Mungkin maksud mereka bagus, tetapi mereka lupa bahwa budaya demokrasi kita tidak secanggih Amerika buktinya disini masih banyak dosen marah gara-gara diprotes sama mahasiswanya..(itu contoh kecil) harusnya sebelum berkomentar mreka harusnya menakar budaya demokrasi masyarakat kita itu dimana, baru komentar lalu lebih bagus lagi kalau dilaksanakan komentarnya itu dengan mensejajarkan dengan budaya masyarakat kita.. yah..moga-moga bisa terkejar, kalau tidak bisa hampir terkejar juga tidak apa-apa.. Salam Ezula ----- Original Message ----- From: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, June 23, 1999 5:49 PM Subject: Komentar Menggelikan dari Pengamat Politik > Saya terkadang geli mendengarkan komentar beberapa pengamat politik > nasional. Entah sudah berapa kali saya melihat mereka mereka cenderung > mengharapkan untuk menjadikan demokrasi Amerika Serikat sebagai model > demokrasi di Indonesia. > Apa mereka nggak sadar bahwa ketika demokrasi ala Amerika Serikat itu > berhasil diterapkan di Indonesia, yaitu setelah melalui proses waktu, > demokrasi itu sendiri sudah dianggap usang di negara paman sam tersebut. Ini > tidak terlepas dari sistim era globalisasi politik di mana paradigma > demokrasi pun akan sangat berlainan dengan sekarang. > Jadi ini mirip dengan gerakan mengapresiasikan Windows 3.1 di seluruh > rakyat Indonesia dengan dalih : ingin mencerdaskan rakyat. Tetapi ketika > apresiasi itu berjalan melalui proses waktu .... program itu pun sudah usang > karena sudah diganti dengan Windows 95. > Malu deh ! > > Salam, > > Nasrullah Idris >
