Ada yg. bisa mengkonfirmasikan ini di Bible? *********** BEGIN FORWARDED MESSAGE *********** >>No 59 >>Tanggal 15-Apr-99 >>Nama Paulus Hendriyanto >>E-mail [EMAIL PROTECTED] >>Alamat Keuskupan Semarang >>------------------------------------------------------------------------ >>BIBEL & QUR'AN TTG KEPEMIMPINAN WANITA. >> >>Sebagai seorang Nasrani yang taat, sejak lama saya mendengar kalangan ummat >>Islam tidak bisa menerima pemimpin mereka bila berasal dari kaum wanita. >>Dasar mereka (kalangan Islam) adalah Al-Qur'an, yaitu Surat An-Nisaa ayat >>34, >>yang berbunyi :" Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh >>karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian >>yang lain(wanita)". Tampaknya hal inilah yang menyebabkan Gus Dur >mengatakan >>belum lama ini seperti pernah dikutip Asia Week, bahwa sulit bagi Megawati >>untuk bisa diterima kalangan muslim kalau dia memaksakan diri untuk menjadi >>Presiden kelak. Seandainya yang naik adalah Guntur, kakak laki-laki mba >>Mega, >>saya rasa mereka tak berkeberatan untuk mendukungnya. Bagaimana dengan >>Iman-Kristiani? Ternyata Kitab BIBEL memerintahkan hal yang senada dengan >>Qur'an, yaitu menolak wanita bila dijadikan pemimpin dikalangan ummat >>ummatnya. Dasarnya adalah Kitab Perjanjian Baru yang dicantumkan dalam >Kitab >>BIBEL : I Timothius 2 :12 yang berbunyi : "Tiada Aku mengizinkan seorang >>perempuan mengajar atau MEMERINTAH atas laki-laki, (tetapi) hendaklah ia >>berdiam diri". Dengan keterangan Al-Kitab ini menjadi jelaslah bagi >kalangan >>ummat Nasrani, bahwa Tuhan Yesus dan Tuhan Bapak melalui firman-Nya telah >>melarang ummat-Nya untuk mengangkat wanita sebagai pemimpin untuk >memerintah >>mereka. Ayat ini juga otomatis menjadi pedoman yang jelas bagi ummat >>Nasrani, >>bahwa ajaran iman mereka menolak bila wanita dijadikan pemimpin ummat, >>siapapun dia dan darimana pun datangnya. Oleh sebab itu sangat musykil bagi >>kami (ummat Nasrani) menerima kalau wanita dijadikan pemimpin Bangsa >>Indonesia untuk kalangan ummat Nasrani, karena kalau menerima beliau sama >>saja kami durhaka atau kafir dengan perintah Tuhan. Dan kami sangat >>menyadari >>betapa besarnya dosa bila ummat Nasrani mendurhakai perintah-Nya itu. >Dengan >>pandangan keimanan yang diberitakan Al-Kitab untuk ummat Nasrani dan >>Al-Qur'an untuk kalangan muslim, berarti secara statistik ummat beragama di >>negeri ini mayoritas menolak bila wanita diangkat sebagai pimpinan mereka >>(bukankah ada 85 persen muslim plus 10 persen nasrani di Indonesia sekarang >>ini?). Bila ada ummat Nasrani ataupun ummat Islam yang tetap setuju bila >>pemimpin mereka diambilkan dari kalangan wanita, berarti mereka tidak >>memahami betul akan hakikat iman dan isi Kitab sucinya yang seharusnya >>mereka >>pedomani. Dalam hal sudah menjadi tugas dan tanggung-jawab kaum Rokhaniawan >>untuk menyadarkan ummatnya masing-masing, sebab mereka kelak pasti diminta >>pertangungan jawab oleh Tuhan akan kesungguhan mereka membawa domba-domba >>mereka ke arah jalan Tuhan Yang Esa. Saran saya untuk DPP PDI Perjuangan >>sebaiknya anda memperhatikan aspirasi yang berkembang dikalangan bawah ini. >>Selagi Habibie yang dianggap oleh sebagian kecil elit kekuasaan dan elit >>massa saja tidak 'legitamed' itu sudah kesulitan menjalankan roda >>Pemerintahan, apalah lagi kelak bila Bu Megawati dipaksakan naik jadi >>Presiden, pasti kerepotannya bisa luar biasa ..... bahkan bisa-bisa PDI >>Perjuangan mereka habisi ke akar-akarnya seperti PKI dulu. Meskipun UUD'45 >>tidak mensyaratkan seorang Presiden RI harus beragama tertentu karena RI >>bukan negara agama, tetapi akar budaya setempat tidak bisa kita abaikan. Di >>Amerika Serikat saja tak ada larangan kaum kulit hitam jadi Presiden AS, >>tetapi bisakah mereka memilih dan beranikah mereka mengangkat orang kulit >>hitam sebagai kepala negaranya? Sama halnya di Inggris, beranikah mereka >>mengangkat seorang katholik menjadi Perdana Menterinya meskipun UU disana >>tidak mensyaratkan seorang PM Inggris harus beragam kristen-protestan? >>Demikian pula di Indonesia, UUD kita tak ada mencantumkan calon Presiden >>harus beragama Islam dan Pria, tapi beranikah kita memaksakan kehendak yang >>naik jadi Presiden RI seorang non-muslim dan wanita? >> >>Paulus Hendriyanto, Keuskupan SEMARANG, Jawa-Tengah, Indonesia. >>
