Kemarin saya ngobrol dengan beberapa pengemudi becak yang berkaitan
dengan pemilu.
Ketika saya tanyakan tentang kampanye, salah seorang pengemudi becak
menyatakan bahwa kampanye itu terkadang seperti memperebutkan PEPES KOSONG.
Mereka, sambungnya, begitu antusias berjingkrak-jingkrak, berlari-lari,
atau berdendang-dendang dengan maksud memperoleh isinya yang baru dibuka
Pasca Pemilu. Tetapi sayangnya, pepes itu kosong. Akhirnya menggerutulah
mereka. Mereka itu justru kebanyakan dari kalangan miskin.
Karena itu, ia tidak antusias mengikuti kampanye. Mendingan cari duit.
Salam,
Nasrullah Idris