Yang bener nih??????????????? Yuni Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: erwin <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, June 18, 1999 7:16 PM Subject: [ITB] Fw: CALON PRESIDEN PDI PERJUANGAN TERNYATA:... TRI SUTRISNO? TRY SUTRISNO CALON PRESIDEN PDI PERJUANGAN Setelah melalui perdebatan panjang, rapat pleno PDI-Perjuangan yang berlangsung akhir pekan ini akhirnya memutuskan Try Sutrisno sebagai calon Presiden RI ke-4 Sikap optimis PDI Perjuangan untuk keluar sebagai partai peraih terbanyak pada Pemilu 1999, telah diperlihatkan oleh DPP Partai tersebut dengan mulai menyusun strategi untuk menggolkan Capres PDI Perjuangan sebagai Presiden RI dalam periode pemerintahan mendatang. Akhir pekan ini DPP PDI Perjuangan telah mengadakan rapat pleno yang di antaranya dihadiri oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati S dan Ketua Balitbang Kwik Kian Gie untuk membahas Calon Presiden PDI Perjuangan yang sesungguhnya yang akan diorbitkan dalam Sidang Umum (SU) mendatang. Hal yang mengejutkan dalam rapat pleno yang berlangsung di Kantor DPP-P Jl. Lenteng Agung itu adalah ketika Kwik Kian Gie mengusulkan agar Megawati menarik diri dari pencalonan jabatan Presiden sehubungan dengan adanya jabatan lain yang lebih tepat untuknya, seperti Ketua DPR/MPR. Tampaknya dalam kaitan ini, penetapan Mega sebagai Capres PDI Perjuangan menjelang berlangsungnya Pemilu 1999 kemarin, adalah merupakan strategi untuk menjadikan putri mantan Presiden RI tersebut hanya sebagai "vote getter" untuk memenangkan PDI-P dalam perolehan suara. Setelah strategi tersebut terlihat membuahkan hasil yang cukup gemilang maka saatnyalah untuk sekarang ini PDI-P menampilkan Capres sesungguhnya yang hendak digolkan di Senayan. Menanggapi usulan tersebut Mega dengan kalem menjawab semua itu dia serahkan kepada kemauan rakyat. Jawaban yang mengambang ini menunjukkan bahwa Megawati S belum bisa menerima lapang dada bahwa perannya hanya sekadar "vote getter-nya PDI-P". Surprise yang dilontarkan oleh Kwi Kian Gie dalam rapat pleno tersebut, tampaknya bergaung dan disambut oleh "brain trust" PDI-P yang lain seperti Theo Syafei dan Sembiring Meilala. Kedua tokoh partai berlambang Banteng dalam lingkaran ini, tampaknya juga meragukan kapasitas Megawati sebagai calon presiden yang memenuhi segala persyaratan yang diperlukan untuk menjadi orang "nomor satu" di Indonesia. Dalam kaitan ini sebagai alternatif Capres dari PDI-P, maka Theo dan Sembiring mendukung dimunculkannya nama Try Sutrisno untuk diorbitkan sebagai "calon jadi" dari partai ini. Selain dinilai cakap, setidaknya Try telah mempunyai pengalaman di bidang pemerintahan, bisa diterima oleh kelompok Islam, dan masih mempunyai pengaruh kuat di tubuh TNI. Untuk itu, pemilihan figur Try Sutrisno sebagai Presiden Indonesia mendatang merupakan pilihan yang paling tepat bagi PDI-Perjuangan. Sementara itu, menanggapi perkembangan baru mengenai usulan untuk mencapreskan Try Sutrisno sebagai calon jadi PDI-P, maka di akhir rapat pleno pengurus inti DPP PDI-P tersebut, Megawati telah menugaskan beberapa anggota DPP PDI-P untuk pergi ke berbagai daerah basis massa partai lambang Banteng itu untuk menjajagi aspirasi para pendukung PDI-P mengenai siapa calon presiden yang betul-betul mereka inginkan. ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com.
