In a message dated 6/10/99 3:03:21 AM, [EMAIL PROTECTED] wrote:
Detik.Com:
<<
Jaksa Agung yang baru menjabat beberapa bulan itu menganggap tuduhan Teten
sebagai fitnah. "Dia fitnah saya dengan menganggap saya menerima suap dari
Saudara The Nin King dan Saudara Prajogo. Lagi pula kalau seseorang punya
tabungan mengapa dipersoalkan selama dia tidak korupsi ?" komentar Ghalib.
Ghalib sendiri sempat mengeluarkan kata-kata kotor pada Teten.
>>

Kira-kira apa ya "kata-kata kotor" yang mungkin dikatakan Ghalib. Jika
keterlaluan, mungkin ini ada delik sendiri. Apakah Ghalib-- sebagai pejabat
tinggi-- bebas bertindak tak etis begitu?
Kalau saya si wartawan itu, dengan embel-embel kata 'maaf' saya akan tuliskan
apa yang dikatakan Ghalib itu. Atau minimal saya pasti akan
mendeskripsikannya--sehingga pembaca akan punya gambaran. Misalnya, kata-kata
yg berhubungan dengan anggota tubuh, dedemit, atau praktik tuna susila atau
apalah.

Gitu. Tapi, sayangnya,  saya cuma penyimak pinggiran. Jadi gimana dong.

salam,
ramadhan pohan
(penyimak pinggiran)

Kirim email ke