Partai Amanat Nasional No: 15

Kepada Saudara-Saudara Sebangsa dan Setanah Air

Banyak di antara kita belum sepenuhnya mengetahui
Visi, Misi, dan Program Partai Amanat Nasional (PAN).
Untuk mengetahui lebih jauh tentang PAN, uraian di
bawah ini mudah-mudahan dapat membantu pemahaman kita.
 Kita semua menginginkan agar  pemerintah yang akan
datang mampu menjalankan reformasi total yang
sebaik-baiknya. Sebagai kontestan Pemilu 7 Juni, 1999,
 PAN menawarkan Visi, Misi, dan Program yang sesuai
dengan aspirasi seluruh rakyat Indonesia.  Semoga para
pemilih dapat memahami ke arah mana Indonesia yang
didambakan.

Demikian penjelasan kami. Atas segala perhatiannya,
kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya.
Salam kami kepada Ibu-Ibu, Bapak-Bapak dan
Saudara-Saudara sekalian, selamat mencoblos tanda
gambar PAN, No 15 pada tanggal 7 Juni 1999 mendatang.

Wass,
a/n. Pengurus

Muhammad Riyad
[EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]

===============PAN No: 15===========================

Prinsip Dasar dan  Tujuan
PAN  adalah partai politik yang memperjuangkan
kedaulatan rakyat, demokrasi, kemajuan dan keadilan
sosial. Cita-cita partai ini berakar pada moral agama,
kemanusiaan dan kemajemukan.

PAN  ialah partai yang lahir dari cita-cita bangsa
Indonesia untuk membina kehidupan bersama yang
beradab, bermartabat, dan saling menghargai.  Aspirasi
yang luhur ini, dahulu, telah mendorong bangsa
Indonesia menegakkan kemerdekaan dan  melepaskan diri
dari belenggu penjajahan.  PAN ingin meneruskan
cita-cita kemerdekaan 1945 dan gerakan reformasi 1998.
Selain didorong oleh aspirasi demokratis, gerakan
reformasi juga didorong oleh keinginan meningkatkan
kesejahteraan bersama masyarakat Indonesia

Ekonomi
Partai Amanat Nasional berusaha mewujudkan
kesejahteraan lewat kemakmuran yang berkeadilan. Kita
menginginkan kehidupan ekonomi berjalan berdasarkan
sistem perekonomian pasar yang kuat, lentur, dan dapat
mengatasi krisis. Perekonomian itu disusun bersamaan
dengan penataan kehidupan politik yang demokratis,
tegaknya hukum, dan pembinaan pranata sosial yang
mendukungnya. Partai Amanat Nasional percaya bahwa
tujuan utama kebijakan ekonomi adalah kesejahteraan
rakyat

Reformasi dan Pemberantasan KKN (Kolusi, Korupsi, dan
Nepotisme)
Semboyan reformasi, yaitu penghentian praktik-praktik
kolusi, korupsi, dan nepotisme yang merugikan
kepentingan rakyat banyak. Masalah  pengadaan dan
distribusi bahan-bahan keperluan pokok warganegara
masih mendesak dan perlu mendapat perhatian kita
semua.

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa gerakan
reformasi adalah penyebab kelangkaan bahan-bahan pokok
kebutuhan warga negara. Akan tetapi, PAN lebih percaya
 kepada kenyataan sejarah: Korupsi, kolusi, nepotisme,
dan berbagai bentuk salah urus dalam  pengelolaan
kekayaan dan sumberdaya bangsa kita adalah latar
belakang utama di balik krisis yang  kita hadapi
sekarang. Kita tidak boleh lupa bahwa gerakan
reformasi ingin menciptakan situasi yang  memungkinkan
bangsa Indonesia menggalang kerjasama memulihkan
kesejahteraan masyarakat. Jangan kita biarkan isu
sembako digunakan untuk menolak reformasi dan memberi
kesempatan bagi  munculnya kembali kekuatan politik
antireformasi. Dukungan terhadap reformasi adalah
dukungan terhadap pemulihan kesejahteraan bangsa
Indonesia secara keseluruhan.

