Saya sependapat dengan komentar mengenai KKG ini, dan saya rasa sebahagian rekan Permias@ juga akan begitu. Untunglah beliau menolak jabatan Menteri sewaktu ditawarkan oleh Habibie. Kalau tidak, ia akan masuk Golongan Orang Lama. Dan memang seharusnnya dia menolak ! Karena Habibie diyakini sebagai kepanjangan tangan rezim yang lama. Saya juga mendengar sendiri pernyataan beliau mengenai Pemerintahan yang bersih itu. Dan saya sependapat dengan beliau, bahwa untuk memulihkan perekonomian Indonesia, Pemerintah yang akan menjalankannya haruslah Pemerintah yang bersih dari KKN, dan didukung oleh Rakyatnya Memang benar ! ORANG-LAMA tidak boleh ikut dalam gerbong Reformasi, Gerbong Indonesia Baru, karena mereka adalah sumber dari segala penyakit KKN yang berbahaya dan menular. Sayangnya....... Kalau menilik himbauan MUI, KKG ini tidak akan bisa menjadi Pemimpin di-suatu Departemen.......:(( Salam, bRidWaN At 11:39 AM 6/5/99 +0700, Arikrisna M Tarigan wrote: >Luar biasa. >Saya sangat terkesan dengan penjelasan Kwik Kian Gie dalam >acara Visi Ekonomi Partai kemarin malam di Indosiar. Secara >gamblang ia menjelaskan fenomena permasalahan ekonomi Indonesia >yang terjadi selama ini secara terbuka,lugas, transparan dan >apa adanya. Juga skenario yang dipaparkannya jika seandainya >partainya diberikan kepercayaan rakyat dalam mengelola >permasalahan ekonomi bangsa. > >Terlihat jelas ia mengerti betul secara makro dan mikro >persoalan-persoalan ekonomi kita baik itu perbankan, hutang >luar negeri, kebijakan moneter dan lain sebagainya. Ia menjawab >jika ia tahu dan menggelengkan kepala jika ia memang tidak tahu. >Kejujuran negarawan seperti inilah yang sangat kita harapkan >dalam mengelola ekonomi bangsa yang sangat morat-marit dan >nyaris tanpa moral. > >Penjabarannya tentang permasalahan ekonomi sangat terstruktur, >tegas, dan selalu disertai fakta-fakta yang riil. Ia misalnya >tidak mau menjawab apakah setuju jika subsidi BBM dihapuskan. >Bukannya karena tidak tahu tapi ia tidak mau bicara BOMBASTIS >yang seolah-olah sangat menguntungkan wong cilik tanpa bicara >fakta dan data terlebih dahulu, karena dia sadar setiap >keputusan yang diambil sangat berdampak posif maupun negatif >terhadap rakyat. >Yang juga saya sukai penjelasannya selalu sampai pada tataran >teknis. Ia tidak berkutat pada tataran konsep dan filosofis >yang seolah-olah sangat merdu di telinga pendengar sehingga >sering terkesan gombal, asal bunyi dan asal rakyat senang. > >Integritas dan Komitmennya tak diragukan. Ia selalu meyakini >apa yang dianggapnya benar dan siap menghadapi apapun resikonya. >Ia memilih mundur pada saat PDI diracuni pemerintah dan tetap >loyal pada Mega. Ia juga menolak ditawarin oleh Habibie >menjadi menteri hanya karena hal tersebut bertentangan >dengan komitmenya. >"Kebijakan ekonomi haruslah disertai dengan pembersihan korupsi >yang dimulai dengan pemerintahan yang bersih dan dicintai >rakyatnya", begitu kira2 katanya (kalau mendengar langsung akan >lebih baik lagi penjelasannya). > >Satu hal yang sangat ditunggu adalah gebrakannya jika nanti >ia terlibat langsung dalam pemerintahan, apakah tindakan dan >analisisnya masih setajam sekarang seperti dalam diskusi di TV >dan tulisannya di Kompas atau hanya lips service saja? > >Sangat menarik ditunggu, rasanya saya melihat seorang NASIONALIS >dan PRIBUMI sejati dalam diri KWIK. Tak heran Kompas memuji- >mujinya dlm terbitan Jumat lalu. > >Viva Liverpool >Ari Krisna
