YMT : > Hukum yang mana ? Kalau mau berbicara masalah hukum, harusnya yang salah itu mengaku salah saja lah. Efron: Lha kok nanya hukum yang mana? Makanya pihak "Kristen" siap menghadapi gugatan asal tidak diembel-embeli intimidasi. YMT : Saya justru berpikir, kok Anda bisa langsung mudah percaya pada surat dari "1 orang" yang kebenaran dan pertanggungjawabannya tidak bisa dipegang, dibanding dengan berita dari sebuah institusi surat kabar yang kebenarannya dijamin dan ditanggung oleh kode etik. Be realistic. Efron: Bukannya saya mudah percaya, tapi saya memang percaya padanya. Saya sudah mengenal sumber saya. Belum pernah saya jumpai kegiatan penginjilan di Indonesia dengan paksaan, apalagi di daerah basis Islam. Belum pernah! Bahkan ajaran sesat saja yang memanfaatkan ayat-ayat Alkitab tak memaksa orang untuk mengikutinya. Be realistic? Ya, saya memang realistis. Mau bukti? Saya belum pernah melihat orang Islam didakwa di pengadilan dan dijatuhi hukuman (penjara) karena dianggap menghujat/menghina agama Kristen. Kalau sebaliknya banyak contoh. Kalau "Republika" memberitakan itu, tanpa kode etik pun mereka berani memaparkannya sekalipun itu bohong dengan alasan saya tadi itu. Gampangnya tengok saja kasus "Monitor". Jadi saya sangat realistis.
Re: Kisah: Pemurtadan itu Ada di Minangkabau
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Tue, 6 Jul 1999 19:31:09 -0700
- Re: Kisah: Pemurtadan itu Ada di Minang... Yumartono
- Re: Kisah: Pemurtadan itu Ada di M... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Kisah: Pemurtadan itu Ada di M... Yumartono
- Re: Kisah: Pemurtadan itu Ada di M... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