Reformasi Konstitusi dan Lembaga-Lembaga Politik
Negara
PAN mendukung usaha-usaha reformasi konstitusi dan
lembaga-lembaga politik negara.
Konstitusi dan lembaga-lembaga politik harus
mencerminkan keinginan sebagian besar warganegara
supaya pengurusan negara berjalan demokratis dan
efisien.  Konstitusi dan lembaga-lembaga negara adalah
 bukan alat yang dapat digunakan negara dan
aparat-aparatnya untuk  menerapkan kekuasaan yang
tidak terbatas dan tidak tunduk kepada pengawasan
warganegara dan wakil-wakilnya.

Kemajemukan Bangsa
PAN lahir dari pengakuan dan penghargaan yang tulus
kepada kemajemukan sebagai ciri utama bangsa
Indonesia.  PAN bertekad mencerminkan dan melembagakan
ciri kemajemukan di dalam partai dan mengajak
masyarakat bersama-sama menciptakan suasana kepartaian
yang yang tidak memandang warganegara dari  sudut
latar belakang agama, suku bangsa, dan kedaerahan.

Kemajemukan ini dapat di lihat dari kepengurusan PAN
antara lain: Amien Rais, Christianto Wibisono, Sabirin
Saiman, A.M Fatwa,  K Sindhunata, Th. Sumartana,
Samsurizal Panggabean,  Tamsil Linrung, Bungaran
Saragih, Ida Tawang Alun, Daldiri Mangundiwirjo, I
Ketut Danawir,  Muslim Tampubolon,  Nanang Subana
Dirja,  Satrio Arismunandar, dan Bara Hasibuan.

Kebebasan Individu
PAN lahir dari komitmen bangsa Indonesia untuk
menciptakan masyarakat yang otonom, demokratis, dan
sejahtera. PAN yakin bahwa persatuan nasional dapat
dicapai dengan memberi kesempatan kepada daerah untuk
otonom dan mandiri, bukan dengan memaksakan  pemusatan
kekuasaan yang akan mengarah kepada ketimpangan dan
ketidakselarasan antara pusat dan daerah. PAN membela
kehidupan sosial yang memungkinkan setiap manusia
dapat mengembangkan  kepribadiannya dengan leluasa,
dan berperan serta dalam kehidupan politik, ekonomi,
budaya, dan  usaha-usaha mengembangkan kemanusiaan.

Partai Oposisi
PAN percaya bahwa kekuasaan yang tidak memiliki
oposisi adalah kekuasaan yang tertutup. PAN akan
berfungsi sebagai oposisi, selama PAN tidak berada
dalam posisi memerintah.  PAN  berpendirian,
pemerintah dan oposisi memiliki tanggungjawab yang
setara dalam menciptakan kehidupan politik yang
konstitusional dan bertanggungjawab. Bangsa Indonesia
dapat keluar dari kemelut  kekerasan dan otoriterisme
apabila sudah terbiasa menggunakan hak-hak mereka
sebagai warganegara yang beradab.



REKOMENDASI PARTAI AMANAT NASIONAL  DALAM RAKERNAS I

Penyempurnaan Konstitusi (UUD 1945)
Karena Orde Baru dan pewarisnya telah memonopoli
interpretasi  UUD 1945 dan tidak memberikan kesempatan
untuk menafsirkannya maka diperlukan penggalangan
upaya yang serius untuk melakukan reformasi dan
penyempurnaan atas UUD 1945 dalam Sidang  Umum MPR
yang akan datang.

Liberalisasi Ekonomi
Untuk menghadapi globalisasi dan liberalisasi ekonomi
(AFTA dan WTO) perlu secara proaktif disusun
kebijaksanaan yang fleksibel yang mampu melindungi
kepentingan nasional dan rakyat banyak. namun sebagai
bangsa yang tak mungkin menghindari dari situasi
ekonomi tanpa tapal batas (borederless), seyogyanya
melakukan reformasi ekonomi secara komprehensif yang
pada ujungnya haruslah menghasilkan keunggulan daya
saing secara global.

Rekapitalisasi Perbankan
Pola dan mekanisme rekapitalisasi perbankan dan
penyelesaian BLBI yang mengakibatkan beban pada
masyrakat harus segera dihentikan. Proses
rekapitalisasi harus dilaksanakan untuk mempercepat
restrukturisasi dan penyehatan perbankan yang mutlak
diperlukan guna mempercepat  proses pemulihan ekonomi.
Proses ini harus dijalankan secara transparan dan
harus dimulai dengan melakukan law enforcement atas
segala pelanggaran yang telah dilakukan oleh kalangan
perbankan, debitor nakal, dan pengawas bank.

