Coba baca pasal 37 UUD 45 Problemnya aku nggak ada UUD 45 ditangan, aku sudah menghubungi orang konsulat untuk minta tolong bacain, eh mereka juga nggak punya. Jadi kalau adayang punya tolong dikutipin, supaya jelas. dan juga TAP MPR no. 4/1983 ttg Referendum sudah dicabut dengan TAP MPR no. 8/1998 Cuma sekarang fakta di Indonesia menunjukkan bahwa hukum tuh campur-aduk, kacau-balau. sudah pada baca pernyataan Arbi Sanit ttg usul Gus Dur untuk meemisahkan kepala negara dan kepala pemerintah ? Arbi Sanit malah bilang : Itu ide dari orang yang tidak tahu tata negara tampaknya Arbi Sanit yang tidak tahu tata negara. Merasa dirinya pinter lagi ..cek..cek..cek.. wah.. cek.. cek.. mantap amat, ngeingetin cecak didinding....he..he..he.. belum, saya belum baca. Itulah problemnya sebagian orang orang kita ini begitu takut akan suatu perubahan, begitu ada yang ngusulin aneh sedikit dari yang sudah sudah, dianggap anti Pancasila lah, anti UUd 45 lah dsb. Seharusnya kita menyadari bahwa segala sistem maupun peraturan yang ada adalah dibikin untuk kesejahteraan bersama, kalaupun toh dianggap sudah tidak dapat mewakili aspirasi bangsa dan negara, atau ada usulan lain yang dianggap lebih cocok dari aturan yang lama, seharusnya ya diterima, atau paling tidak dipertimbangkan, nggak langsung dicap nggak nasionalis, anti demokrasi, anti Pancaila dll. Seperti halnya Sarwono Kusumaatmaja yang menganggap gila adanya usulan perubahan UUD 45, memangnya kalau ada pemikiran yang lebih bagus kenapa tidak???????? Jerman, Perancis, Inggris, Spanyol, Benelux, Austria, dll semua menganut sistem pemisahan kepala negara dan pemerintahan. Mungkin yang Arbi Sanit bilang seperti itu karena dianggap Gus Dur menyimpang dari UUD 45. Karena dalam UUD 45 Persiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kalau sampai ada pemisahan kepala pemerintahan & negara berarti harus melakukan perubahan dalam UUD 45. Saya nggak keberatan mau diutak atik gimana juga, wong cuma sekedar peraturan. Mana yang lebih penting mengkeramatkan sesuatu atau kesejahteraan bangsa???????? Kalau bisa dicapai dua duanya , baguslah, tetapi kalau tidak ya satu satulah, jangan memaksakan diri. cek..cek..cek.. makin prihatin nih sama keadaan Indonesia. lha wong orang yang ngakunya intelektuel mutunya cuma segitu. Saya juga prihatin. Nah, orang orang seperti andalah yang nantinya cocok menggantikan Arbi Sanit,.............iya nggak???????? (smile) Johnson Chandra Yuni ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com.
