Sebaiknya saya enggak usah jawab karena esensinya banyak dijawab sama teman saya
si Rosadi. Namun berhubung nama saya disebut pernah membahas soal Ketuhanan
Yesus, saya jadi bertanya kapan yah saya membahas itu. Seingat saya kalau tidak
ada pertanyaan dari kawan muslim, saya tidak pernah membahas masalah itu. Apa
bung Boy punya data atau hanya sekedar permisalan? Ini untuk klarifikasi saja.

Blucer

Mohammad Rosadi wrote:

> Assalamualikum wr.wb
>
> Rekan-rekan sekalian,
>
> Sebenarnya saya agak segan menanggapi usulan penutupan milis permias ini.
> Tapi berhubung nama saya disebut-sebut oleh rekan Boy anderesta (adeknya si
> Opie ya...?)dalam emailnya, ya terpaksa deh saya jadi ikutan..:).
>
> Berikut tanggapan saya atas email rekan Boy.
>
> Boy nulis :
> ====disetip====
> >Namun setelah dua >tahun lalu dibuka, kelihatannya permias mailing >list
> >malah menjadi seperti >mailing list apakabar dan sebagainya yang >kadang
> >kadang isi nya sangat tidak sesuai dengan semangat >kemahasiswaan. >Yang
> >saya maksud tidak sesuai antara lain adalah >debat agama ( Pastinya antara
> >Islam-Kristen), berargumen(berantem?) >tentang sukuisme, ras ( Cina-
> >Pribumi ) dan perdebatan yang >menyerang individual. Hal inilah yang sangat
> >saya TENTANG sebenarnya. >Dan juga kalau boleh dibilang, saya sudah sangat
> >MUAK dengan debat >agama dimana kami disini setiap tahunnya disuapi
> >perdebatan agama >yang tak kunjung habis.
>
> Rekan Boy...,
> Saya kurang mengerti dengan maksud anda tentang semangat kemahasiswaan.
> Mengapa kita tidak boleh berdiskusi tentang agama, suku, ras, dan
> perbedaan-perbedaan lainnya..? Bukankah kita bangsa Indonesia (including
> mahasiswa Indonesia di AS ini) memiliki perbedaan-perbedaan yg tidak mungkin
> kita hilangkan begitu saja? Jadi mengapa kita harus bersikap seolah-olah
> tidak ada perbedaan diantara kita...?
> Saya kira inti masalahnya BUKAN terletak pada sesuai atau tidaknya kita
> membicarakan atau mendiskusikan perbedaan-perbedaan tsb di milis ini, tapi
> bisa tidaknya kita menyikapi dan mendiskusikan perbedaan diantara kita
> (agama,suku, ras) dengan cara yg arif dan bijaksana, tanpa menyinggung
> perasaan kawan diskusi kita. Ini saja mungkin yang masih menjadi masalah.
>
> Rekan Boy,
> Saya sependapat dengan anda bahwa dalam berdiskusi atau berdebat sebaiknya
> kita tidak menyerang individu seseorang (nothing personal gitu lah...).
> Hanya mungkin untuk sampai ke taraf diskusi/debat yang seperti ini kita
> masih butuh waktu. Kita masih perlu banyak belajar untuk saling membuka diri
> terhadap perbedaan-perbedaan yg ada, tanpa harus merasa terusik karenanya.
> Kebijakan mantan pemerintah orde baru dulu yg selalu meredam dan
> menutup-nutupi segala macam perbedaan-perbedaan yg ada di masyarakat,
> rupanya masih membawa  pengaruh yg cukup besar sampai sekarang. Walaupun era
> reformasi telah digulirkan dan rejim orba telah jatuh, banyak masyarakat
> kita yang rupanya "tidak siap" dan belum terbiasa dengan berbagai macam
> perubahan yg terjadi, termasuk dalam menyikapi perbedaan ini. Kita yang
> selama masa rejim orba berkuasa selalu dipaksakan untuk "SELALU SAMA",
> menjadi risih, kikuk dan terusik, tatkala perbedaan-perbedaan yg memang ada
> diantara kita (agama,suku, ras,dsb) mulai dibicarakan. Tapi tidak mengapa,
> dengan sedikit kedewasaan dan kelapangan dada, Insya Allah lambat laun kita
> akan mulai terbiasa dengan hal-hal yg demikian ini.
>
> Boy nulis lagi :
>
> >Taruh lah kalau Blucer Radjagukguk adalah
> >seorang Kristen dan Muhammad Rosadi adalah seorang Islam, saya tidak >akan
> > >peduli akan agama yang mereka anut. Namun apabila Blucer sudah
> >mengargumenan >agamanya ( Misalnya tentang Ketuhanan Yesus, apa artinya
> >diselamatkan dsb ) >dan Rosadi sudah membicarakan tentang Kepemimpinan
> >dalam Islam dan >sebagainya, saya mulai merasa terusik.
>
> Ah.., mungkin itu karena anda belum terbiasa saja. Bagi saya pribadi tidak
> menjadi soal jika teman saya si blucer beragumen tentang agamanya (seperti
