FNU Brawijaya wrote:

> Ya inilah kalau tidak mengenal atau berusaha mengenal sejarah. Ndak usah jauh-jauh,
> masak mau make jilbab buat anak SD, SMP, dan SMA aja ndak boleh. Kumpul-kumpul
> ngaji se-jurusan kuliah aja pake didatangi intel. Mangkane nyang namanya Suharto itu
> (dulunya) bukan Islam. Sebetulnye ane malu ati berhubung ane juga cetek, cuman
> kata orang sih Sukarno lebih Islami daripade Suharto. Ndak pernah bikin-bikin
> pemasungan. Mbok dilihat kejadian Priok pegimane. Itu Try Sutrisno dan LB Murdani
> punya gawe. Mangkane Try Sutrisno ditolak kalangan Islam kan ente tahu sendiri

Yang enggak tahu sejarah itu ane apa ente. Militer dan pemerintah memang banyak ngaco 
jaman
Soeharto tetapi kalau dibilang menindas Islam itu berlebihan. Apa Irian, Timor-timur
diacak-acak itu namanya penindasan kristen/katolik. Apa pembakaran gereja itu namanya
penindasan kristen. Apa ucapan AM Syaefuddin atau fatwa MUI yang hanya mengatakan 
pemimpin
itu putra dan muslim merupakan penindasan wanita dan non-muslim. Apa penindasan Aceh 
itu
penindasan Islam? Priok?? jika ente menganggap itu penindasan Islam, Try Sutrisno itu 
masih
anak pesantren. Pak Harto itu haji, memangnya ente siapa, menganggap mereka bukan Islam
<ente lucu banget>.Politik ataupun stabilitas atau apapun istilah orde baru ditujukan 
untuk
mempertahankan kekuasaan absolut Soeharto, dan semua golongan/pihak yang mencoba
menentang/menggoyang kekuatan ini pasti disapu bersih jaman itu. Jadi bukannya 
penindasan
Islam, seakan-akan hanya Islam yang ditindas, sedangkan golongan lain tidak. Ini sich
mengada-ada.

> sebabnye....
>
> Nyang namane Islam rak ndak waton pake peci terus dibilang Islam, waton pake sarung
> juga dibilang Islam, waton jadi kaji dibilang Islam. Weleh...weleh.... nyang mana 
>dulu..
> Suharto baru berusaha merangkul Islam kan baru-baru saja. Mosok ndak pernah
> mbaca analisis masalah ini tho.... Lupa atau lupa.... Dulu sebelum Tempo dibredel
> kite juga sering disuguhi nalisis-nalsis kayak gitu. Ndak percaya ama Tempo?
>

BW: Makanya jangan baca sejarah sendiri doang. Baca sejarah semua golongan di 
Indonesia.
Hindu diacak-acak. HKBP dihantam dan dirusak. Malah Muhammadiyah dan NU tidak begitu
bergejolak. Dasarnya apa malah dikatakan Islam yang ditindas. Analisis Tempo malah 
banyak
yang obyektif, tetapi jika ada istilah penindasan Islam, bagaimana lagi istilah yang 
harus
diberikan kepada non-Islam.

> Ibu Suri kita almarhumah Tien pake acara jadi kaji kan baru-baru saja. Mungkin karena
> sadar sudah tua, mungkin juga memang seperti nyang ditengarai beberapa pihak
> bahwa tujuan utamane untuk merangkul Islam tho.... Ya....namanya sudah meninggal
> emang ndak baek disebut-sebut.... Ya sudah ane cabut paragraf ini.
>

BW: Sudah keburu ditulis, mau cabut gimana lagi. Apa hubungannya paragraf ini dengan
penindasan Islam. Bukankah Bu Tien ini terkenal sebagai dewan penyantun Katolik, namun 
harus
berubah menjadi Islam sampai mendatangkan Paus ke Indonesia. Lalu siapa yang ditindas?
Sampai orang pun takut memiliki identitas Katolik.

> Blucer Rajagukguk wrote:
>
> > Kebebasan beragama Islam yang bagaimana yang dijegal pada jaman Soeharto? Kapan
> > sih umat Islam disingkirkan? dan siapa yang dimaksud umat Islam itu? Bukankah
> > banyak menteri, Presiden dan pejabat yang beragama Islam? Bukankah takbir dan
> > beduk bebas di-irama-kan dimana-mana?
> > Apa anda tidak sadar bahwa kita ini bangsa majemuk? Orang Hindu punya kuil utama
> > hanya di Bali dan tidak di Jakarta tenang-tenang saja. Gereja besar hanya
> > katholik yang punya katedral besar, yang lain tenang-tenang saja. Mesjid ada
> > dimana-mana dan banyak yang megah, kita sebagai non-Islam turut berbangga
> > memilikinya. Kelompok non-Islam ada disetiap propinsi, dan tidak pernah mengeluh
> > asalkan toleransi dan saling menghormati tetap ada. Tidak peduli berapa banyak
> > tokoh ABRI, menteri ataupun pejabat lainnya agamanya apa? Tidak peduli apakah
> > hitungan sensus soal agama penduduk masuk akal.  Yang terpenting apakah kita
> > saling menghormati, apakah kita betul-betul berpegang bahwa agamamu agamamu dan
> > agamaku agamaku. Apakah kita seorang munafik yang sebenarnya tidak pernah
> > menghormati agama orang lain.
> > Apa sich yang anda tuduhkan? sampai batas mana anda anggap Islam tidak
> > disingkirkan?
> >
> > Pandir Ontohod wrote:
> >
> > > Kemal Attaturk bisa membangun Turki karena pertolongan Badiuzzaman Said Nursi
> > > (buku karangannya amat bagus isinya, mirip-mirip bukunya Imaddudin
> > > Abdurachim), pejuang Islam Turki yang akhirnya di penjarakan oleh Kemal
> > > Attaturk.  Kemal meminta bantuan Badiuzzaman untuk bisa menggalang kekuatan.
> > > Kekuatan Islam kemudian mulai bangkit tapi selalu dijegal, mirip Al-jazair.
> > > Demo besar-besar sekitar taun 1990 awal juga berakhir dengan mengalirnya
> > > darah, hanya saja ini tak hadir di media massa, persis ketika Anwar Saddat
> > > yang terbunuh oleh pejuang Ikhwanul Muslimin.
> > > Kebebasan beragama islam malah terpasung di Turki. seperti juga INdonesia
> > > ketika jaman Suharto berkuasa di tahun 70-80-an.
> > >
> > > Pandir
>
> --
> Salam,
> Jaya
>
> --> I disapprove of what you say, but I will
>     defend to death your right to say it. - Voltaire
>
>                \\\|///
>              \\  - -  //
>               (  @ @  )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
>            oooO     (   )
>           (   )      ) /
>            \ (      (_/
>             \_)

Kirim email ke