Semenjak naik daun wartawan memang kadang suka sok aksi. Bila memang diwajibkan pake peci untuk masuk lingkungan istana kenapa mesti protes? Wong masuk diskotik aja ada yg melarang masuk pengunjung yang pake sendal dan celana jeans. Masalahnya orang selain wartawan kena peraturan itu tidak? Bila memang kena, ya wartawan tidak usah sok aksi minta pengecualian.... Kali ini saya rasa wartawannya yang agak berlebihan. Kalau tidak mau pakai peci ya sudah tidak usah masuk lingkungan istana. Beres tho? Analoginya mau masuk dan menemui HB X ya harus jalan mbrangkang, kalau tidak mau disuruh mbrangkang ya tidak usah menemui HB X di lingkungan kraton. Tunggu saja saat HB X ada di luar kraton, malah kita bisa berdiri di atas kursi. Yang jelas setiap pemimpin, tidak hanya presiden, bakal bikin aturan-aturan sendiri. Dan sah-sah saja tho? Mau beralasan menaikkan rasa nasionalisme atau menaikkan omzet penjual peci....ya itu bukan isunya. SS wrote: > Kewajiban itu dikaitkan dg alasan nasionalisme. Nasionalisme apapula > ini? Cekak wonge mbok jangan cekak pikirane. > > > > http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/06/24/POL06.html > -- Salam, Jaya --> I disapprove of what you say, but I will defend to death your right to say it. - Voltaire \\\|/// \\ - - // ( @ @ ) ------------oOOo-(_)-oOOo----------- FNU Brawijaya Dept of Civil Engineering Rensselaer Polytechnic Institute mailto:[EMAIL PROTECTED] --------------------Oooo------------ oooO ( ) ( ) ) / \ ( (_/ \_)
