Duh..duh...kok jadi kemasalah masalah pribadi nih yang diungkit ungkit. Emangnya siapa yang bekas pembantu rumah tangga. susah deh ngomong di forum ini salah terima melulu. Email ku yang masalah pembantu rumah tangga-kan untuk menanggapi si Efron yang bilang gue ini "kere munggah bale",dan lagi pula cuma iseng aja kasih komentarnya, pura pura diri jadi mantan PR abis anggapannya kejem banget sih "kere munggah bale" kayaknya serem amat gitu, jadi ya di iya-in aja. Tapi nggak apa apa kok mending dianggap rendahan begitu daripada diangkat tinggi tinggi nanti jatuh keblinger. Terima kasih deh sarannya untuk menimba ilmu lagi, Jangan kuatir kalau saya ini orangnya "agresif" sama ilmu. eh.. saya juga dapat ilmu dari kalian juga loh, terima kasih atas informasinya selama ini. Ntar kalau ada menarik nanti aku usulin ke redaksiku supaya bisa jadi bahan laporan utama majalahku(oh..oh..kelepasan ngomong). Masalah debat, agama dll, kalau menurut gue sejak dulu memang nggak perlu terlalu diributkan. Kalau memang ada hal yang perlu didiskusikan ya diskusikan asalkan dilakukan dengan pengertian, ini hanya sekedar diskusi. Kita ini khan udah dewasa, apalagi katanya banyak yang S2,S3 dll, berarti udah bisa dong membedakan, oh ini pertanyaan dan diskusinya anak anak SMA, orang kuliahan dsb. Kalau nggak suka diskusinya ya masukin aja ke tong sampah. Iseng itu kadang perlu supaya terhindar dari stress. Asalkan bertanggung jawab, seperti gue ini sekedar iseng, tapi bertanggung jawab, ngakuin, dimarahin .....ya nerima aja... paling paling bales dengan tulisan, iya nggak bung Ramadhan Pohan? ???????????????? Lagi pula email-email terdahulu khan pendapat mengenai pola tingkah sang calon pemimpin, wajar dong kita mengomentari calon pemimpin, lha wong dia akan menjadi calon orang nomor satu bangsa Indonesia ya pantas aja disorot , baik secara pribadi maupun ecara umum, saya kira sah sah saja, namanya negara demokrasi. Kecuali kalau kalian menyerang pribadi saya baru itu tidak ada kerjaan, ngapain nyerang saya, lha wong banyak hal lain, yang lebih penting yang butuh diurusin kok. Lagian saya nulis tentang agama, karena untuk menjawab pertanyaan bung Irwan yang sopan namun memaksa, sehingga mau tidak mau hamba yang tidak tahu menahu soal agama terpaksa keteteran. Bisa saja aya bilang udah deh Irwan kamu nggak bakalan mengerti, tetapi tidak saya lakukan, dengan sabar saya jelaskan meskipun tidak detail, karena saya menghormati kalian semua. Boy, (saya jadi nggak berani manggil adik lagi, takut dimarahin bung Efron)pakai pedoman, warna rambut boleh sama hitam, tapi isi kepala beda beda, jadinya kita bisa menghormati orang lain, bagaimanapun konyolnya ide atau pendapat tersebut. eh ngomong ngomong apa tulisan saya selama ini kayak tulisan pembantu rumah tangga, malu-maluin juga deh, nih muka mau ditaruh dimana............ yuni Boy anderesta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Begitu banyak tanggapan atas usulan saya kepada Admin, dan saya pikir ada baiknya saya coba membalas semua tanggapan yang akan dirangkum dalam satu email balasan yang singkat ini. Begini, sepanjang yang saya dan teman teman mahasiswa yang lain ketahui, permias mailing list adalah sebuah forum dimana mahasiswa di Amerika dapat berbagi informasi, jadi sifatnya tertutup seperti mailing list permias Cleveland yang di Admin sama si babeh Irwan napitupulu. Namun setelah dua tahun lalu dibuka, kelihatannya permias mailing list malah menjadi seperti mailing list apakabar dan sebagainya yang kadang kadang isi nya sangat tidak sesuai dengan semangat kemahasiswaan. Yang saya maksud tidak sesuai antara lain adalah debat agama ( Pastinya antara Islam-Kristen), berargumen ( berantem? ) tentang sukuisme, ras ( Cina- Pribumi ) dan perdebatan yang menyerang individual. Hal inilah yang sangat saya TENTANG sebenarnya. Dan juga kalau boleh dibilang, saya sudah sangat MUAK dengan debat agama dimana kami disini setiap tahunnya disuapi perdebatan agama yang tak kunjung habis. Taruh lah kalau Blucer Radjagukguk adalah seorang Kristen dan Muhammad Rosadi adalah seorang Islam, saya tidak akan peduli akan agama yang mereka anut. Namun apabila Blucer sudah mengargumenan agamanya ( Misalnya tentang Ketuhanan Yesus, apa artinya diselamatkan dsb ) dan Rosadi sudah membicarakan tentang Kepemimpinan dalam Islam dan sebagainya, saya mulai merasa terusik. Bahwa menurut hemat saya, prinsip dalam agama lebih baik tidak usah ditonjolkan. Kenapa? Karena tak akan ada yang peduli! Apa yang dikatakan Ibu Yuni tentang Islam tidak akan diterima oleh Irwan napitupulu dan apa yang dikatakan tentang Kristen oleh Irwan pun tidak akan diterima oleh Ibu Yuni, karena ini masalah prinsip. So why bother? Mahasiswa di Amerika tidak butuh perdebatan agama. Cukup sudah! Yang kami butuhkan adalah info sehari hari yang berguna untuk "survive" di perantauan ini. Jadi kami ingin mengusulkan agar mailing list ini tetap konsisten di jalurnya, yaitu sebagai sarana informasi intern bagi mahasiswa di Amerika. Atas saran Mas Jaya tentang forum@, sudah saya sampaikan kepada yang bersangkutan, yaitu Ketua Permias kami. Apakah dia sudah subscribe atau belum itu saya tidak tahu menahu. Andaikata, apabila, kalau dan umpamanya: Mailing list ini tetap dibuka untuk umum, sudilah kiranya Kongres atau para pengurus permias lokal untuk memikirkan suatu wadah baru yang khusus hanya untuk para mahasiswa di Amerika. Menggunakan forum@ sebagainya pengganti permias mailing list mungkin adalah sebuah jalan keluar apabila banyak oknum disini, atas nama " demokrasi " lebih mengutamakan debat kusir daripada informasi yang bermanfaat bagi para mahasiswa. Terakhir saya ingin menjawab email Ibu Yuni Wilcox, Sebenarnya keisengan Ibu Yuni menurut hemat saya bukan sesuatu yang patut diperdebatkan diforum ini. Tapi adakah baiknya apabila Ibu berbagi informasi daripada mengobok ngobok di air keruh. Ibu tentu faham kan? Dan Ibu pada email terdahulu telah mengemukakan latar belakang Ibu yang adalah seorang pembantu rumah tangga yang diambil istri oleh expatriat. Saya tidak mengerti apakah benar atau tidak, namun alangkah lebih baiknya juga Ibu mengisi waktu Ibu disini untuk mendalami ilmu pengetahuan dibanding melakukan keisengan keisengan dimailing list seperti ini. Andaikata Ibu Yuni tidak setuju, maka itu terserah kebijaksanaan Ibu Yuni sendiri. Demikian, saya ingin mengakhiri email saya dan tidak akan menjawab tanggapan lagi oleh karena kesibukan dikampus. Harapan saya, kongres nanti bisa memberikan jalan keluar atas nasib mailing list ini yang berpayung dibawah organisasi Permias. Boy ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com.
