In a message dated 7/9/99 3:58:01 AM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:
Ali:
> Firstly, makin hari makin bingung saya lihat negara
> kita ini. Kok sekarang "ayam" adalah hewan yang
> paling populer. Dulu cuman ada beberapa jenis ayam
> antara lain: ayam kampung dan ayam ras dll. Kalau
> sekarang ada ayam Gus Dur, ayam Permias, and the
> latest breed ada lagi ayam Dubes.
Irwan:
Gue ngga ngerti anda ngomong apa di atas?
Bisa dijelaskan maksud penggunaan kata ayam
dihubungkan dengan tulisan awal dari bung Roland?
Bukannya apa2 soale gue lihat ngga nyambung tuh
komentar di atas dengan posting awal.
Ali:
> Secondly, I am so curious kenapa banyak negara2 dan
> partai2 yang memakai gambar binatang sebagai lambang
> negara dan partai (termasuk juga di Amerika).
Irwan:
Ini juga satu lagi gue ngga ngerti nyambungnya kemana
ya dari posting awal?
Ali:
> Bukankah ini merupakan suatu contradiction dalam
> ajaran beberapa agama, di mana binatang menempati
> kelas yang lebih rendah dari manusia?
Irwan:
Lagi2 komentar yg ngga jelas juntrungannya dengan
posting awal. Dari awal udah nariknya ke arah salah
trus ditarik2 sampai mengeluarkan pernyataan2 yg
rada aneh jadinya. Makanya gue ngga heran deh
banyak yg akhirnya ngasih komentar aneh bin ajaib
dan jauh dari konteks pembicaraan awal.
Lha, yg dipakai juga sumber ketiga dimana sumber
ketiga ini cuma mengacu pada sumber kedua dalam
hal ini bung Roland. Gue masih lebih bisa ngerti
kalau komentar2 yg masuk tuh mengacu pada
posting bung Roland yg sumber kedua karena sumber
pertama (dubes) mungkin dimilis ini ngga bisa dihubungi.
Aneh bin ajaib, koq anggota milis permias pada gampang
sekali ya ikut2an seperti bebek....hehehe...tuh khan
pake pengandaian binatang....:)
Ali:
> Dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kita (manusia)
> sering meng-identifikasikan sifat manusia yang jelek
> sebagai sifat binatang. Contohnya kalau mobil kita
> kesenggol dikit oleh kendaraan lain, terus tanpa sadar
> atau tidak sadar kita memanggil orang itu (maaf)
> "anjing" dsb, padahal saya sendiri belum pernah
> membaca dan dengar scientific studies, discovery atau
> research tentang anjing yang suka nyenggol mobil:-)
Irwan:
Ngga semua pengandaian yg menggunakan binatang
itu artinya negatif.
Contohnya: tulus seperti merpati, lucu seperti kelinci,
larinya cepat seperti kijang, dll.
Nah bung Ali, makanya kalau ngasih komentar
itu kurangi dikit emosinya dan coba lihat permasalahan
dengan lebih jelas dan ngga gampangan ambil kesimpulan....:)
Ali:
> Thirdly, negara kita ini juga adalah sebuah negara
> "calon", ada calon president, calon legislative, dan
> jangan lupa, kita masih mempunyai seorang calon
> astronout seumur hidup.
Irwan:
Ngga ngerti nyambungnya kemana kalau dikaitkan
ke posting awal.
Ali:
> Finally, for those of you yang sering bertanya kenapa
> milis-milis Permias isinya kebanyakan sampah, yah kita
> harus terima aja kenyataan yang ada- maksudnya, wong
> Pak Dubes (salah satu jabatan perwakilan RI yang
> paling tinggi di luar negeri) bisanya hanya menjawab
> seperti di atas kok:-)
Irwan:
Coba tunjukin ke saya yg mana sih pendapat dari
dubes yg menurut anda masuk kategori sampah?
Sekalian kasih argumentasi anda dan bagaimana
menurut anda sebaiknya dubes itu ngomong.
Kalau ngga bisa, maka tulisan anda ini berarti
asbun dan bisa dikategorikan sampah....hehehhee..:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu