Begitu banyak tanggapan atas usulan saya kepada Admin, dan saya pikir ada
baiknya saya coba membalas semua tanggapan yang akan dirangkum dalam satu
email balasan yang singkat ini.

Begini, sepanjang yang saya dan teman teman mahasiswa yang lain ketahui,
permias mailing list adalah sebuah forum dimana mahasiswa di Amerika dapat
berbagi informasi, jadi sifatnya tertutup seperti mailing list permias
Cleveland yang di Admin sama si babeh Irwan napitupulu. Namun setelah dua
tahun lalu dibuka, kelihatannya permias mailing list malah menjadi seperti
mailing list apakabar dan sebagainya yang kadang kadang isi nya sangat tidak
sesuai dengan semangat kemahasiswaan.

Yang saya maksud tidak sesuai antara lain adalah debat agama ( Pastinya
antara Islam-Kristen), berargumen ( berantem? ) tentang sukuisme, ras ( Cina-
Pribumi ) dan perdebatan yang menyerang individual. Hal inilah yang sangat
saya TENTANG sebenarnya. Dan juga kalau boleh dibilang, saya sudah sangat
MUAK dengan debat agama dimana kami disini setiap tahunnya disuapi perdebatan
agama yang tak kunjung habis. Taruh lah kalau Blucer Radjagukguk adalah
seorang Kristen dan Muhammad Rosadi adalah seorang Islam, saya tidak akan
peduli akan agama yang mereka anut. Namun apabila Blucer sudah mengargumenan
agamanya ( Misalnya tentang Ketuhanan Yesus, apa artinya diselamatkan dsb )
dan Rosadi sudah membicarakan tentang Kepemimpinan dalam Islam dan
sebagainya, saya mulai merasa terusik.

Bahwa menurut hemat saya, prinsip dalam agama lebih baik tidak usah
ditonjolkan.
Kenapa? Karena tak akan ada yang peduli! Apa yang dikatakan Ibu Yuni tentang
Islam tidak akan diterima oleh Irwan napitupulu dan apa yang dikatakan
tentang Kristen oleh Irwan pun tidak akan diterima oleh Ibu Yuni, karena ini
masalah prinsip.

So why bother?

Mahasiswa di Amerika tidak butuh perdebatan agama. Cukup sudah!
Yang kami butuhkan adalah info sehari hari yang berguna untuk "survive" di
perantauan ini. Jadi kami ingin mengusulkan agar mailing list ini tetap
konsisten di jalurnya, yaitu sebagai sarana informasi intern bagi mahasiswa
di Amerika.

Atas saran Mas Jaya tentang forum@, sudah saya sampaikan kepada yang
bersangkutan, yaitu Ketua Permias kami. Apakah dia sudah subscribe atau belum
itu saya tidak tahu menahu.

Andaikata, apabila, kalau dan umpamanya: Mailing list ini tetap dibuka untuk
umum, sudilah kiranya Kongres atau para pengurus permias lokal untuk
memikirkan suatu wadah baru yang khusus hanya untuk para mahasiswa di
Amerika. Menggunakan forum@ sebagainya pengganti permias mailing list mungkin
adalah sebuah jalan keluar apabila banyak oknum disini, atas nama " demokrasi
" lebih mengutamakan debat kusir daripada informasi yang bermanfaat bagi para
mahasiswa.

Terakhir saya ingin menjawab email Ibu Yuni Wilcox,
Sebenarnya keisengan Ibu Yuni menurut hemat saya bukan sesuatu yang patut
diperdebatkan diforum ini. Tapi adakah baiknya apabila Ibu berbagi informasi
daripada mengobok ngobok di air keruh. Ibu tentu faham kan? Dan Ibu pada
email terdahulu telah mengemukakan latar belakang Ibu yang adalah seorang
pembantu rumah tangga yang diambil istri oleh expatriat. Saya tidak mengerti
apakah benar atau tidak, namun alangkah lebih baiknya juga Ibu mengisi waktu
Ibu disini untuk mendalami ilmu pengetahuan dibanding melakukan keisengan
keisengan dimailing list seperti ini. Andaikata Ibu Yuni tidak setuju, maka
itu terserah kebijaksanaan Ibu Yuni sendiri.

Demikian, saya ingin mengakhiri email saya dan tidak akan menjawab tanggapan
lagi oleh karena kesibukan dikampus. Harapan saya, kongres nanti bisa
memberikan jalan keluar atas nasib mailing list ini yang berpayung dibawah
organisasi Permias.



Boy

Kirim email ke