>M.Rosadi:
> > Insya Allah pada waktunya nanti PK akan menentukan sikap, beserta
> > alasan-alasan yang mendukungnya.
>Irwan wrote:
>Saya koq tetap ngga menemukan ya kira2 apa nanti alasan PK kalau
>menyatakan akan mendukung Golkar. Atau mungkin anda bisa memberi
>sedikit pencerahan ke saya kira2 apa yg akan dijadikan alasan oleh
>PK bila nantinya mendukung Golkar?
M.Rosadi :
Bung Irwan, anda salah mengerti maksud saya.Yang dimaksud dengan alasan yang
mendukung tsb, bukan mendukung Golkar, tapi alasan yang mendukung keputusan
PK. Dan seperti yang anda ketahui,PK pada akhirnya menyatakan sikapnya untuk
tidak mendukung golkar.
Irwan wrote:
>Bung Rosadi, saya memaklumi kehati2an anda dalam memberikan
>jawaban. Saya melihat akibat kehati2an anda tersebut anda jadi
>tidak berani menyatakan sikap (khususnya sikap pribadi) dalam hal
>yg berkaitan dengan Golkar. Saya akan tunjukan dari posting anda terdahulu.
M.Rosadi :
Bung Irwan, apa yang saya ungkapkan tersebut adalah sikap pribadi saya.
Kalau saya terlihat berhati-hati, itu semata-mata hanya karena saya tidak
mau mendahului keputusan dari DPP PK di Jakarta. Saya cukup yakin keputusan
yang diambil para pimpinan PK sejalan dengan pendapat dan aspirasi saya dan
para simpatisan PK yg lainnya.
>Rosadi:
>---dihapus untuk menghemat---
> > Kemudian tentang pertanyaan anda ke saya, Insya Allah saya akan
>menerima apapun yang diputuskan oleh para pimpinan PK nantinya, karena saya
>tahu betul kualitas keimanan dan akhlak mereka dari sekitar 10 tahun
>perkenalan dan pergaulan saya dengan orang-orang PK ini. Mereka pasti punya
>alasan kuat (yang didukung dengan pertimbangan hukum Islam atau syari'ah)
>atas setiap tindakan yang akan dilakukan.
>Irwan:
>Kalau boleh saya simpulkan, maka anda tidak akan berkeberatan bila
>nantinya PK mendukung Golkar karena anda sudah menaruh kepercayaan
>penuh pada pimpinan partai anda. Mohon saya dikoreksi bila ternyata tidak
>demikian sikap anda.
M.Rosadi:
Tidak persis seperti itu bung Irwan. Anda terlalu cepat memprediksi bahwa PK
akan mendukung golkar. Alhamdulillah kemarin kita sama-sama tau bahwa PK
dengan tegas menyatakan tidak akan mendukung golkar.
>Irwan:
>Bung Rosadi, koq bisa sih anda sampai tidak menyadari bahwa pesan pembuka
>yg anda postingkan itu memuat janji kosong atau janji yg bisa tidak dapat
>dipenuhi oleh partai anda? Tapi saya maklum koq hal itu bisa terjadi
>setelah mengetahui sikap anda yg anda katakan akan mendukung segala
>keputusan/sikap yg diambil oleh pimpinan partai anda apapun keputusan/sikap
>tersebut.
M.Rosadi:
Insya Allah PK sangat berhati-hati dalam mengeluarkan
pernyataan-pernyataannya dan sangat menghindari janji-janji kosong dalam
berkampanye, karena janji adalah hutang dan hutang itu harus dibayar.
Mengenai sikap saya, saya harap anda tidak salah menduga. Kepercayaan saya
kepada para pimpinan PK bukan semata-mata kepercayaan buta yang tidak ada
dasar alasannya. Jangan pula anda bayangkan kepercayaan saya kepada pimpinan
PK tsb sebagaimana sikap seseorang yang sangat Mengkultuskan pimpinannya
sehingga mata dan hatinya terbutakan oleh prilaku buruk pimpinan tsb.
Akibatnya apapun kebodohan dan keburukan yang dilakukan pimpinan yg
dikultuskan itu, org tersebut akan menerimanya bulat-bulat sekalipun
bertentangan dengan hati nuraninya.
Sebagaimana yg saya sebutkan terdahulu, kepercayaan saya pada pimpinan PK
saya peroleh dari perjalanan panjang mengenal dan membantu aktivitas mereka
selama ini. Insya Allah saya tahu betul orang-orang macam apa pimpinan PK
tersebut,sejauh mana kualitas akhlak mereka,intelektualitas mereka,dan
pemahaman dan konsistensi mereka terhadap ajaran Islam. Pokoknya dalam
segala hal kualitas mereka sangat..sangat jauh diatas diri saya. Jangankan
untuk ukuran seorang Presiden PK Nur Mahmudi, dengan Istri beliau saja
pemahaman dan pengamalan Islam saya tidak ada apa-apanya.Kalau tidak salah
istri presiden PK ini telah hafal seluruh ayat al-qur'an yg 30 juz itu. itu
baru satu contoh saja. belum lagi contoh-contoh yg lainnya, misalnya dalam
hal kesabaran,kerendahan hati,kejujuran,hingga pada keintelektualan. Seperti
yang mungkin anda ketahui, banyak pimpinan dan simpatisan yang telah
menyelesaikan pendidikan S3 dan S2 nya dari berbagai universitas terkemuka
dalam dan luar negeri. Dan masih berpuluh hingga beratus lagi simpatisan PK
lain yang saat ini tengah menempuh pendidikan S3 dan S2 nya. Karena
alasan-alasan tersebut diatas lah maka saya yakin dan percaya bahwa apapun
keputusan yang diambil oleh PK benar-benar telah dipikirkan masak-masak
segala konsekuensinya.
