Assalam...
Well, sayangnya iya, mereka membacakan ayat2 itu dengan ancaman2 halus..
sehingga kami, saya dan adik saya, mau tidak mau harus duduk diam manis
dikhotbahi dan diceramahi.
Walau bukan ancaman fisik tetapi lebih bersifat psikologis," Nanti masuk
neraka " "Nanti Tuhan marah sama kamu kamu tidak disayang Tuhan lagi "
Pada saat saya kelas 2 SD, mana saya bisa berpikir panjang. Apalagi saya
dioleh-olehi coklat Silver Queen.Imbalannya saya harus duduk manis dan
dengerin cerita2 nasrani.
Jika saya seumur sekarang, yah mungkin saya bisa bilang,"Maaf" bla bla
bla...
Oh, mengenai salam, saya rasa janggal ketika keluarga besar kami merayakan
Hari Raya Idul Fitri lalu mereka mengucap salam2 pujian nasrani ( dan
sekali lagi agak2 berkhotbah ) ketika kami
sedang merayakan dan laksanakan ritual2 Islam...
Apakah ia mengatakan salam secara Islami ketika Anda sedang mengadakan
kebaktian atau ketika anda merayakan natal ?
Saya tidak mengatakan bahwa adalah hal yang salah bahwa kita saling
membantu satu sama lain, terlepas apapun agamanya.
Dalam statemen Anda apakah saya "negotiable" atau tidak,
saya kira Anda salah persepsi mengenai tolong saling tolong menolong
dengan agama lain.
Dalam Islam kami pun tidak mengasingkan diri dan malah dianjurkan untuk
bersosialisasi satu sama lain sesama manusia ( Habluminanaas = hubungan
antara sesama manusia ).Bahkan kami malah dilarang keras untuk mengganggu
orang2 non muslim jika mereka pun mau hidup berdampingan dengan kami
secara damai. Tolong menolong dan saling membantu.
Tapi harap dipisahkan antara hubungan sesama manusia dengan hubungan
dengan Tuhan. Dalam Islam ayat pun ada yg berbunyi,"Lakum dinukum
waliyadiin" Agamamu agamamu, Agamaku agamaku.Ketika saling menolong
tersebut janganlah disertai dengan tendensi ajakan masuk agama lain serta
bujukan2 dan ancaman2 secara implisit itu tadi.
Dan hal itu yang dialami oleh kami, oleh pembantu kami di desa,..
Walaupun sekali lagi bukan ancaman2 fisik yg dapat melanggar hukum, tetapi
lebih kepada ancaman2 psikologis.
Apakah ketika Anda menolong tetangga Anda disertai penyebaran agama juga ?
Dengan kalimat ,"OK, kalian saya bantu tapi kalian harus mengikuti
ajaran agama saya" Enggak kan ?
Nah, kalimat2 semacam itulah ( kurang lebih ) yg kami terima.
Bagi orang awam, anak kecil, manalah mereka bisa melawan ?
Apakah tetangga Anda yang muslim itu ketika datang ke rumah anda
mengucapkan salam lalu berkhotbah dihadapan Anda ?
"Pak saya tahu Anda kesusahan , makanya ikutlah agama kami, nanti kami
tolong Anda.Kalau tidak Anda nanti bisa masuk neraka lho!"
Apakah Anda dibegitukan ? Anda mau dibegitukan ? Coba kalau Anda dalam
posisi terjepit lalu dibegitukan orang ?
Saya hanya menekankan bahwa ketika kita saling membantu, saling menolong,
sebagai makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat, apabila kita menolong
hendaknya yang ikhlas tanpa pamrih.Jangan diembel-embeli tendensi macam2..
Dengan ajakan2 tertentu. Apalagi ajakan kepada orang yang sudah jelas2
beragama.
wassalam
Ira
On Mon, 12 Jul 1999, Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) wrote:
> Jeng Ira Damayanti,
>
> Apakah orang-orang yang Anda ceritakan itu dalam menginjil disertai dengan
> paksaan dan ancaman? Saya kok tidak/belum menemukan dalam penjelasan Anda.
> Apakah orang-orang yang diberi bahan bacaan itu kalau ada yang menolak lalu
> diancam? Tidak 'kan. Mengapa pendeta dilarang berpraktek pengobatan kalau ia
> diberi kuasa Roh Kudus? Aneh sekali pemaparan Anda itu dianggap suatu yang
> salah.
>
> Saya tinggal di lingkungan yang dulu dikenal sebagai basis PPP. Tidak jarang
> orang bertamu ke rumah saya dengan mengucapkan "assalammualaikum". Padahal
> tamu ini sangat mengerti bahwa saya adalah penganut Kristen. Tanpa basa-basi
> saya menjawab "mualaikum salam" (koreksi saya bagaimana menulis yang benar).
> Tidak jarang juga orang-orang ini meminta bantuan saya (baik tenaga, duit,
> atau beras). Salahkah saya membantu mereka dengan kasih? Salahkah juga
> mereka meminta bantuan kepada saya yang Kristen? Jika jawaban Anda "tidak
> bersalah" artinya Anda "negotiable". Artinya lagi apa yang Anda paparkan di
> bawah sangatlah mengada-ada jika dikatakan "salah" (atau tidak baik).
>
> Wassalam,
> Efron
>