Samson wrote: ... > pihak yang ingin > mengubah bentuk negara kesatuan menjadi negara > Federal misalnya, PDI-P jelas > akan menolak. menolak.. karena Mega takut kalau traveling antar daerah orang harus bawa Passport kan? Kalo nggak salah, pada masa Orde Lama, Indonesia pernah berbentuk Negara Federalis selama 8 bulan, tapi banyak orang menolak, alasan mereka karena ide federalis adalah ide Barat, dan orang saat itu memang sangat trauma dengan Belanda. Tapi kalo sekarang, orangkan nggak terlalu curiga banget ama ide-ide yang dari Barat. Kalo nggak percaya cobalah kita mengambil contoh yang sehari-hari: Misalnya; anda pergi ke Mall (yang keren tapinya) dan cobalah minta direction ke sebuah restaurant Padang yang ada di Mall itu, Mungkin jawabannya kurang lebih sbb: Anda jalan 10 meter sampai ketemu toko DKNY, terus belok kekiri di sebelah McDonald, terus anda naik ke elevator dan persis di depan elevator itu ada toko GAP, nah yang tempat yang anda cari itu di antara Burger King dan Kentucky. Jadi sebagai seorang generasi penerus, alangkah sedihnya jika di akhir abad ini kita harus berfikir seperti Orde Lama. Jadi dari Orde Lama ke Orde Baru terus balik lagi ke Orde Lama, atau kalo kita meminjam istilah Pak Christianto Wibisino: "Demokrasi Arisan" yang artinya dulu Bapaknya Mega (Soekarno) terus Bapaknya Habibie (Soeharto) terus anaknya Soeharto (Habibie)- terus anaknya Soekarno (Mega) juga kepingin jadi president dengan menjual nama bapaknya, dan mungkin juga anaknya Soeharto yang lain (Tutut) juga akan menjual nama bapaknya. Ali Simplido PAN no: 15 _________________________________________________________ Do You Yahoo!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