>M.Rosadi :
========================deleted===============
> "Kalau anda ragu pada kami, pelajarilah kami"
>Irwan:
seharusnya memang demikian. Karena saya ragu PK akan berkoalisi dengan
Golkar atau tidak, makanya saya lemparkan pertanyaan sebelumnya. Dari
jawaban anda, saya menyimpulkan PK belum menutup pintu untuk berkoalisi
dengan Golkar.
M.Rosadi :
Anda tentu sekarang sudah tau jawabannya..:-)
>
> "Kalau anda benci kami,kami akan tetap memperjuangkan aspirasi anda"
>Irwan:
>Nah ini dia yg saya kategorikan sebagai janji kosong atau tepatnya sebuah
>janji yg bisa tidak terpenuhi dalam kondisi tertentu. Sebuah partai
>biasanya punya garis perjuangan atau kebijakan tertentu.
>Nah, untuk gampanya saya kasihkan saja contoh situasi dimana janji partai
>anda tersebut bisa tidak terpenuhi.
>Katakanlah ada sekelompok orang yg ingin menjadikan Indonesia sebagai
>negara komunis (mohon dicatat untuk yg lain, saya tidak sedang
>mempersoalkan komunis itu baik atau tidak). Nah, apakah PK akan
>memperjuangkan aspirasi kelompok tersebut untuk menjadikan Indonesia
>sebagai negara komunis?
>Tentu tidak khan?
>Karenanya saya melihat kalimat terakhir dari pesan pembuka kampanye partai
>anda tersebut menjadi sebuah janji kosong yg akan menjadi suatu kebohongan
>politik dikemudian hari. Kalimat tersebut menjadi bisa diterima kalau
>ditambahkan kata2 "asalkan sejalan dengan semangat dan cita-cita perjuangan
>partai kami".
>Jadi kalimat lengkapnya:
>"Kalau anda benci kami, kami akan tetap memperjuangkan aspirasi anda,
>asalkan sejalan dengan semangat dan cita-cita perjuangan partai kami"
M.Rosadi :
Bung Irwan, slogan kami tersebut sama sekali bukan janji kosong, hanya
mungkin kurang lengkap saja redaksinya. Sebenarnya untuk orang sekaliber
anda tentu tidak akan sulit memahami bahwa yang dimaksud dengan "aspirasi
anda" tsb adalah aspirasi yang tidak bertentangan dengan tujuan dan
perjuangan partai. Sebenarnya gampang saja. Saya ambilkan satu contoh.
Kehadiran PK sebagai salah satu partai yang berazaskan Islam, banyak
dicemooh dan tidak jarang dibenci oleh orang lain. Mereka yang tidak suka
kepada PK biasanya karena menganggap bahwa agama itu hanya di mesjid saja
dan tidak boleh dicampuradukkan dengan politik. Tanpa dasar yang jelas
mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan PK merupakan penyelewengan dan
pengotoran thd nilai-nilai agama. Namun bagi PK, hal-hal semacam itu wajar
saja. Terhadap mereka-mereka yang membenci, PK akan tetap memperjuangkan
aspirasi mereka yang umum dan berlaku pula untuk rakyat banyak, seperti
meningkatkan taraf hidup rakyat, pemberantasan kemiskinan,penegakkan hukum
dan keadilan bagi siapa saja (Termasuk untuk org yang benci dengan PK), dsb.
Jadi maksud dari slogan yg anda anggap janji kosong tsb,adalah bahwa PK
dalam mempejuangkan hak-hak rakyat banyak tidak akan memilih-milih atau
membeda-bedakan, tidak peduli apakah orang itu membenci PK, berlainan
agama,suku, dsb.
Tapi walaupun begitu saya mengucapkan terima kasih atas koreksi anda.
Mungkin memang ada baiknya usluan anda tersebut dipertimbangkan, agar tidak
menimbulkan terjadinya mis-intepretasi.
>M.Rosadi:
> > Terima kasih bung Irwan. Insya Allah saya dan rekan-rekan PK yg lainnya
>akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat banyak dalam segala aktivitas
>kami, karena salah satu alasan kehadiran Partai Keadilan (PK) di panggung
>politik Indonesia adalah untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat
>Indonesia, menegakkan keadilan bagi semua orang, serta membebaskan rakyat
>dari kezaliman dan kesewenangan yang dilakukan oleh para penguasa.
