Bung Madhan, ahhh....itu khan cuma gossip...:-) bagaimana kalo responnya begini: bagaimanapun, pokoknya "pejah-gesang ndherek Mbak Mega", atau "mati-hidup -- dan salah atau benar, yang penting jadi pengikut setia Mbak Mega"...:)) ~yo > ---------- Original message ---------- > Date: Tue, 1 Jun 1999 13:27:00 EDT > From: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: Pabottingi: PDI Mega Anti Reformasi > > Kalau menggunakan istilah Samson Kaber dari PDI-P > Washington DC, ''Ah, itu > kan hanya gosip.'' > > Jika saya orang PDI-P, apa tanggapan saya? > 1. Saya berterima kasih sekali karena diingatkan > oleh tokoh sekaliber Mochtar > Pabottingi. Jika Anda rajin membaca jurnal-jurnal > politik maupun kolom (ini > biasanya berat, tapi sebenarnya nikmat lho), Anda > bakal tahu bobot MP. Ini > bukan gosip, lho. > Apalagi kritikan EEP. > > 2. Saya tidak akan manut, pasrah bongkokan > memberhalakan atau mengultus > partai apalagi figur. Juga tidak akan reaktif > apalagi meraung-raung > nyebut-nuebut Megawati dan PDI-P reformis. > > 3. Saya akan pertanyakan soal ini secara obyektif > kepada DPP PDI--. Jika > tidak mendapat tanggapan obyektif pula, saya katakan > goodbye Megawati dan > PDI-P nya. Lebaik baik gabung PRD atau Partai > Krisna.. > > 4. Lebih baik dicaci-maki karena mencari kebenaran > daripada terpaksa berlaku > hamba sahaya. Saya tak mau hidup di dunia yang tak > sampai seabad ini harus > diisi dengan kekonyolan dan kekeliruan sesat. Otak > kita dipakai untuk > berpikir, bukan untuk jadi budak politik. > > Salam merdeka, dan mari tetap berpikir merdeka. > > Salam, > ramadhan pohan > (penyimak piggiran) > # # # > In a message dated 6/1/99 2:32:23 PM !!!First > Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] > writes: > > 4. > << Apa bener ya ?? > > Moga aja nggak deh .. > kalo beneran terjadi bisa serem juge .. > Artikel ini mirip sekali dengan hal-2 yang di bahas > di "santiaji" yang di > laksanakan kemarin. > > Faran > > ------------------------------------------------ > Pabottingi: PDI Mega Anti Reformasi > Reporter Budi Sugiharto > detikcom, Surabaya. PDI Perjuangan sudah loncat > pagar. Dulu mengaku > reformis, ternyata tindak-tanduknya anti reformasi. > "Saya sangat khawatir > dengan langkah PDI Perjuangan yang sudah lompat > pagar," kata pengamat LIPI > Mochtar Pabottingi di Surabaya, Selasa (1/6/1999). > > Reformasi itu jelas dalam tindakan dan pemikirian. > Dan ternyata, pemikiran > PDI Perjuangan seperti dalam programnya tidak mau > mencabut dwi fungsi ABRI > dan tak mau mengamandemen (mengubah) UUD 45. > Padahal amandemen itu perlu, > menurut Mochtar untuk menciptakan rasionalitas > perundang-undangan dan > supremasi hukum. > > Pendapat Mochtar ini bukan satu-satunya pengamat > yang mengatakan demikian. > Sebelumnya, pengamat politik yang lagi naik daun > Eep Saifulloh Fatah pun > menilai bahwa Mega pro status quo karena > tindakannya. Begitu pula Hermawan > Sulistio mengatakan demikian. Sedang Nurcholish > Madjid secara tersamar bahwa > yang dimaksud status quo bukan pada organisasinya > tapi pemikirannya. > > Dengan tidak maunya mengamandemen UUD 45, yang > memiliki banyak kelemahan, > maka peluang Megawati untuk menjadi diktator besar. > Ia bisa menumbuhkan > otoritarianisme baru karena dalam UUD pasal 7 > misalnya, Presiden dipilih > lima tahun sekali, tapi tak jelas untuk berapa kali > masa jabatan. Dan masih > banyak kelemahan lainnya sebab UUD memang dibuat > dalam masa darurat. > > "Saya tidak sependapat dengan pernyataan Megawati > yang mengatakan bahwa tak > mau mengubah UUD 45 karena alasan demi persatuan > bangsa. Saya harap itu > hanya taktik PDI perjuangan saja untuk memenangkan > pemilu. Tapi, kalau > ternyata amandemen dan pencabutan dwi fungsi ABRI > tidak terlaksana, maka > terbukti PDI Perjuangan sudah meloncat pagar > sebagai yang anti reformasi," > katanya. "Dulu mengaku partai reformis, ternyata > tindakannya menjadi anti > reformis," tambahnya agak kesal. > > Apakah kemenangan PDI Perjuangan akan memunculkan > Rezim Orba Seri II, > Mochtar mengatakan mungkin saja. Namun, menurut > peneliti senior LIPI ini, > banyak sekali peluang tampilnya Rezim Orba seri II. > Antara lain melalui > ICMI, Golkar, Parpol yang melanggengkan dwifungsi > ABRI, Utusan Daerah di > MPR, dan partai-partai kecil yang melanggengkan > status quo. > > Tentang adanya politisasi agama oleh kelompok > Habibie bahwa kalau bukan > orang Islam yang memimpin negara akan rusak, > menurutnya partai Islam jika > mendukung Habibie salah kaprah. Sebab hal ini > mengesankan bahwa orang Islam > dan non Islam harus berhadapan. Padahal, menurut > Mochtar, orang Islam dan > non Islam harus bergandeng tangan membangun > pemerintahan yang berkualitas. > > > Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999 > > >> > > > > ----------------------------------------------------------------------------- > Kongres dan Seminar PERMIAS Nasional 1999 > 3-5 September 1999 > Host: PERMIAS Washington, DC > ----------------------------------------------------------------------------- > > _________________________________________________________ Do You Yahoo!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
