Assalamaualaikum wr.wb Salam Permias Acara santiaji dan dialog partai yang merupakan bagian agenda kerja dari PPLN Washington DC akhirnya berhasil dilaksanakan dengan sukses. Lebih kurang 100 orang masyarakat Indonesia hadir dalam acara yang dilaksanakan di kediaman bapak dubes RI. Acara tersebut selain diisi dengan penjelasan mengenai pemilu dan tata caranya, juga dimeriahkan dengan kehadiran beberapa perwakilan partai politik Indonesia yang hendak memperkenalkan partainya secara lebih luas kepada masyarakat. Acara yang sedianya akan dimulai pukul 5 sore, akhirnya baru dibuka satu jam kemudian. Karena pelaksanaan acara ini bertepatan dengan hari libur "memorial day" di AS, maka sudah diperkirakan bahwa masyarakat yang hadir tidak akan banyak. Namun syukurlah, pada saat acara berlangsung para undangan mulai berdatangan satu demi satu, hingga jumlahnya mencapai kurang lebih 100 orang. Acara santiaji dan dialog partai ini dimulai sekitar pukul 6 sore, dengan dipimpin oleh bapak Risno Samsie selaku wakil ketua PPLN (dari unsur pemerintah). Selanjutnya digelar acara santiaji pemilu yang merupakan mata acara pokok dari keseluruhan acara pada hari itu. Acara santiaji yang menampilkan bapak Amien Loethfie (Ketua PPLN dari PAN) sebagai pembicara tersebut, berisi penjelasan seputar persiapan dan pelaksanaan pemilu (berikut tata caranya) kepada masyarakat. Cukup banyak juga pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat mengenai pelaksanaan pemilu kali ini, mulai dari soal saksi pemilu hingga pada masalah pemilu untuk orang yang sakit. Dan alhamdulillah, semua pertanyaan dapat dijawab dengan cukup baik oleh para anggota PPLN Washington DC ini. Dialog partai dengan masyarakat merupakan mata acara selanjutnya setelah santiaji pemilu selesai. Dalam acara dialog partai ini masing-masing partai menampilkan wakilnya satu persatu, antara lain : 1. Drs. Christianto Wibisono (PAN) 2. KH. Syamsi Ali, MA (Partai Keadilan) 3. Agustinus Samson Kaber (PDI-P) 4. Yusni Harun (PUI) 5. Zuhaemi Bakri (Partai Abul Yatama) Acara dimulai dengan memberikan kesempatan selama 5 menit kepada masing-masing wakil partai untuk memperkenalkan partainya satu persatu. Wakil PAN yang mendapat kesempatan pertama lebih banyak menceritakan tentang keterbukaan partainya dan alasan ketertarikannya masuk kedalam PAN. Tentang program, misi, dan visi PAN, pak Christianto menyarankan kepada hadirin untuk membaca sendiri brosur PAN yang telah disediakn oleh panitia. Sementara wakil dari Partai Keadilan (PK) yang mendapat giliran kedua menyampaikan salam persahabatan atas nama seluruh jajaran pengurus partai keadilan kepada masyarakat Indonesia di Washington DC. Selanjutnya wakil PK yang sengaja didatangkan dari New York ini,menyampaikan betapa Islam yang dipakai sebagai azas PK sangat menghargai perbedaan-perbedaan (agama, suku,dsb) yang ada di masyarakat. Sambil menyitir sebuah surat dalam Al-qur'an, pak Syamsi Ali mengatakan kita seharusnya bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada tersebut dengan lapang dada, karena hal itu merupakan suatu sunatullah (hukum alam). Hanya dengan sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain, kita dapat meredam timbulnya gejolak akibat dari perbedaan-perbedaan tsb. Wakil dari PDI-P selanjutnya mendapat kesempatan ketiga sebagai pembicara. Diawali dengan semboyan ABG (Asal Bukan Golkar), wakil PDI-P ini dengan antusias memeperkenalkan partainya sebagai partai yang reformis dan anti status quo. PDI-P akan memerangi KKN dengan sekuat tenaga, demikian kata wakil PDI-P yang bekerja di World Bank ini, seraya menyebutkan bahwa Megawati adalah figur yang cocok untuk memimpin Indonesia di masa depan. Selanjutnya Wakil dari Partai umat Islam (PUI) mendapat kesempatan memperkenalkan partainya. Wakil PUI yang juga bekerja di World bank ini memulai perkenalan partainya dengan menceritakan betapa kampanye PUI dibeberapa daerah cukup ramai dihadiri oleh masa pendukungnya. Dengan membacakan beberapa program partainya, putra Prof.Harun Al-Rasyid ini, mengatakan bahwa pancasila selama ini perannya telah disalahgunakan oleh mantan pemerintah ORBA. Seharusya Pancasila itu digunakan sebagai lambang saja, demikian kata wakil PUI ini. Selain itu wakil PUI juga menekankan perlunya ajaran Islam dipahami benar oleh umatnya, agar negara kita bebas dari KKN. Wakil Partai Abul Yatama yang mendapat giliran terakhir memaparkan bahwa tujuan partainya semata-mata ingin memperbaiki kehidupan anak yatim yang selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Partai Abul Yatama yang berarti Partai Bapak anak yatim ini tidak punya keinginan merubah haluan negara, cukuplah perbaikan nasib anak yatim yang menjadi program utama kami, demikian kata bapak Zuhaemi yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Aceh di Washington DC ini. Setelah perkenalan singkat dari wakil-wakil partai ini, acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Masyarakat terlihat cukup antusias dalam sesi tanya jawab ini. Ini terlihat dari cukup banyaknya pertanyaan yang diajukan mulai dari mempersoalkan ke-reformisan PDI-P dan KKN yang dilakukan Megawati dalam pemilihan caleg, kemungkinan KKN yang mungkin dilakukan PUI, seputar pancasila sebagai lambang, masalah amandemen, kesan Islam Phobia pada wakil PAN, sampai pada soal bagaimana pandangan dan perlakuan Partai Keadilan terhadap golongan non-muslim yang juga merupakan bagian dari masyarakat Indonesia. Semua pertanyaan-pertanyaan ini secara umum berhasil dijawab dengan cukup baik oleh para wakil-wakil partai yang hadir pada malam itu. Walaupun cukup meriah dan sesekali diiringi gelak tawa para hadirin, namun tidak dapat dipungkiri "suasana tegang" turut mewarnai acara tanya jawab ini. Suasana tegang ini bahkan terlihat sedikit mempengaruhi bapak Mahendra Siregar yang malam itu bertindak sebagai moderator, sehingga untuk beberapa saat secara tak sengaja beliau "melupakan" fungsinya sebagai moderator....:-) Karena waktu yang terbatas, akhirnya acara santiaji dan dialog parpol ini diakhiri pada pukul 8.30 malam. Acara pemutaran film debat capres yang sedianya akan dilaksanakan setelah acara dialog parpol ini terpaksa ditunda hingga tanggal 4 Juni nanti. Sebagai penutup acara pada malam itu, semua hadirin secara bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Wassalam, PPLN DC Mohamad Rosadi Sekretaris ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
