Kalau kejadiannya seperti yang anda katakan saya setuju sekali, tetapi kan adakalanya bahwa ayat-ayat Al-Qur'an digunakan sebagai pembenar apa yang seharusnya tidak benar dan hanya menjadi alat politik saja, kalau yang seperti itu saya tidak setuju.. salam Ezula ----- Original Message ----- From: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, June 25, 1999 8:23 AM Subject: Legitimasi Politik melalui Ayat Al-Qur'an > Misalkan ada caleg suatu partai (Partai A) membuat statement bahwa > "Puasa wajib bagi ummat Islam bisa juga dilakukan pada bulan Syawal". > Lalu dibantah oleh caleg partai lain (Partai B). Untuk memperoleh > legitimasi, ia menggunakan ayat Al-Qur'an, tepatnya pada surat "Al-Baqarah : > 183-185". Menurut mereka, "Puasa wajib bagi ummat Islam hanya terjadi pada > bulan Ramadhan" > Apakah anda akan mengatakan bahwa agama telah disalahgunakan untuk > "memperoleh legitimasi politik" atau "menggoalkan tujuan politik" hanya > karena mengutip beberapa ayat Al-Qur'an itu? > Kalau tidak menyebutkan ayat Al-Qur'an tersebut, bagaimana memperoleh > legitimasi argumentasinya? > Bantahan dari caleg Partai B semata-mata karena dalam Islam memang > begitu adanya. Ini bukan masalah "suka" atau "tidak suka". Ketentuan itu > datangnya dari Allah SWT selaku pemegang otoritas dalam bentuk apa pun. Jadi > tidak bisa dibantah lagi. > > > > Salam, > > Nasrullah Idris >