> membicarakan tentang Ketuhanan Yesus, dsb). Saya yang muslim ini tidak
> merasa terusik sama sekali, karena bagi saya apa yg disampaikan oleh rekan
> blucer tsb adalah keyakinannya sendiri yg harus dihormati. Atau kalau dengan
> meminjam bahasa Al-qur'an istilahnya:
>
> "Lakum Diinukum Waaliyadiin" = Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
>
> Boy masih nulis :
> >Bahwa menurut hemat saya, prinsip dalam agama lebih baik tidak usah
> >ditonjolkan.>Kenapa? Karena tak akan ada yang peduli! Apa yang dikatakan
> >Ibu Yuni tentang >Islam tidak akan diterima oleh Irwan napitupulu dan apa
> >yang dikatakan >tentang Kristen oleh Irwan pun tidak akan diterima oleh Ibu
> >Yuni, karena ini
> >masalah prinsip.
>
> Mungkin anda ada benarnya. Tapi tidak selalu kan membicarakan masalah agama
> dikaitkan dengan penerimaan orang lain atas prinsip suatu agama..? bukankah
> dengan membicarakan masalah agama kita dapat membuka dialog yg lebih baik
> dengan penganut agama lain? bukankah dengan memberikan informasi yang benar
> ttg agama yg kita anut, kita dapat mengoreksi pandangan yg keliru ttg agama
> atau umat agama kita. Dan demikian pula sebaliknya. Masalah orang lain mau
> terima atau tidak itu soal lain, karena toh dalam diskusi agama seperti ini
> tidak ada yang namanya pemaksaan. You mau terima silahkan, tidak juga tidak
> apa-apa.
>
> Boy tetep nulis :
> >So why bother?
> >Mahasiswa di Amerika tidak butuh perdebatan agama. Cukup sudah!
> >Yang kami butuhkan adalah info sehari hari yang berguna untuk >"survive" di
> > >perantauan ini. Jadi kami ingin mengusulkan agar >mailing list ini tetap
> > >konsisten di jalurnya, yaitu sebagai sarana informasi intern bagi
> >mahasiswa >di Amerika.
>
> Perdebatan agama mungkin tidak perlu, tapi informasi/pengetahuan tentang
> agama saya rasa sangat penting. Janganlah karena kita bersekolah di Amerika
> ini lantas membuat kita menjadi sombong dan seenaknya saja melupakan
> aturan-aturan Sang pencipta alam semesta ini. Justru untuk bisa "survive" di
> Amerika yang penuh dengan godaan dan cobaan ini, agama menjadi suatu hal yg
> paling penting untuk membentengi diri kita dari pengaruh-pengaruh negatif yg
> ada. Informasi dan pengetahuan agama selain akan menambah pengetahuan dan
> pemahaman agama kita (yg mungkin masih sangat minim), juga akan  memotivator
> diri kita untuk selalu dekat kepadaNya, baik dikala senang maupun susah.
> Bukankah hanya kepada Dia (Allah swt)semata tempat kita bergantung dan
> meminta pertolongan serta pertunjuk..???
>
> Demikianlah tanggapan saya atas email rekan Boy ini, semoga dapat berguna
> bagi kita semua (amien).
>
> Selain itu pada kesempatan ini saya ingin pamit dari milis permias@, karena
> kesibukan saya yg cukup banyak akhir-akhir ini. Selama menjadi anggota di
> milis ini cukup banyak rasanya informasi dan pengetahuan yang saya dapatkan.
> Dan satu hal lagi, kenalan dan teman pun menjadi bertambah, walau cuma
> berkomunikasi via internet.
>
> Terima kasih banyak kepada rekan-rekan yang selama ini telah banyak
> memberikan masukan dan kritik kepada saya. Dan tentu tak lupa saya juga
> memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan semua atas
> tulisan-tulisan saya yg mungkin kurang berkenan dihati rekan-rekan sekalian.
> Buat Lae Blucer,lae Irwan,bung Efron,bung Pattiwael, bung indi (udah cabut
> ya..?),bung Ichwan, bung Ian, bung Yusuf, daeng Ida,mbak yuni, bung
> hadeer,bung dedy, bung bridwan,bung adri,bung pohan,bung okki, bung ali,
> bung brawijaya,dan bung serta mbak yg lainnya, maafinnnn ane yeee kalau
> selama ini ade kate-kate yg mungkin bikin ente pade tersinggung,melotot,
> kebakaran jenggot,kebelet(ada nggak ya..?),naik darah, atau bahkan
> stress..hehehheheh. Namanye juge manusie.., nggak luput dari sale (bukan
> pisang sale loh..:). Sekali lagi maapin yeeeee.....:-)
>
> Wassalam,
> Mohamad Rosadi
> (Lagi sibuk nyari "Daftar Gaji bulanan"-nya permias@...:)
>
> =======disetip=====
> >Boy
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke