Ah anda ini kayaknya polos sekali, kayak nggak tahu permainan politik aja.
Itulah maksud lain dibalik gembar gembor orang politik tentang perjuangan, tak
terkecuali orang orang PDIP, larinya kekuasaan juga.
Mungkin saja PDIP memang tidak serius untuk mengotak atik UUD 45, mungkin MS
kuatir tidak bisa menjadi presiden seumur hidup kayak bapaknya.
Mengenai dwi fungsi ABRI, mungkin aja PDIP mencoba menarik simpati sang bapak
bapak ABRI yang duduk di MPR/DPR supaya nambah nambahin suara.
He..he..sorry pendukung PDIP, ini cuma komentar iseng, eh...mungkin ada
benarnya juga loh, namanya juga dunia politik, kadang sulit ditebaknya.
Yuni
e-pohan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ---------------------------------------------
> Attachment:�
> MIME Type:�multipart/alternative
> ---------------------------------------------
Rekan YTH.
Pemungutan suara telah berlangsung, dan tampaknya suara PDI-P cukup meraih
banyak suara dan kalau tidak ada apa-apa, tampaknya PDI-P akan keluar menjadi
"Juara" dalam pemilihan kali ini..
Tapi yang sangat disayangkan dari PDI-P adalah beberapa komentar dari
tokoh-tokoh PDI-P yang menurut saya belawanan arus,seperti pernyataan tidak
akan mengamandemenkan UUD 1945, padahal seperti diketahui banyak pihak
mengusulkan hal tersebut sebagai dasar peletakan fondasi demokrasi di Negara
ini..,seperti yang diketahui pemerintahan terdahulu banyak berlindung dibalik
kebijakan ini...!!
Selain itu hal-hal yang saya anggap bertentangan dengan arus ialah tidak
dicantumkannya penghapusan dwifungsi oleh PDI-P dalam programnya, padahal
banyak sekali yang menuntut hal ini dihapuskan. Sebenarnya dimanakah posisi
PDI-P, apakah sebagai sebuah partai reformis atau hanya sekedar salah satu
simbol hura-hura politik yang bertujuan meraih kekuasaan belaka ???
Saya berharap siapapun yang menjadi pemenang pemilu akan membawa kita semua
kearah yang lebih baik !!
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.