
> >Selamat berkampanye bung Rosadi. Jangan lupa dahulukan kepentingan
> >rakyat banyak yg saat ini cukup menderita akibat buah tangan Golkar selama
> >32 tahun terakhir.
Rosadi:
> Terima kasih bung Irwan. Insya Allah saya dan rekan-rekan PK yg lainnya
akan
> selalu mengutamakan kepentingan rakyat banyak dalam segala aktivitas kami,
> karena salah satu alasan kehadiran Partai Keadilan (PK) di panggung politik
> Indonesia adalah untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia,
> menegakkan keadilan bagi semua orang, serta membebaskan rakyat dari
> kezaliman dan kesewenangan yang dilakukan oleh para penguasa.
Irwan:
Nah bung Rosadi, ini dia nih yg saya bilang diawal karena kehati2an anda
dalam menjawab yg mungkin dikarenakan anda sebagai fungsionaris partai
menjadikan anda tidak berani menyatakan sikap secara tegas.
Dalam paragrap ini anda menyatakan salah satu perjuangan partai anda adalah
ingin membebaskan rakyat dari kezaliman dan kesewenangan yg dilakukan oleh
para penguasa. Nah, ketika saya tanyakan sikap partai anda dan juga sikap
pribadi anda terhadap kemungkinan PK berkoalisi dengan Golkar, anda mengatakan
tidak keberatan bila akhirnya PK berkoalisi dengan Golkar. Padahal kita tahu
bersama apa yg telah Golkar lakukan selama 32 tahun ini kepada rakyat
Kezaliman, kesewenangan, keserakahan, penipuan2, penginjakan HAM,
pembodohan masyarakat, dll.
Pada jaman dimulainya orde baru, bisa dibilang kita mulai dari nol. Pada saat
kejatuhan orde baru kita kembali lagi ke nol dan bahkan dititik minus.
Pada jaman dimulainya orde baru, tingkat kebudayaan masyarakat kita
masih cukup beradab. Pada akhir orde baru, kita lihat hasilnya anak2
kita sudah bisa bermain sepak bola dengan kepala manusia yg dipenggal
dari badannya, melakukan pemerkosaan masal, melakukan perusakan2
dan penjarahan2. Dimulai dengan antri kebutuhan pangan diakhir pula
dengan antri kebutuhan pangan.
Apakah anda tetap tidak akan keberatan bila PK berkoalisi dengan partai
yg menjadikan rakyat kita seperti sekarang ini?
Pernyataan sikap dari PK untuk tidak akan berkoalisi dengan partai Golkar
dalam pemilu kali ini dan dikeluarkan dalam waktu dekat menurut saya
bisa memberikan nilai tambah tersendiri.
Demikian saja pendapat pribadi dari saya.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu