Assalamualikum wr.wb
Rekan-rekan sekalian,
Sebenarnya saya agak segan menanggapi usulan penutupan milis permias ini.
Tapi berhubung nama saya disebut-sebut oleh rekan Boy anderesta (adeknya si
Opie ya...?)dalam emailnya, ya terpaksa deh saya jadi ikutan..:).
Berikut tanggapan saya atas email rekan Boy.
Boy nulis :
====disetip====
>Namun setelah dua >tahun lalu dibuka, kelihatannya permias mailing >list
>malah menjadi seperti >mailing list apakabar dan sebagainya yang >kadang
>kadang isi nya sangat tidak sesuai dengan semangat >kemahasiswaan. >Yang
>saya maksud tidak sesuai antara lain adalah >debat agama ( Pastinya antara
>Islam-Kristen), berargumen(berantem?) >tentang sukuisme, ras ( Cina-
>Pribumi ) dan perdebatan yang >menyerang individual. Hal inilah yang sangat
>saya TENTANG sebenarnya. >Dan juga kalau boleh dibilang, saya sudah sangat
>MUAK dengan debat >agama dimana kami disini setiap tahunnya disuapi
>perdebatan agama >yang tak kunjung habis.
Rekan Boy...,
Saya kurang mengerti dengan maksud anda tentang semangat kemahasiswaan.
Mengapa kita tidak boleh berdiskusi tentang agama, suku, ras, dan
perbedaan-perbedaan lainnya..? Bukankah kita bangsa Indonesia (including
mahasiswa Indonesia di AS ini) memiliki perbedaan-perbedaan yg tidak mungkin
kita hilangkan begitu saja? Jadi mengapa kita harus bersikap seolah-olah
tidak ada perbedaan diantara kita...?
Saya kira inti masalahnya BUKAN terletak pada sesuai atau tidaknya kita
membicarakan atau mendiskusikan perbedaan-perbedaan tsb di milis ini, tapi
bisa tidaknya kita menyikapi dan mendiskusikan perbedaan diantara kita
(agama,suku, ras) dengan cara yg arif dan bijaksana, tanpa menyinggung
perasaan kawan diskusi kita. Ini saja mungkin yang masih menjadi masalah.
Rekan Boy,
Saya sependapat dengan anda bahwa dalam berdiskusi atau berdebat sebaiknya
kita tidak menyerang individu seseorang (nothing personal gitu lah...).
Hanya mungkin untuk sampai ke taraf diskusi/debat yang seperti ini kita
masih butuh waktu. Kita masih perlu banyak belajar untuk saling membuka diri
terhadap perbedaan-perbedaan yg ada, tanpa harus merasa terusik karenanya.
Kebijakan mantan pemerintah orde baru dulu yg selalu meredam dan
menutup-nutupi segala macam perbedaan-perbedaan yg ada di masyarakat,
rupanya masih membawa pengaruh yg cukup besar sampai sekarang. Walaupun era
reformasi telah digulirkan dan rejim orba telah jatuh, banyak masyarakat
kita yang rupanya "tidak siap" dan belum terbiasa dengan berbagai macam
perubahan yg terjadi, termasuk dalam menyikapi perbedaan ini. Kita yang
selama masa rejim orba berkuasa selalu dipaksakan untuk "SELALU SAMA",
menjadi risih, kikuk dan terusik, tatkala perbedaan-perbedaan yg memang ada
diantara kita (agama,suku, ras,dsb) mulai dibicarakan. Tapi tidak mengapa,
dengan sedikit kedewasaan dan kelapangan dada, Insya Allah lambat laun kita
akan mulai terbiasa dengan hal-hal yg demikian ini.
Boy nulis lagi :
>Taruh lah kalau Blucer Radjagukguk adalah
>seorang Kristen dan Muhammad Rosadi adalah seorang Islam, saya tidak >akan
> >peduli akan agama yang mereka anut. Namun apabila Blucer sudah
>mengargumenan >agamanya ( Misalnya tentang Ketuhanan Yesus, apa artinya
>diselamatkan dsb ) >dan Rosadi sudah membicarakan tentang Kepemimpinan
>dalam Islam dan >sebagainya, saya mulai merasa terusik.
Ah.., mungkin itu karena anda belum terbiasa saja. Bagi saya pribadi tidak
menjadi soal jika teman saya si blucer beragumen tentang agamanya (seperti
membicarakan tentang Ketuhanan Yesus, dsb). Saya yang muslim ini tidak
merasa terusik sama sekali, karena bagi saya apa yg disampaikan oleh rekan
blucer tsb adalah keyakinannya sendiri yg harus dihormati. Atau kalau dengan
meminjam bahasa Al-qur'an istilahnya:
"Lakum Diinukum Waaliyadiin" = Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Boy masih nulis :
>Bahwa menurut hemat saya, prinsip dalam agama lebih baik tidak usah
>ditonjolkan.>Kenapa? Karena tak akan ada yang peduli! Apa yang dikatakan
>Ibu Yuni tentang >Islam tidak akan diterima oleh Irwan napitupulu dan apa
>yang dikatakan >tentang Kristen oleh Irwan pun tidak akan diterima oleh Ibu
>Yuni, karena ini
>masalah prinsip.
Mungkin anda ada benarnya. Tapi tidak selalu kan membicarakan masalah agama
dikaitkan dengan penerimaan orang lain atas prinsip suatu agama..? bukankah
dengan membicarakan masalah agama kita dapat membuka dialog yg lebih baik
dengan penganut agama lain? bukankah dengan memberikan informasi yang benar
ttg agama yg kita anut, kita dapat mengoreksi pandangan yg keliru ttg agama
atau umat agama kita. Dan demikian pula sebaliknya. Masalah orang lain mau
terima atau tidak itu soal lain, karena toh dalam diskusi agama seperti ini
tidak ada yang namanya pemaksaan. You mau terima silahkan, tidak juga tidak
apa-apa.
Boy tetep nulis :
>So why bother?
>Mahasiswa di Amerika tidak butuh perdebatan agama. Cukup sudah!
>Yang kami butuhkan adalah info sehari hari yang berguna untuk >"survive" di
> >perantauan ini. Jadi kami ingin mengusulkan agar >mailing list ini tetap
> >konsisten di jalurnya, yaitu sebagai sarana informasi intern bagi
>mahasiswa >di Amerika.
Perdebatan agama mungkin tidak perlu, tapi informasi/pengetahuan tentang
agama saya rasa sangat penting. Janganlah karena kita bersekolah di Amerika
ini lantas membuat kita menjadi sombong dan seenaknya saja melupakan
aturan-aturan Sang pencipta alam semesta ini. Justru untuk bisa "survive" di
Amerika yang penuh dengan godaan dan cobaan ini, agama menjadi suatu hal yg
paling penting untuk membentengi diri kita dari pengaruh-pengaruh negatif yg
ada. Informasi dan pengetahuan agama selain akan menambah pengetahuan dan
pemahaman agama kita (yg mungkin masih sangat minim), juga akan memotivator
diri kita untuk selalu dekat kepadaNya, baik dikala senang maupun susah.
Bukankah hanya kepada Dia (Allah swt)semata tempat kita bergantung dan
meminta pertolongan serta pertunjuk..???
Demikianlah tanggapan saya atas email rekan Boy ini, semoga dapat berguna
bagi kita semua (amien).
Selain itu pada kesempatan ini saya ingin pamit dari milis permias@, karena
kesibukan saya yg cukup banyak akhir-akhir ini. Selama menjadi anggota di
milis ini cukup banyak rasanya informasi dan pengetahuan yang saya dapatkan.
Dan satu hal lagi, kenalan dan teman pun menjadi bertambah, walau cuma
berkomunikasi via internet.
Terima kasih banyak kepada rekan-rekan yang selama ini telah banyak
memberikan masukan dan kritik kepada saya. Dan tentu tak lupa saya juga
memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan semua atas
tulisan-tulisan saya yg mungkin kurang berkenan dihati rekan-rekan sekalian.
Buat Lae Blucer,lae Irwan,bung Efron,bung Pattiwael, bung indi (udah cabut
ya..?),bung Ichwan, bung Ian, bung Yusuf, daeng Ida,mbak yuni, bung
hadeer,bung dedy, bung bridwan,bung adri,bung pohan,bung okki, bung ali,
bung brawijaya,dan bung serta mbak yg lainnya, maafinnnn ane yeee kalau
selama ini ade kate-kate yg mungkin bikin ente pade tersinggung,melotot,
kebakaran jenggot,kebelet(ada nggak ya..?),naik darah, atau bahkan
stress..hehehheheh. Namanye juge manusie.., nggak luput dari sale (bukan
pisang sale loh..:). Sekali lagi maapin yeeeee.....:-)
Wassalam,
Mohamad Rosadi
(Lagi sibuk nyari "Daftar Gaji bulanan"-nya permias@...:)
=======disetip=====
>Boy
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com