Sdr. YY dan (juga) Pak Dekan FNU Brawijaya, Untuk kepala dan ketua kita sudah sepakat. Saya (kok) masih tidak sependapat dengan Anda menyoal "pemimpin". Juga contoh-contoh lain yang Anda berikan. "Pemimpin" bukan dari prefiks "pe" dan "pimpin" yang kemudian "p"-nya luluh. Kata ini morfem dasarnya "memimpin" bukan "pimpin". Kemudian ia mendapat prefiks "pe" yang menerangkan seperti yang Anda sebutkan saat menanggapi "posting" Bung Jaya. Jadi "pimpinan" tidak sama dengan "pemimpin" tapi itu berarti "hasil memimpin". Sama halnya dengan "pejabat" dan "penjabat", "petembak" dan "penembak", dll. Tak perlu saya jelaskan Anda tentu sudah tahu perbedaannya. Ini tak dimaksudkan untuk melebarkan diskusi, namun untuk menguatkan penjelasan saya. Terima kasih. Efron -----Original Message----- From: Yohannes Yaali [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Friday, 28 May, 1999 23:41 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Kepala, Ketua, Pimpinan/Pemimpin (RE: Mengapa Jaks Sdr. Efron, Anda dan pendapat dosen Anda benar bahwa biasanya "ketua" dipilih melalui seleksi sedangkan "kepala" diangkat oleh hierarkhi yang lebih tinggi. Seperti contoh Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum pasal 9 ayat (5), "Ketua dan wakil-wakil Ketua dipilih secara demokratis dari dan oleh anggota KPU dalam rapat pleno KPU." Mengenai "pimpinan", ada yang berpendapat bahwa "pemimpin" itu sama dengan "pimpinan". Mereka memberi contoh seperti penggantung = gantungan, penimbang = timbangan, pengusung = usungan. Saya kurang sependapat karena arti pe- disana berarti "alat" dan bukan "orang". Bagaimana dengan pendapat Anda? Salam, Yohannes On 28/05/1999 at 11:01:56 Efron wrote: >Sdr. YY ytks., >Saya masih sependapat dengan dosen saya itu soal "kepala" dan "ketua". Di Indonesia "Ketua Jurusan" (saya ambil contoh di UGM) dipilih langsung oleh para staf jurusan (tentunya calon ditentukan dulu syarat-syaratnya). Pemenangnya akan disahkan oleh Dekan dan Rektor. Jika di Barat "Ketua Jurusan" disebut "Kepala Jurusan (Dept. Head)" karena diangkat (bukan dipilih) oleh yang berwenang (atasannya). Contoh lain: Ketua Parpol/Ketua RT/Ketua MPR dll adalah dipilih bukan diangkat. Kepala Kejati/Kepala Sekolah/Kepala Kantor adalah diangkat oleh pejabat yang berwenang. >Menyoal pimpinan/pemimpin saya sependapat dengan Anda. Kebanyakan orang Indonesia sudah salah kaprah dengan istilah pimpinan. Seperti kata Anda pimpinan itu hasil dari memimpin atau yang dipimpin. Kalau pemimpin adalah orang yang memimpin (kelompok/lembaga/dll.). Contoh: (1) Saya dapat menyelesaikan sekolah saya karena "pimpinan" Tuhan. (2) "Pemimpin" surat kabar tersebut telah memecat wartawannya. Jadi singkatan DPP/DPD/DPW dll yang sejenisnya adalah SALAH. Yang benar adalah Dewan Pemimpin (Pusat/Daerah/Wilayah dll.). "Kepada Pimpinan Proyek.........." adalah SALAH. Yang benar adalah "Kepada Pemimpin Proyek.........". >Wassalam, >Efron
Re: Kepala, Ketua, Pimpinan/Pemimpin (RE: Mengapa Jaks
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Sun, 30 May 1999 16:51:33 -0700
- Kepala, Ketua, Pimpinan/Pemimpin (RE: M... Yohannes Yaali
- Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
