Polemik boleh tidaknya wanita menjadi presiden sungguh menjadi berkah
bagi syiar Islam. Kenapa?
Karena polemik tersebut telah menjadi komoditi berbagai media massa
untuk diangkat. Gilirannya masyarakat Indonesia pun tahu akan adanya polemik
tersebut.
Bukankah kondisi tersebut sama saja dengan meningkatkan rasa ingin tahu
ummat Islam di Indonesia tentang boleh tidaknya wanita memimpin negara
dilihat dari ajaran Islam. Berarti juga semakin mendorong mereka untuk
membaca buku ajaran Islam terkait.
Malah mungkin saja dari kalangan non Islam di Indonesia pun akan
terdorong untuk mengkaji masalah tersebut melalui buku ajaran Islam terkait.
Jadi tidak heranlah kalau dalam ajaran Islam dikatakan bahwa perbedaan
pendapat itu (termasuk polemik) merupakan rahmat.
Salam,
Nasrullah Idris