Peranan Sosial Politik ABRI
Disamping pengangkatan ABRI aktif di DPR pusat, tidak
boleh dilupakan bahwa pada saat ini masih ada sekitar
2400 anggota ABRI yang ada di DPRD tingkat I dan DPRD
tingkat II. Keberadaan mereka ini cenderung kurang
mendapat perhatian.  Dalam rangka penghapusan  peran
sospol ABRI secara bertahap dan untuk mengembalikan
demokrasi, maka sudah saatnya keanggotaan ABRI  aktif
di DPRD tingkat I dan II diakhiri. Di tingkat pusat
keterlibatan ABRI hendaknya dibatasi paling banyak 15
orang dan berakhir pada pemilu tahun 2004.

Hak Asasi Manusia
Budaya kekerasan terhadap perempuan dalam kehidupan
bernegara dan bermasyrakat harus segera dihentikan.
Terlalu banyak korban yang telah jatuh dan terlalu
sedikit yang terungkapkan.  DOM Aceh, Irian Jaya,
Timor Timur, Peristiwa 27 Juli, kasus Udin, kasus
Marsinah, Peristiwa 13 Mei, Peristiwa Trisakti,
Peristiwa Ambon, Peristiwa Sambas, Pembataian
Banyuwangi, Tragedi Semanggi, Peristiwa Ketapang,
Kupang dan lain-lain tidak bisa ditoleransi oleh
rakyat.
Pemikiran dan konsep kemanan dalam bentuk PAM Swakarsa
dan Rakyat Terlatih (Ratih) dan sejenisnya cenderung
mengadu domba. Oleh karena itu, hal ini tidak bisa
dikembangkan dan harus segera dibatalkan.

Kolusi, Korupsi dan Nepotisme
Usaha yang serius untuk memerangi KKN di segala
tingkatan oleh pemerintah masih belum tampak.  Sampai
saat ini, di berbagai sektor publik dan kegiatan yang
menyangkut hajat hidup orang banyak masih terus
berlangsung praktik KKN.
Kasus-kasus KKN mulai dari Soeharto dan kroninya
sampai saat ini masih tersebar di seluruh Indonesia.
Seperti kasus penyerobotan tanah, pemberian konsesi
yang eksesif dan kolusif, penggelapan dan
penyalahgunaan dana perbankan, penghilangan jejak
dengan menjarah kantor BPN, pemotongan dana-dana yang
diperuntukkan program Jaring Pengaman Sosial dan
berbagai upeti serta pungutan liar yang masih
berlangsung di mana-mana.

Otonomi Daerah
Masalah otonomi dan desentralisasi daerah harus segera
dikonkritkan pelaksanaanya  sebagai tindak lanjut dari
ketetapan MPR 1998 dalam bentuk perimbangan kekuatan
pusat dan daerah yang lebih adil dan memberikan
kewenangan kepada pemerintah daerah yang luas dalam
mengelola sumber daya ekonomi dan administrasi
pemerintahan daerah, guna menghindari potensi
disintegrasi nasional yang kini telah menggejala.

Redistribusi Aset Produktif
Pola mekanisme dan instrumen yang digunakan untuk
melaksanakan redistribusi aset produktif harus
ditunjukkan untuk menciptakan struktur ekonomi yang
lebih tangguh dan berdaya saing. Restrukturisasi
ekonomi harus mulai dijalankan dengan menekankan pada
proses industrialisasi yang berbasiskan sumber daya
alam nasional, serta bertumpu di pedesaan dan di luar
Jawa.

Budaya kekerasan dan Budaya Permisif
Sudah menjadi urgensi bangsa untuk mencegah kemunduran
akhlak bangsa karena hal ini adalah konsekuensi dari
meluasnya budaya permisif dalam masyarakat. Termasuk
pendidikan yang terlalu menekankan pada  ritual dan
simbol-simbol daripada penekanan kepada nilai-nilai,
etika dan moral agama.  Oleh karena itu, pendidikan
pada umumnya dan pendidikan agama pada khususnya harus
diarahkan pada nilai dasar yang mengajak pada
kebenaran dan memberantas kebatilan.

Calon Presiden PAN
Dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa tanggung
jawab, serta memohon keridloan Ilahi,  Rakernas Partai
Amanat Nasional dengan suara bulat sepakat untuk
mencalonkan Prof. Dr. M. Amien Rais sebagai presiden
Republik Indonesia keempat.


_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke