PDIP --- PKB memang tidak bisa dipisahkan. Entah kalau banyak yang
plintat-plintut, sudah dapetnya dikit kok malah banyak yang arogan,
malah yang menang digoyang-goyang. Mudah-mudahan pesan pak Matori bisa
didengar para 'elite politik' yang lain. Kalau tidak didengar, saya
enggak bisa bayangin rakyat marahnya kayak apa.
Matori Soal Partai Yang Menang
Pemilu:
Kalah di SU Ada Yang Salah
Laporan : Budi Sugiharto
detikcom, Surabaya - Partai yang
jelas-jelas menang pemilu,
jika dikalahkan dalam Sidang Umum
(SU) MPR, pasti ada
some thing wrong. Ada sesutau yang
salah. Yang salah apa?
Yang salah, ya, aturanya atau
undang-undangnya.
Itulah pendapat Ketua Umum PKB,
Matori Abdul Djalil dalam
perbincangan dengan detikcom seusai
Matori mengikuti seminar
otonomi daerah yang diselenggarakan
Lembaga Kajian Politik
dan sosial di hotel Shangri-La
Surabaya, Selasa (29/6/1999).
"Oleh karena itu untuk menghindari
konflik seharusnya UU itu
sudah ditata. Sehingga tidak
memindahkan konflik yang bersifat
vertikal menjadi horisontal,"kata
Matori.
Dan yang kalah, kata Matori,
seharusnya legowo (penuh
keihklasan) dan menyadari kalau sudah
kalah. Sehingga tidak
perlu ngotot berkuasa lagi. "Kalau
sudah begini bukan lagi PKB
atau siapa, wong itu urusannya
berhadapan dengan rakyat, kalau
rakyat merasa dikhianati, ya apa
terserah jawaban rakyat. Kita
serahkan kepada rakyat dalam
pengertian rakyat akan cukup
bijaksana dalam menghadapi
orang-orang yang sudah nggak
bener",kata Matori.
Matori juga membantah bahwa pertemuan
Gus Dur dengan
pimpinan partai Islam akhir-akhir ini
merupakan usaha koalisi
atau menentang Megawati. "Apa yang
dilakukan Gus Dur adalah
hanya penjajakan kepada semua pihak"
jelasnya.
Menurut Mathori, Gus Dur hanya ingin
tahu apa sih keberatan
mereka. "Wong Gus Dur sudah
jelas-jelas secara pribadi
menyatakan mendukung Mega,"tandas
Matori. Mengenai
mengkristalnya Mega-Habibie dalam
pertarungan merebut kursi
Presiden, Matori menyatakan, semua
itu akan selesai dengan
sendirinya. Semua itu akan berhenti
sendiri.
Ia mencontohkan seperti MUI yang
mengeluarkan fatwa tentang
Caleg non muslim, ahkirnya lenyap
sendiri. " Nanti
pikiran-pikiran yang nggak benar itu
akan hilang sendiri.",
tandasnya. Bagaimana sikap PKB
terhadap presiden
perempuan? PKB menurut Matori,
platformnya sudah jelas.
Tidak berpikiran mengenai gender,
karena konstitusi Indonesia
tidak berdasarkan ras, golongan,
agama. "Jadi siapa pun berhak
dicalonkan Presiden dan jadi
Presiden,"kata Matori.
Di bagian lain, Mathori melihat harus
ada penyederhanaan
partai. " Tentunya dengan cara
demokratik, lewat pemilu".
jelasnya. Menurutnya, kalau ternyata
tidak memenuhi standar,
ya, diharapkan mau bergabung dengan
partai lain yang layak.
Dan diwaktu mendatang penggabungan
partai-partai adalah
menjadi sesuatu yang memungkinkan.
Kalau memakai sistem distrik lalu
kemudian pemilihan presiden
langsung oleh rakyat, maka, kata
Matori, itu akan mengarah ke
sistem dwi partai. Jadi partai yang
banyak ini harus berusaha
mencari teman untuk bergabung
sehingga bisa menjadi dua
partai untuk itu visi dan misinya
harus sama. " Tidak kayak
begini ini, sebelum pemilu sudah
geger,"kata Matori.