>Irwan wrote:
>Nah bung Rosadi, ini dia nih yg saya bilang diawal karena kehati2an anda
>dalam menjawab yg mungkin dikarenakan anda sebagai fungsionaris partai
>menjadikan anda tidak berani menyatakan sikap secara tegas.
>Dalam paragrap ini anda menyatakan salah satu perjuangan partai anda adalah
>ingin membebaskan rakyat dari kezaliman dan kesewenangan yg dilakukan oleh
>para penguasa. Nah, ketika saya tanyakan sikap partai anda dan juga sikap
>pribadi anda terhadap kemungkinan PK berkoalisi dengan Golkar, anda
>mengatakan tidak keberatan bila akhirnya PK berkoalisi dengan Golkar.
>Padahal kita tahu bersama apa yg telah Golkar lakukan selama 32 tahun ini
>kepada rakyat Kezaliman, kesewenangan, keserakahan, penipuan2, penginjakan
>HAM,
>pembodohan masyarakat, dll.
>Pada jaman dimulainya orde baru, bisa dibilang kita mulai dari nol. Pada
>saat kejatuhan orde baru kita kembali lagi ke nol dan bahkan dititik minus.
>Pada jaman dimulainya orde baru, tingkat kebudayaan masyarakat kita masih
>cukup beradab. Pada akhir orde baru, kita lihat hasilnya anak2 kita sudah
>bisa bermain sepak bola dengan kepala manusia yg dipenggal dari badannya,
>melakukan pemerkosaan masal, melakukan perusakan2 dan penjarahan2. Dimulai
>dengan antri kebutuhan pangan diakhir pula dengan antri kebutuhan pangan.
>Apakah anda tetap tidak akan keberatan bila PK berkoalisi dengan partai yg
>menjadikan rakyat kita seperti sekarang ini?
>Pernyataan sikap dari PK untuk tidak akan berkoalisi dengan partai Golkar
>dalam pemilu kali ini dan dikeluarkan dalam waktu dekat menurut saya bisa
>memberikan nilai tambah tersendiri.
M.Rosadi:
Bung Irwan, anda terlalu sederhana menanggapi postingan saya tsb. Anda
benar, bahwa golkar dengan Orba-nya telah menyengsarakan rakyat Indonesia
selama 32 tahun. Dan perlu anda ketahui bahwa dalam masa tsb, para
simpatisan PK yang sekarang ini banyak yang melakukan perlawanan thd
kesewengan rejim tsb, baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam.
Sikap PK pada dasarnya sama dengan kebanyakan rakyat Indonesia yang membenci
kezaliman dan kesewengan yg dilakukan oleh golkar di masa lalu. Hanya saja
mungkin bedanya PK berusaha mencoba bersikap adil dengan melihat
persoalannya dengan jernih. Kalaupun PK membenci golkar, itu hanya sebatas
pada perbuatan zalim dan kesewengan yg mereka lakukan. PK tidak mau bersikap
berlebihan, sekalipun itu terhadap orang atau kelompok yang dibenci.
Keadilan harus tetap ditegakkan sekalipun itu terhadap orang/kelompok yang
dibenci. Seharusnya seseorang/kelompok itu dibenci karena prilaku dan
tindakan buruknya yg merugikan orang banyak, bukan karena 'fisik' atau
'rupa' org/kelompok tsb. Selama orang/kelompok tsb benar-benar menunjukkan
sikap dan prilaku yg baik dan ingin bertobat, maka kita pun harus mau
mengakui hal-hal baik yg mereka lakukan. Namun satu hal yang pasti, bagi
mereka-mereka yang pernah melakukan kezaliman thd orang lain harus terlebih
dahulu mendapat hukuman yg setimpal.
Dalam hubungannya dengan Golkar, kalau mereka menginginkan kerjasama dengan
PK, maka golkar harus terlebih dahulu merubah prilaku buruknya (Dengan
banyak berbuat kebaikan bagi rakyat banyak), serta setuju dengan garis
perjuangan PK. Selain itu orang-orang golkar dan ex golkar(PKP,MKGR,dsb)
yang dulu pernah ikut menyengsarakan rakyat, harus benar-benar mendapat
hukuman yg setimpal, sesuai dengan "dosa-dosa" mereka thd rakyat di masa
lalu.
Tapi alhamdulillah, sebagaimana yang kita ketahui bersama, kemarin PK telah
menyatakan dengan tegas bahwa PK tidak akan mendukung golkar dalam pemilu
mendatang. Rasanya ini sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa PK
berusaha keras untuk memperjuangkan kepentingan rakyat banyak dan menjadi
salah satu penentang kezaliman dan kesewenangan.
Irwan:
>Demikian saja pendapat pribadi dari saya.
M.Rosadi:
Terima Kasih bung Irwan atas kritik dan sarannya. Mohon maaf jika ada
kata-kata yang kurang berkenan di hati anda.
Wassalam,
Mohamad Rosadi
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com