Kemal Attaturk bisa membangun Turki karena pertolongan Badiuzzaman Said Nursi
(buku karangannya amat bagus isinya, mirip-mirip bukunya Imaddudin
Abdurachim), pejuang Islam Turki yang akhirnya di penjarakan oleh Kemal
Attaturk.  Kemal meminta bantuan Badiuzzaman untuk bisa menggalang kekuatan.  
Kekuatan Islam kemudian mulai bangkit tapi selalu dijegal, mirip Al-jazair.
Demo besar-besar sekitar taun 1990 awal juga berakhir dengan mengalirnya
darah, hanya saja ini tak hadir di media massa, persis ketika Anwar Saddat
yang terbunuh oleh pejuang Ikhwanul Muslimin.
Kebebasan beragama islam malah terpasung di Turki. seperti juga INdonesia
ketika jaman Suharto berkuasa di tahun 70-80-an. 

Pandir




Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
     Lihat saja : Kemal  Attaturk tidak  mampu mengakomodasi  berbagai
kekuatan  rakyat  untuk membentuk negara kuat serta disegani di mata
internasional.  Makna  "nasionalisme"  dilakukan dalam artian  sempit. Huruf
Arab diganti dengan huruf latin. Para tokoh ummat dipinggirkan.
     Akibatnya menjadi  bumerang  bagi  identitas  negaranya  dari  generasi
ke generasi. Padahal kalau dari SDM-nya ... Turki sangat tangguh. Apalagi
warisan IPTEK-nya sangat besar. Ia pun selama ratusan pernah berjaya. Maka
itu seharusnya ia lebih maju ketimbang Jepang.
     Tetapi kenyataannya mengapa tidak? Di kalangan Organisasi Konfrensi
Islam maupun Uni Eropa, ia tidaklah termasuk negara yang disegani.  Malah
adakalanya cenderung diasingi.
     Hendaknya  ini  menjadi  pelajaran  bagi  negara  mana  pun.
Mengabaikan,  melecehkan, atau mengenyampingkan  ummat  mayoritas  hanya
akan  menjadikannya  "kontra  produktif"  yang  gilirannya  membuat  negara
lain, khususnya perusahaan transnasional,  tergoda menjadikannya sebagai
segmen  pasar  ekonomi demi devisa dalam negerinya.


Salam,

Nasrullah Idris


____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke