Dear Rekan,
Saya tidak menuduh adanya suatu Rekayasa,
tetapi saya melihat adanya kemungkinan ini.
Penggalangan opini publik yang dilakukan oleh
sekelompok pihak tentang calon Presiden telah
sampai pada objective-nya ; dimana telah terbentuk
dengan sukses 2 kelompok pendukung calon Presiden ;
Kelompok Megawati dan kelompok Non-Megawati, dalam
hal ini direpresentasikan oleh Habibie.
Banyak orang yang mengeluarkan pendapatnya, terutama
dalam hal perdebatan dikaitkan dengan 'agama'.
Hal kelihatannya tidak disadari oleh rekan-rekan
yang asyik menggulir berita mengenai Megawati,
dengan melupakan prioritas untuk menghadang laju
kelompok pro-status quo. Komunike PDI-P, PKB dan PAN
telah berhasil dipecah dengan issue Agama.
Padahal dengan segala kebesarannya, masih ada kemungkinan
bagi pihak Koalisi untuk mencari jalan keluarnya,
khususnya mengenai strategi pencalonan Presiden serta
pembentukan Pemerintahan yang baru dan bersih.
Kini issue Agama telah sukses melebar, dan slogan tentang
calon Presiden yang beragama Islam, Laki-Laki, dll
telah terpatri dalam benak hati sebahagian masyarakat.
Hal ini akan menyulitkan wakil Rakyat di-MPR dalam
memilih calon Presiden, karena bila memilih Megawati,
ada kemungkinan akan dianggap anti Islam.
Nah, siapakah pilihan lainnya ?
Jawabannya telah kelihatan saat ini, yaitu : HABIBIE.
Kecuali bila pihak PAN bersama PKB dan PDI-P mau
untuk kembali kepada Komunike Paso tentang Koalisi,
dan memikirkan langkah baru menjelang SU-MPR.
Salam,
bRidWaN