Dear Sidang Permias@ yang berbahagia,
(dan yg kurang kerjaan mau-maunya mbaca posting ane...hehe....),
Saat ini kita disodori ricuhnya KPU oleh ulah Andi Marallengeng dan Si Abang
Buyung. Saat ini Rudini sudah meredakan suasana panas daripada kena kritik.
Bukannya menyelesaikan perhitungan suara kok malah kisruh sendiri gara-gara
rebutan periuk nasi.
Ada 3 pemikiran ane berhubungan dengan asal-usul ricuhnya KPU tersebut.
Nyang 2 dasare buat ngrumpi, nyang satu yg terakhir itu kalo ente pade mau
meresapi (kayak aer...meresap...) entar pada tahu pentingnya issue itu.
- Lha dulu kenapa semua setuju dengan batasan parte yg dapat perolehan
suara kurang dari 2% disungkurin dari keanggotaan?
* Apakah untuk jaga-jaga munculnya parte baru di kemudian hari?
+ parte baru artinya pesaing baru.....
+ parte baru artinya dana baru oleh pemerintah (jatah nyang ituuuu...)
* Apakah karena sudah yakin mampu memperoleh suara lebih dari 2 persen?
+ salah perhitungan...
+ simply dodol semua...
+ simply sudah puas memperoleh dana dari pemerintah sebesar 1 milyar?
(ya denger-denger sih akhirnya cuman disetujuin 350 juta perak).
- Kalau sekarang pada sibuk protes, apakah karena ingin mendapatkan dana
lagi 5 tahun kemudian....
* Ane kaitkan dengan beberapa parte yg mempunyai pengeluaran sangat
sedikit (ane udah posting list pengeluaran parte tempo hari tho?), sementara
pemasukan lumayan besar. Ya ini jadinya parte difungsikan sebagai
sarana cari pemasukan. Kayak persatuan olahraga aje....eeeee, Ghalib lagi....
* Mungkin juga masih punya harapan dapat mengembangkan parte....
Ya bisa saja lah...sah-sah aja...wong Susan aja boleh punya cita-cita jadi
presiden.
- Berkaitan dengan hal mekanisme pembatasan jumlah parte seperti ini, apakah
bukannya membatasi masuknya newcomer parte? Lha terus di mana nilai
demokrasi kalau misalkan ane mau mendirikan parte PARSENDI BARU lalu ndak
punya akses ke KPU, nanti rak ane dikerjain sama parte-parte lama nyang sudah
jumeneng dengan pongahnya di KPU itu? Mungkin nanti ada nyang menjawab,
lho kan existing parte yg memperoleh kepercayaan rakyat sudah ada tuh. Sudah
ada 7 parte, silakan aspirasikan suara anda ke sana daripada bikin parte baru.
Lhoooo.... apa bedane dengan ORBA yg membatasi 3 parte. Bedane kan dulu
3 parte sekarang 7 parte. Esensi pasal kebebasan berserikat di UUD lalu
dikemanain? [Again, ini buat ngingetin bahwa orang itu suka seenak udelnya
sendiri kalo sudah duduk di kursi Ligna....]
Apakah sikap ane termasuk yg paranoia? Ah endak juga.... Lha buktinya parte-
parte gurem itu dulu setuju dengan pembatasan kurang dari 2% ditendang....
Sudah natural tho kalau orang sudah duduk di suatu kumpulan eksklusif lalu
berusaha terus memelihara keeksklusifannya itu. Ane rasa pentolan parte-parte
gurem nyang sekarang protes juga punya pikiran demikian. Dasare sial (dan sedikit
dodol), malahan sekarang terancam tersungkur dari singgasana KPU (Singkatan
dari Kartel Pemilihan Umum...hehehe...).
Sudah panjang dan sudah mencape target 3 nomor....sampuuuuun.....
--
Salam dari yang sedang berbahagia,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)