Saya sering memperhatikan komentar orang tentang partai politik di
Indonesia. Antara lain tentang tingkat pertentangan atau tingkat
persahabatan antara partai satu dan partai lain. Tentu saja komentar mereka
itu berdasarkan referensi media massa (media cetak, internet, dan media
elektronika).
     Padahal realitas sebenarnya di kalangan elit dari para partai itu
adakalanya tidak seperti yang mereka komentari.
     Nggak percaya? Bandingkan saja peta hubungan antar partai pra pemilu
dan peta hubungan antar partai pasca pemilu. Khususnya dalam kaitan
dikotomis "Status Quo" dan "Reformis"

Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke