Saya juga ngliat di "Seputar Indonesia". Kata Ghalib,"Sebagai manusia akan saya kejar mereka (Teten CS) sampai ke liang kubur". Ketika mendengar itu kepengen saya ngomong ke Ghalib yang ngejar sampai ke liang kubur itu jelas bukan manusia, tapi hanya ada pada binatang. Tul nggak? Efron -----Original Message----- From: Mardhika Wisesa [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, 10 June, 1999 3:10 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Ghalib Kejar Teten Ke Liang Kubur, Rakyat Kejar Ghalib dan Soeharto ke Neraka Soal Suap, Ghalib Kejar Teten Sampai Liang Kubur Habibie: Tuntut Segera Teten cs Reporter Nurul Hidayati Mardhika Wisesa Menjawab detikcom, Jakarta-Presiden BJ Habibie memerintahkan Jaksa Agung Andi M Ghalib untuk menuntaskan masalah dugaan suap yang menimpanya lewat jalur hukum. Ghalib sendiri menolak untuk mundur dari jabatannya dan akan mengejar Teten Masduki hingga ke liang kubur. Pernyataan Ghalib disampaikan pada wartawan sebelum Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekuin di Bina Graha, Rabu (09/06/1999). "Presiden memerintahkan saya untuk menyelesaikan masalah ini dengan hukum. Tuntut mereka itu (Teten cs-Red). Tuntut!" tegas Ghalib. Mardhika: Presiden yang memerintahkan? Ah yang bener pak, mungkin Presiden memerintahkan anda untuk mundur dan menyelesaikan kasus korupsi anda di pengadilan. Selain itu, Ghalib juga mengaku tidak mau mundur meski beberapa pihak mendesaknya untuk mundur. "Biarpun saya dihujat, dicaci maki, saya tidak akan mundur. Kecuali dimundurkan," tegas Ghalib. Mardhika: Bapak Ghalib yang terhormat, Saya mengharap agar bapak bisa menyadarkan diri bapak kalau rakyat sudah bosan dengan segala jurus-jurus silat bapak untuk menyelamatkan muka bapak Soeharto. Kami bukan orang yang bodoh, dari tingkah laku anda dan segala perbuatan yang selama ini anda lakukan sudah terlihat bahwa anda tidak mempunyai niatan untuk menyelesaikan kasus Soeharto sampai selesai Seperti diketahui, desakan agar Ghalib mundur disuarakan oleh PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia) dan ICW (Indonesian Corruption Watch) akibat adanya dugaan Ghalib menerima suap miliaran rupiah dari 2 konglomerat, The Nin King dan Prajogo Pangestu. Mardhika: Ghalib sudah seharusnya mundur dari dulu-dulu, ngga jelas kerjaannya di Kejaksaan Agung, kasus Soeharto saja tidak jelas kok. Sedangkan dugaan suap itu ditemukan oleh ICW dan Koordinator Pekerja ICW, Teten Masduki, sudah melaporkan Ghalib ke Puspom ABRI, minggu lalu. Mardhika: Langkah yang tepat saudara Teten Masduki, tegakkan hukum dan tuntut yang bersalah. Tinggal tunggu saja penyelesaian dari Puspom ABRI (Diragukan juga ) Lebih lanjut Ghalib menyatakan, "Saya sudah lapor pada beliau (Habibie), Pak saya diperlakukan begini. Sebagai manusia biasa, berhenti dari jaksa agung pun akan saya kejar orang-orang itu (Teten cs-Red) sampai ke liang kubur. Ini sudah masalah siri (harga diri-Red). Kebenaran harus ditegakkan," kata Ghalib masih dengan nada tegas. Mardhika: 'Saya diperlakukan begini?', anda sendiri memperlakukan rakyat yang sudah selama setahun ini menunggu proses keterbukaan terhadap Soeharto apa itu disebut manusiawi? Anda dibayar oleh Rakyat, anda bertugas dan bertanggung jawab kepada Rakyat (Bukan Soeharto dan Habibie), Tapi apa hasil yang anda bisa berikan? Kolusi di telepon dengan Calon Bukan President Lagi Habibie, Soeharto masih bebas melenggang di Jakarta, masih sempat lagi untuk transfer 9 Milyar dollar dia ke tempat lain. Eh anda sekarang juga ikut menikmati uang suapan dari para Konglomerat. Rakyat jadi ragu akan kasus2 yang anda tangani selama ini, jangan-jangan hanya Adegan Pentas Seni Kejaksaan Agung lagi, Adegan Pura-Puranya Ghalib. Ghalib sendiri menilai bahwa kasus yang menimpanya itu punya motif tertentu. "Motif-motif itulah yang sekarang saya lihat, dan ternyata benar. Di belakangnya (Teten) ada oknum-oknum, dia ada sponsornya untuk menjatuhkan saya," kata Ghalib lagi. Ghalib mengaku tahu orang-orang yang ada di belakang Teten. "Teten kan hanya sebagai alat. Orang-orang di belakang dia akan dipanggil juga," kata Ghalib. Ketika ditanya wartawan apakah orang di balik Ghalib itu Arifin Panigoro atau jaksa yang dipecat Ghalib, Ghalib menolak menjawab. "Tidak etis," elak dia. Ghalib hanya menyebut,"Golongan orang-orang yang sakit hati kepada saya karena saya bertindak. Mungkin mereka tidak terima." Mardhika: Sedangkan tindakan anda selama ini bukan ada motifnya juga? Motif untuk melindungi Soeharto dan melindungi muka sang muridnya yang sekarang adalah bos anda itu. Ada juga ngga orang dibelakang anda pak Ghalib? Seperti orang-orang suruhan Cendana? Jaksa Agung yang baru menjabat beberapa bulan itu menganggap tuduhan Teten sebagai fitnah. "Dia fitnah saya dengan menganggap saya menerima suap dari Saudara The Nin King dan Saudara Prajogo. Lagi pula kalau seseorang punya tabungan mengapa dipersoalkan selama dia tidak korupsi ?" komentar Ghalib. Ghalib sendiri sempat mengeluarkan kata-kata kotor pada Teten. Mardhika: Selama dia tidak korupsi, wah rasanya tidak masuk akal saja seorang pegawai pemerintah seperti anda itu sampai mempunyai uang sekitar 9 milyar rupiah gitu, kalau anda mempunyai seratus juta rupiah, saya bisa percaya, namun kalau sampai milyaran rupiah, patut dipertanyakan. Pertama anda kan berdalih kalau uang itu bisa saja uang dari Persatuan Gulat, sekarang anda bilang uang pribadi? Mana yang bener pak Ghalieb?? Ghalib juga menuduh Teten melanggar azas praduga tak bersalah. "Masak dia nuduh saya korupsi, nuduh saya terima suap. Pdahal dia belum tanya pada saya. Saya belum diperiksa. Ini namanya melanggar azas praduga tak bersalah. Sudah melanggar, dia main fitnah, dan membocorkan rahsia macam-macam. Jaksa agung saja dikasih begini, apalagi kalian-kalian (wartawan-Red)," cetus putra Sulawesi Selatan yang terlihat emosional ini. Mardhika: Masa dia mau tanya anda, jelas anda akan langsung mencoba untuk menhabisi dia kan....Tanya sama anda berarti sama saja dengan melanggar 'Azas Menduga Andi Ghalib Korupsi', buktinya Saudara Teten sudah melaporkan kasus ini ke pihak yang benar, contohnya Polisi dan Puspom ABRI. Ini sudah sesuai dengan standar-standar hukum yang sebenarnya. Anda saja mungkin yang tidak lulus ujian hukum sehingga tidak tahu prosedur itu. Membocorkan rahasia macam-macam? Membocorkan rahasia bahwa Andi Ghalib mempunyai uang yang tidak jelas itu? Wah jelas para wartawan akan berkata dalam hati, bahwa bapak memang tidak seharusnya didudukan jadi Jaksa Agung. Untuk mengusut kasus itu sendiri, Ghalib menilai tidak perlu dibentuk tim khusus. "Saya kira polisi dan jaksa sudah cukup. Kalau Teten dipanggil kepolisian dan ternyata tidak datang, berarti dia memang manusia yang tidak tahu hukum," tegas Ghalib. Mardhika: Memang tidak diperlukan tim khusus, yang diperlukan adalah surat pengunduran diri anda yang harus sudah diserahkan diatas meja kepresidenan. Teten akan datang pak Ghalib, yang sekarang diragukan apakah anda akan mengatakan yang sejujurnya, dan jikalau memang anda, sebagai Jaksa Agung bisa mengerti dengan jelas kaidah hukum yang sesungguhnya. Mardhika Wisesa ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
Re: Ghalib Kejar Teten Ke Liang Kubur, Rakyat Kejar Ghalib dan So eharto ke Neraka
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Wed, 9 Jun 1999 16:08:15 -0700
- Re: Ghalib Kejar Teten Ke Liang Kubur, ... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Ghalib Kejar Teten Ke Liang Ku... Ramadhan Pohan
