;-)
Saya tertarik membaca (dan mengomentari) artikel Jakarta Post
berikut ini. Komentar saya sisipkan saja di antara artikel
(yg menjorok ke tengah itu milik saya). Sebelumnya mungkin
perlu saya beritahukan dulu kecondongan saya: andaikan
pilihan presiden cuma ada tiga: Mega, Amien, dan Habibie.
Tiga-tiganya is okay (dg skor c-minus, atau pake termnya
Amien Rais: 'kelas bulu'), tapi preference saya, urutannya:
A, M, H. Yg beda kecondongan dan bobot nilai (yg c minus
itu tadi), please jangan protes.
---
PAN weighs pluses and minuses of coalition allies
16 June 1999
JAKARTA (JP): Amien Rais is in a quandary over which parties his reformist
National Mandate Party (PAN) may eventually join in a coalition. He fears
the party could be overshadowed in a tie-up either with Golkar or the
Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI Perjuangan).
Yw: Saya mikir-mikir, kalo saya menempatkan diri di posisi PAN:
Kenapa PAN nggak memantapkan koalisi dg PK dan PPP saja?
Saya pikir koalisi PAN+PPP+PK ini paling tidak bisa jadi
solid.
Meraih mayoritas di parlemen (dalam hal jumlah kursi)
sih rada impo daripada sibel; tapi utk menggolkan Amien Rais
jadi presiden,... masih mungkin. Sebagian orang Golkar,
saya pikir (kalo kejadian voting AR vs. MS) akan condong ke
AR drpd MS. Kalo kejadian AR jadi presiden, secara sistemik
bagus. AR yg presiden, tapi parlemen dikuasai oleh kelompok
pengimbang (pihak lain). Jadi rakyat insya Allah, tdk akan
jadi bulan-bulanan.
Atau kalopun gagal jadi presiden, ya udah, nggak usah bingung.
Wong emang perolehan suara cuma segitu... Ibarat pepatah Madura:
Mbayar lima ngatus, njaluk slamet... Perolehan suara cuma segitu,
ya jangan muluk-muluk. Pemilihan presiden kan bukan cuma sekali
ini. Masih ada pemilihan-pemilihan presiden yg akan lewat...
Malah kalo MS jadi presiden, AR and Co. solid di parlemen,
terjadi lagi pengimbangan. Dan lagi-lagi, rakyat yg seneng.
Karena insya Allah tdk akan jadi bulan-bulanan penguasa
yg kekuasaannya terpusat...
"We are facing a dilemma here," Amien told The Jakarta Post on Tuesday. "If
we form a coalition with PDI Perjuangan and become its junior partner in
the administration, many of our ideas would be trampled upon.
Yw: Ya, kalo AR pinginnya: now or never (jadi presiden), ya pusing.
Kalo boleh memberi rekomendasi buat AR, rekomendasinya ya:
"... Jadikanlah sabar (nunggu sampe periode berikutnya)
menjadi penolongmu."
"On the other hand, if we join Golkar, then we'd drown and there'd be no
future for the reform movement."
Yw: Kalo gabung Golkar, bisa sih bisa, tapi banyak orang (rakyat)
akan merasa dibohongi. Dan nantinya bakalan jadi presiden
mandul... (sulit bergerak). Itupun kalo jadi. Kalo nggak jadi...
dan rakyat telanjur terbohongi, ya artinya nggak akan jadi
selamanya...
dst. Udah dulu, deh, komentarnya, capek.
;-)