Tawaran yang menarik,
sayang sekali saya nggak bakalan bisa terbang ke DC. tolong dikirimin makalah
mereka aja deh.
yuni
Ramadhan Pohan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Mengikuti perbincangan Ali, Nina, Yuni, Roland memang menarik. Semua pihak
berupaya tampak obyektif, netral, kritis dan memberi pencerahan. Yang menjadi
masalah barangkali ketiadaan klarifikasi dari Dubes Dorodjatun saja. Jadi
gimana ya caranya supaya Dubes bersedia memberi klarifikasi. Adakah pihak
KBRI yang bersedia memberi klarifikasi?
Atau lebih baik Dubes Dorodjatun diundang jadi pembicara Politik Indonesia
Baru: Masalah dan Prospe? Atau temanya begini, Politik Kepartaian Indonesia
Pasca Pemilu: Sebuah Telaah Kritis.
Tempatnya, mungkin bisa diadakan di KBRI saja. Gimana? Oke nggak?
Paling-paling butuh waktu satu minggu untuk persiapan penyelenggaraannya.
Moderatornya: Drs Chiristianto Wibisono dan Ketua PKB Dr Alwi Shihab
(Kebetulan masih di sini, di Amrik, sampai minggu depan.
Bagaimana? Setuju? Atau ide ini berlebihan ya? Sing penteng, niatku baek kok.
salam,
ramadhan pohan
(arek pinggiran)
# # #
In a message dated 7/9/99 8:09:35 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] writes:
<<
Mbak Yuni,
dan juga teman2 permias lainnya, sekali lagi tolong jangan langsung men-judge
pernyataan pak Dubes dari sumber sekunder. Roland berusaha berbagi rasa
dengan kita semua. Dan berhubung ini pernyataan untuk kalangan sendiri dan
bukan pernyataan pers, tentu saja bisa diungkapkan dengan kata-kata yang
berbeda. Namun saya yakin, masyarakat ilmiah permias bisa menangkap maksud
Pak Dubes. Kalau lantas ditanggapi dengan "was, kok pak Dubes begitu, sih?",
ini bisa menimbulkan permasalahan baru - misalnya, Dubes dianggap tidak
kompeten, dsb... Sebelum yakin *betul-betul* ucapan kata-per-kata, rasanya
penanggapan secara harafiah tidak bijaksana.
Nina Poerbonegoro
>>
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.