Dari sini, sebenarnya AR nggak pantes jadi eksekutif. Paling pantes AR jadi ketua DPR (bukan MPR), karena DPR merupakan mitra eksekutif. Jadi saban hari AR bisa ngomong apa saja dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR. Efron -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Friday, 11 June, 1999 6:58 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Saya mengkhawatirkan Amien Rais. Terus terang, akhir2 ini saya mulai mengkhawatirkan ucapan2 Amien Rais yg tampaknya mulai keluar dari janji semula. Saya kutipkan saja dua paragraf terakhir dari berita di harian Berita Buana yg selengkapnya dapat anda baca di: http://www.beritabuana.co.id/10061999/10061999_26.html ----kutipan---- Ketika ditanya kembali kesediaannya untuk menjadi wakil presiden, Amien menjawab akan melihat dulu substansi dari jabatan itu. "Kalau saya menjadi wapres hanya untuk meresmikan pembukaan turnamen badminton atau menemui tamu luar negeri untuk sekadar basa-basi, saya pikir menjadi khotib di Mesjid Syuhada di Yogya itu lebih bermakna," katanya. Menyinggung masalah oposisi, Amien mengatakan, pada prinsipnya PAN bisa bekerja sama dengan siapa saja, asal tujuannya untuk kebajikan. "Kita bisa bekerja sama dengan kekuatan atau partai mana pun, asal reformasi jalan terus," katanya. Saat para wartawan menanyakan apakah PAN mungkin berkoalisi dengan Golkar, Amien mengatakan mungkin saja, tapi itu akan menjadi pilihan yang terakhir. -------------------------------- Irwan: Dua paragraf di atas memuat dua pernyataan yg menurut saya bertentangan dengan janji2 pada kampanyenya yg lalu. Masih segara dalam ingatan saya bagaimana Amien Rais mengatakan bahwa dia maunya jadi presiden, kalau ngga bisa jadi presiden lebih baik dia menjadi oposan. Sikap seperti ini saya dukung karena memang kita membutuhkan tenaga2 yg dapat melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan kelak. Tapi ucapan diatas yg menyatakan kesediaannya sebagai wapres atau orang kedua? Ah...bung Amien, semoga anda tidak menghianati janji2 kampanye anda. Paragraf berikutnya menurut saya juga sudah melanggar janji kampanye yg mengatakan tidak akan berkoalisi dengan Golkar (tolong saya dikoreksi kalau dia tidak menyatakan demikian). Sayangnya, koq sikap dia berubah dengan mengucapkan kata2 di atas. Saya jadi bertanya, kenapa harus membuka kemungkinan berkoalisi dengan Golkar? Tujuan koalisi nantinya untuk apa? Kalau koalisi untuk menjadi oposan, menurut saya sangat aneh dan sangat tidak bisa dimengerti mengingat setelah pemerintahan terbentuk, maka para anggota DPR nantinya akan menyuarakan suara rakyat dan bukan suara partai. Karenanya, bisa saja terjadi peristiwa anggota PDIP tidak menyetujui peraturan/UU yg diusulkan oleh pemerintahan kabinet dari PDIP sendiri. Kalau untuk menjadi oposan dengan berencana berkoalisi di awal sebelum kejadian masalah atau kebijakan pemerintah yg akan datang yg akan ditentang itu apa, khan jadi aneh kedengarannya. Itu saja pendapat saya kali ini. Semoga rekan2 dari PAN bisa mengingatkan garis perjuangan reformasi kita. Jangan sampai Amien Rais yg sudah kadung mendapat julukan salah satu tokoh reformasi jadi rusak karena berkoalisi dengan Golkar yg diperanginya selama kampanye kemarin. Menurut saya, kesalahan melangkah Amien Rais kali ini akan berakibat fatal karena akan menghancurkan karir politik dia selamanya. Padahal dari pengamatan saya, tampaknya ada pendapat2 yg mengatakan bahwa Amien Rais itu akan punya peluang yg besar menjadi presiden RI periode 2004-2009 asalkan dia bisa konsisten dengan garis perjuangannya. Mereka umumnya beranggapan PAN adalah partai baru yg masih tumbuh dan butuh waktu untuk mendapat pengakuan dan dukungan dari rakyat. PAN adalah salah satu partai yg punya potensi besar di masa mendatang. Mereka akan memantau sepak terjang PAN dalam tahun2 mendatang apakah akan konsisten dalam garis perjuangan ataukah tidak. Menyadari hal ini, karenanya akan sungguh berbahaya sekali bila Amien Rais melakukan manuver2 politik yg bisa menghancurkan karir politiknya di masa mendatang. Semoga mendapat perhatian dari Amien Rais dan rekan2 seperjuangan simpatisan PAN. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
Re: Saya mengkhawatirkan Amien Rais.
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Thu, 10 Jun 1999 21:14:39 -0700
- Saya mengkhawatirkan Amien Rais. Irwan Ariston Napitupulu
- Re: Saya mengkhawatirkan Amien Rai... Nasrullah Idris
- Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
