Hi..semua...
Kita harus kenal bahwa indonesia ini plural dan
"berbeda-beda". Tapi itu bukan menjadi masalah kalau
kita tetap bersatu menerima orang -orang yg berbeda ...
Soalnya itu masalah prinsip, nggak mungkin prinsip
anda dengan saya sama saja. Tapi hal itu punya irisan
dari orang -orang yang "berbeda" ....
Jangan lah di bahas hal seperti dibawah....
Menurut saya semua agama punya keunikan masing-masing
dan punya persamaan masing-masing....
Saya tidak mau menjelaskannya. Sekarang, tolong
jangan buat susah lagi rakyat ataupun pemerintah
dengan adanya masalah ini...
Sudah cukup dengan adanya tragedi SARA di bumi
indonesia ini
makasih...
Mc Donald
---"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mengikuti Yesus Kristus berarti berani menanggung
beban salib-Nya. Artinya
> seorang Kristen mesti berani menghadapi segala
penderitaan, kehilangan
> segala yang dicintai, penganiayaan termasuk segala
macam bentuk fitnah.
>
> Anehnya bagian terbesar rakyat Indonesia tak
berpengaruh oleh cerita rekaan
> untuk menyudutkan orang Kristen.
>
> Wassalam,
> Efron
>
> -----Original Message-----
> From: Nasrullah Idris [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, 06 July, 1999 7:31 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Fw: [Sabil] MEMBONGKAR PRAKTEK
PEMURTADAN BERKEDOK ISLAM (
> BAGIAN KEDUA )
>
> -----Original Message-----
> From: zUlFaN K <[EMAIL PROTECTED]>
> To: _ ACI/SCI
>
<[EMAIL PROTECTED]
> .edu>
> Date: Sunday, July 04, 1999 10:55 PM
> Subject: [Sabil] MEMBONGKAR PRAKTEK PEMURTADAN
BERKEDOK ISLAM ( BAGIAN
> KEDUA )
>
>
> PEMURTADAN BERKEDOK ISLAM
> Membongkar Praktek Kristenisasi
>
>
----------------------------------------------------------------------------
> ----
>
> BAGIAN KEDUA
> Kristenisasi berawal dengan modus Penyerangan
secara Ghozwul Fikri
> Pemikiran )
> Umat wajib waspada atas kemungkinan Penyerangan
secara Phisik
> Sebagaimana halnya terjadi di Bosnia, Kosovo, Ambon
dll
> Walau setumpuk fakta dan data sudah ada didepan
mata, namun tanggapan para
> tokoh umat Islam, ternyata dingin dingin saja.
Mereka sudah saya beritahu,
> tapi sepertinya belum ada suatu tindakan atau
tanggapan yang berarti,
> padahal ini cukup berbahaya, ujar Abu Deedad Shihab
prihatin.
>
> KH Abdullah Wasi'an juga menyayangkan sikap
sebagian besar tokoh umat Islam,
> "Kita sudah kasih peringatan pada mereka. Kita
sudah beritahu mereka akan
> bahayanya serangan ini. Tapi sayangnya mereka semua
seakan tidak mau peduli.
> Agaknya, kalau bahaya yang tidak kelihatan mereka
tak mau ambil pusing.
> Tanggapan serta perhatian dari tokoh tokoh umat
sangat minim. Mungkin mereka
> menganggap kita mengada ada, atau mungkin dalam
penglihatan mereka hal ini
> belum dirasa membahayakan umat. Jika nyata nyata
diserang barulah mata
> mereka terbuka, dan itu biasanya sudah terlambat,
tuturnya sedih.
>
> Peringatan yang disampaikan KH Abdullah Wasi'an
tersebut mengingatkan kita
> tentang apa yang telah terjadi di Ambon beberapa
waktu yang lalu. Dinegara
> yang konon jumlah moslemnya terbesar didunia ini,
orang orang Kafir di Ambon
> dengan biadab dan keji berani-beraninya menyerang,
membantai, memperkosa dan
> mengusir orang orang Islam dari tanah Ambon. Sangat
mirip dengan apa yang
> terjadi di Bosnia maupun di Kosovo.
>
> Pola pola yang terjadi di Bosnia, Kosovo maupun di
Ambon ternyata memiliki
> kemiripan. Sebelum pihak Kafirin menyerang secara
terbuka, mereka menggelar
> dulu apa yang disebut sebagai Serangan Pemikiran
atau Ghoswul Fikri.
> Tujuannya, menjauhkan pemahaman umat Islam dari
nilai nilai Islam itu
> sendiri. Pengalaman Yuniar Nazir SE, patut
dijadikan bahan renungan bagi
> kita bersama.
>
> Ibu beranak empat yang pernah tinggal di daerah
Batu Gong, Ambon, sejak
> tahun 1991 hingga 1995, menuturkan sebagian
pengalamannya, "Saat pertama
> tiba di Ambon, tampak sekali Ghozwul Fikri sudah
sedemikian hebat
> mencengkeram umat Islam disana. Menjawab salam saja
mereka tak bisa.
> Jangankan menemui wanita yang menutup rapat
auratnya, minuman keras dan
> pergaulan bebas sudah dianggap sebagai hal yang
biasa. Namun ketika umat
> Islam disana diserang oleh orang orang Kafir yang
selama ini disangkanya
> baik baik saja, mata dan kesadaran mereka akan
indentitas Islam baru
> terbuka.
>
> Bagaimanapun pedih dan perihnya, tragedi
kemanusiaan yang menimpa umat Islam
> di Ambon baru baru ini memiliki Hikmah tersendiri,
suatu pelajaran berharga
> yang amat mahal harganya. ( Lihat situs tragedi
Ambon )
>
> Sama sekali tidak tertutup kemungkinan apa yang
terjadi di Bosnia, Kosovo,
> Ambon, akan terjadi juga pula di tempat tempat
lainnya. Jika saat ini baru
> berupa Serangan Pemikiran lewat penerbitan brosur,
buletin, pamflet, media
> masa dan bahkan media Internet baik secara terang
terangan ataupun dengan
> berkedok HAM & KEMANUSIAAN, khususnya dikenal
Yellow Ribbon Campaign yang
> dipropagandakan oleh Hueren int'l yang berpusat di
Hongkong, Indo Chaos,
> Muzi dll dari situs yang menginsult / menghasut
Indonesia sekaligus Islam
> sampai penyebaran foto foto dan Cerita Vivian
fake/palsu yang diambil dari
> gambar gambar situs porno Asiandragons, ( lihat
sitenya 123456789) dan masih
> banyak lainnya.
>
> Oleh karenanya sama sekali tidak tertutup, jika
dirasa sudah cukup kuat maka
> mereka akan menyerang kita secara Phisik. "Sejarah
Kristenisasi memang tidak
> terlepas dari bau darah". ungkap Theo Sjafei dalam
pidatonya yang
> menghebohkan itu (lihat sitenya)
>
> Semuga umat Islam tetap menjaga kewaspadaannya.
Musuh musuh dakwah
> senantiasa mencari kesempatan guna menjauhkan umat
Tauhid ini dari ajaran
> NYA.
>
> Mari Rapatkan Barisan
>
> Sumber majalah Sabili
> ( Bersambung ke bagian Ketiga )
>
>
>
>
----------------------------------------------------------------------------
> ----
>
>
> Click Here!
> Jika ingin berjual-beli sesuai syariah Islam,
silahkan bergabung ke
> www.egroups.com/group/pasar-muslim. Kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED] untuk
berlangganan
>
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com