sedikit tulisan dr seorg teman: ******************************************************* Analisa Hasil Perhitungan Pemilu -------------------------------- Data dibawah ini diambil dari KPU, yang diolah oleh Kompas 25 Juni 1999. Kemudian saya berusaha memproyeksikannya untuk memperkirakan posisi partai yang �berlomba�. Bila ada data yang lebih akurat tentang Utusan daerah dan Utusan golongan , mohon petunjuk dari para netter :-). Kursi yang diperoleh dalam progress: PDIP 127, Golkar 95, PKB 95, PPP 35, PAN 20, PBB 2, PK 1 Jumlah sementara = 321 , (69% dari keseluruhan jatah DPR) Kursi yang diperoleh dalam proyeksi: didapat dengan membagi bilangan bilangan diatas dengan angka 69%, didapat: PDIP 183, Golkar 137, PKB 59, PPP 50, PAN 29, PBB 3, PK 1 Jumlah keseluruhan = 462, (100%). Asumsi yang memilih Megawati : PDIP 183, PKB 59 = 242 suara. TNI (bila konsisten memihak yang menang) = 38 suara Utusan Daerah 35 suara (kira kira) Utusan Golongan 14 suara (kira kira) Jumlah : 329 suara Asumsi yang memilih Haibib : Golkar 137, PBB 3, PK 1 = 141 suara. Utusan Daerah 100 suara (kira kira) Utusan Golongan 51 suara (kira kira) Jumlah : 292 suara Asumsi yang menduduki posisi �pivot�, (bisa kesana bisa kemari): PPP 50, PAN 29 Jadi selisih suara antara Mega dan Haibib diluar partai �pivot� itu adalah: 329-292 = 37 suara. Disini kita lihat, PAN dan PPP mampu mengubah peta kekuatan antara kedua pesaing tersebut diatas. Kalau mereka sama mendukung Habibi, Megawati kalah dan terpaksa menunggu 5 tahun lagi. Dan masih lama rakyat harus sengsara. Kalau mereka mendukung Megawati, salah satu saja, PPP atau PAN, Megawati akan lolos menjadi presiden dengan staf stafnya yang relatif bersih dari KKN. Dan DISINI perlunya para wakil wakil dari PPP maupun PAN benar benar MENENGOK PINTU HATI NURANINYA YANG TERDALAM, apakah akan memilih Haibib yang dipenuhi oleh stafnya yang KKN dan tidak dipercaya oleh sebagian besar rakyat, termasuk UMAT ISLAM, ataukah memilih Mega. Apakah mereka hanya berpegang pada fanatisme sempit seperti aturan yang dipolitisir: �presiden perempuan tidak boleh ada� (Padahal dulu PPP manggut manggut kepada Tutut)?. Ataukah memihak pada suara rakyat (baca: suara manusia) yang telah begitu sengsara didera kemiskinan yang makin lama makin menuju jurang binasa dalam arti sebenarnya?. Lihatlah, dari anak yang kekurangan gizi karena makan cuma sehari sekali sepiring bertiga nasi sama kecap dan garam saja, sampai kemiskinan struktural karena kurangnya pendidikan yang berujung pada fanatisme buta dan kemunduran bangsa (baca: manusia)?. Aduuuh, seberapa besar tanggungan dosanya???? Bisakah sekali ini, disaat kritis ini, mereka tergerak untuk memilih benar benar berdasarkan hati nuraninya, tanpa dipengaruhi oleh pesan partai, suap, ketidak perdulian dan rasa ego yang tinggi? Ya, sekali ini saja !. Sekali ini saja, bikinlah kejutan, bahwa umat Islam yang terkungkung dalam baju partai partai dan fanatisme kelompok, bisa berpikir jernih, memihak kebenaran hakiki.... _________________________________________________________ Do You Yahoo!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
