In a message dated 7/10/99 5:38:40 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> sungguh saya tak percaya kalo si Aberson ini orang Batak, soalnya puluhan
> sahabat saya orang Batak, tapi tidak kaya si Aberson ini plin-plan, mungkin
> orang Batak kaya si Aberson inilah yang masuk kategori GBHN (Gara-gara
Batak
> Hancur Negara).
>
> Pemerhati.
Irwan:
Bung Basri, bisa anda paparkan plin-plan-nya Aberson yg
anda sebutkan di atas?
Setelah itu, bisa anda kasihkan contoh orang atau tokoh2 yg
menurut anda tidak masuk kategori plin-plan?
Apakah anda juga akan meragukan ke-Padang-an Amien
Rais bila dia suka berubah2 dalam membuat pernyataan?
Apakah anda juga akan meragukan ke-Jawa-an Gus Dur
bila dia suka berubah2 dalam mengeluarkan pernyataan?
Tahukah anda bahwa yg namanya asal suku sifatnya sudah
permanen berbeda dengan kewarganegaraan yg memang
bisa berubah2. Kalau saya dilahirkan sebagai orang batak,
seburuk apa pun saya, sejahat apa pun saya, sebaik apa pun
saya, dimanapun saya berada, dengan status kewarganegaraan
apapun yg saya miliki, tidak akan bisa merubah status saya
yg orang batak. Demikian juga yg sudah terlahir sebagai
orang Jawa, Sunda, Ambon, Tionghoa, Dayak, Padang, dst.
Mbok ya kalau ngasih komentar itu jangan terlalu emosional.
Lihat2 lagi, pernyataan kita itu memang masuk akal ngga.
Bung Basri, sekedar pengetahuan anda saja ya, yang
namanya orang batak itu banyak yg baik, banyak yg jahat,
banyak yg jujur, banyak yg pembohong, banyak yg tinggi,
banyak yg pendek, dst. Demikian juga dengan orang Jawa,
Sunda, Ambon, Tionghoa, Dayak, Padang, dll, banyak yg
baik, jahat, jujur, pembohong, dst.
Satu tambahan pertanyaan lagi, bisa tolong sebutkan
siapa2 saja orang batak yg anda kategorikan sebagai
penghancur negara?
Setelah itu, tolong anda juga sebutkan siapa2 saja yg
dari Jawa, Sunda, Ambon, Tionghoa, Dayak, Padang, dll
yg bisa anda kategorikan sebagai penghancur negara.
Terima kasih.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
(yg masih bingung koq masih ada juga anggota milis
permias@ yg punya pemikiran/pandangan sempit)