Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kelebihannya adalah sama dengan Soekarno pada saat sebelum menjadi presiden
(sebelum 17 Agustus 1945), dan sama dengan Soeharto sebelum menjadi
presiden (setiap kali sebelum SU MPR sejak 1967?), yaitu dipilih oleh
'rakyat banyak'.
Pandir: Kalau memang terpilih jadi presiden, jawaban itu sih udah jelas, dan
itu bukan kelebihan tapi kebanyak, wong yang milih rakyat banyak :)
Saya pernah ditanya ama bos saya (orang belanda dan amerika mantan pegawai
NATO), dan ia bertanya tentang presiden, dan juga kelebihan mega ketika saya
jawab bahwa mega mungkin jadi presiden. Saya cuma bisa cengar-cengir aja.
Masak mau saya jawab kelabihannya dipilih rakyat.
Itu sih jawaban. Kayak Clinton, ya paling enggak dia lulusan Ivy College.
Atau Mahathir yang doktor.
Pertanyaan anda sama dengan pertanyaan banyak orang lain pada masa dulu itu.
Adalah sangat relevan bila anda juga menanyakan hal serupa tetapi ditujukan
kepada Soeharto pada masa sebelum sidang umum MPR tahun 1997 (yaitu, apa
sih kelebihan Soeharto sehingga bisa jadi calon tunggal presiden RI
1997-2002?).
Pandir: Kalau begitu saya tanya juga apa kelebihan Suharto sampe dipilih,
selain ia memang briliyan dalam strategi, dan menguasai medan, pintar
menjilat, pintar berdusta
Kok kayaknya anda sensitif, buanget.... saya sih golput, mau mega kek, mau
suharto lagi kek, mau Hamzah Haz, kalo emang rakyat yang mau ya terserah
Salam,
Budi
Salam
Si Unyil, eh Pandir
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1