Salam,

Sebagai refleksi, saya paste kan saja tanggapan saya kepada seorang netter,
berkaitan dengan 21 Mei.

salam,
ramadhan pohan
(pengamat pinggiran)
& & & & &

Subj:   Re: [bincang] DIRGAHAYU KEMERDEKAAN 21 MEI
Date:   5/21/99 3:39:13 PM !!!First Boot!!!
From:   MADHANp
To:     [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

In a message dated 5/21/99 9:47:20 AM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
writes:

<< HARI INI SAYA MERASA MERDEKA....
 DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REFORMASI - 21 MEI
 NIKMATILAH BERSAMA-SAMA!

  >>
Ramadhan Pohan wrote:
Maaf, bung saya belum bisa meyakinkan diri ini bahwa kita sudah Merdeka dan
Reformasi. Apa sih yang sudah berganti-- kecuali secara struktur Soeharto
bukan Presiden lagi. Sebab, dari kacamata politik, dia masih powerful dan
memiliki kontrol atas tentara.

Apakah hukum kita sudah mempunyai karakter reformasi? Kasus korupsi, begitu
mudah mentah. Semua terdakwa bebas-- lha apa bedanya dengan Pra 21 Mei itu?
Apa karena mereka berduit, punya akses dengan penguasa?  Tommy, Bedu Amang
saja begitu mudah lolos dari sergapan hukum. Lantas mana hapus KKN nya bung?

Baca tentang penundaan dana pinjaman Bank Dunia-- gara-gara tekanan AS--
terhadap Indonesia kemarin? Karena rekor korupsi para pejabat Indonesia
berada di papan atas dunia! Mungkin 99% pejabat kita KKN nya parah dan luar
biasa!  Nyaris tidak bisa dipercaya-- baik mereka yang di dalam maupun di
luar negeri.

Para pejabat kita umumnya seperti lintah dan parasit. Uang utangan dan negara
dalam keadaan hancur begini, masih sempat-sempatnya diembat. Rakyat
Indonesia sekarang  makan susah (PHK , bayar SPP, jual diri, jual anak gadis,
dll). Tapi kalian para pejabat yang tak punya martabat asyik memupuk
kekayaan!!!  Egois. Uang haram lagi. Tidak ada beda urusan negara dan urusan
rumah. Jika kalian mati, silahkan bawa saja uang haram itu. Semoga setan
menerima kalian di sisi yang tepat.

Tetapi bung Putra, saya sangat menghargai opini Anda. Tanggapan saya ini
lebih ditujukan kepada mereka. Ya mereka-mereka yang korup di dalam dan di
luar negeri. Mereka-mereka itu, saya persilahkan angkat pedang memusuhi saya.

Sekali lagi  saya menghormati pilihan Anda untuk merasa Merdeka dan Reformasi.

salam,
ramadhan pohan
(orang pinggiran)
& & & &

In a message dated 5/21/99 3:36:07 PM !!!First Boot!!!,
[EMAIL PROTECTED] writes:

<<
 Salam Perjuangan,

 Tepat hari ini satu tahun yang lalu (21 Mei 1998) kita menyaksikan
 bersama-sama sebuah sandiwara politik akbar yang dirancang untuk
 mengelabui seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada perubahan yang berarti
 dalam
 pergantian pucuk pemerintahan tersebut. Hal itu dapat kita lihat pada ide
 dan perilaku pemerintahan saat yang masih mempertahakan pola dan struktur
 yang sama, seperti sikap represif dan warna militerisme yang sangat
 kental.
 Perjuangan kita untuk merebut kembali kedaulatan rakyat masih jauh dari
 selesai. Tidak satupun dari tuntutan utama

 -ADILI SOEHARTO
 -CABUT DWIFUNGSI ABRI dan
 -BERANTAS KKN

 yang sudah terwujud, padahal inilah syarat dasar untuk menuju Indonesia
 yang humanis, demokratis dan adil.
 oleh karena itu PPI Jerman menegaskan kembali komitmennya terhadap proses
 demokratisasi di indonesia dan menyatakan solidaritas terhadap perjuangan
 kawan mahasiswa di Indonesia yang tetap konsisten menyuarakan hati nurani
 dan amanat penderitaan rakyat.

 TETAP BERSATU !
 MAHASISWA-RAKYAT TIDAK TERKALAHKAN !
 KEMBALIKAN KEDAULATAN RAKYAT !

 a.n Pengurus Pusat PPI-Jerman



 deddy priadi
 (kom. tanah air)
  >>

Kirim email ke