Kemungkinan itu bisa juga Bud. Permainan lawyer banyak juga, mereka memang
pintar mencari celah celah hukum. Hanya saja kita sekarang ini harus melihat
secara utuh apa inti gugatan tersebut, kita nggak bisa hanya memandang Suharto
gugat Time untuk mengembalikan nama baiknya, atau karena Suharto hanya
diberitakan sepihak. 

Sekarang ini anda boleh mengatakan mendukung Suharto, tetapi jangan lupa bahwa
Time khususnya, wartawan pada umumnya juga nggak bodoh memberitakan sesuatu
hanya sepihak. Kalau memang hal itu terbukti sepihak, bolehlah dianggap
meremehkan nama baik.Tetapi biasanya para wartawan sudah berusaha
mengkonfirmasikan beritanya dulu kepada yang bersangkutan.Paling tidak mereka
menelpon atau kirim fax untuk minta waktu wawancara mengenai masalah tertentu,
jika tidak ada jawaban sampai deadline, ya akhirnya wartawan harus jalan
terus, meninggalkan sang sumber. Biasanya dalam tulisan mereka, ditulis bahwa
sumber sudah dihubungi tetapi tidak ada jawaban.

yuni  


Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jangan-jangan ini kasus ini dan sebagian besar kasus-kasus lain yang
lagi marak di Indonesia saat ini adalah rakayasa dan ulah para 'lawyer'
untuk cari duit. Lihat saja, mereka jadi laku keras saat ini.
Di Amerika sendiri, joke-joke tentang 'lawyer' ini sangatlah terkenal,
sampai-sampai ada joke yang mengatakan bahwa 'lawyer' adalah warga
Amerika yang paling pandai, dan merekalah nantinya yang akan menghuni
neraka.

Salam,
Budi

Dody Ruliawan wrote:
>
> Terlepas dari "benar - salahnya Soeharto waktu memerintah RI", dalam
> hal gugatan ke TIME ini saya dukung Soeharto untuk menggugat TIME.
>
> Ternyata TIME juga bisa "teledor" melakukan peliputan sepihak saja.
> Kenapa ya tidak suka meliput dari semua pihak, paling tidak ceritanya
> kan jadi panjang dan pembaca juga bisa mengerti versi atau jalan
> pikiran masing-masing pihak yang diberitakan ?
>
> Kalau (misal saja nih) katakanlah bapaknya mbak Yuni atau mas Syamil
> diberitakan begitu oleh TIME, tentu saya dukung juga bapaknya itu kalau
> beliau menggugat TIME, sama juga dengan Soeharto; saya juga mendukung
> untuk menggugat TIME ke pengadilan Indonesia dan USA.
>
> Kalau merugikan salah satu pihak, ya sebaiknya dituntut saja, nanti kan
> tahu siapa yang benar.
> Bisa juga sih pengadilannya jadi seperti mengadili "Anwar Ibrahim",
> bisa penuh kejutan gitu....
> yang penting usaha untuk mencari "kebenaran" itu perlu dijalani /
> dilaksanakan.
>
> Sudah umum kalau ada 2 pihak "bertarung" maka yang jelas-jelas untung
> itu ya "pengacara masing-masing", ya biarlah, itu memang sudah
> rezekinya pengacara.
>
> Kita lihat saja kelanjutannya. Semoga bisa mengungkapkan "kebenaran
> yang sebenar-benarnya".
>
> Salam,
> Dody
>


____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke