Jeng Ira: Assalam... Well, sayangnya iya, mereka membacakan ayat2 itu dengan ancaman2 halus.. sehingga kami, saya dan adik saya, mau tidak mau harus duduk diam manis dikhotbahi dan diceramahi. Walau bukan ancaman fisik tetapi lebih bersifat psikologis," Nanti masuk neraka " "Nanti Tuhan marah sama kamu kamu tidak disayang Tuhan lagi " Pada saat saya kelas 2 SD, mana saya bisa berpikir panjang. Apalagi saya dioleh-olehi coklat Silver Queen.Imbalannya saya harus duduk manis dan dengerin cerita2 nasrani. Jika saya seumur sekarang, yah mungkin saya bisa bilang,"Maaf" bla bla bla... Efron: Lha wong namanya mau bercerita tentang Kabar Baik kok dibilang "mengancam". Kenyataannya apakah ada rasa kehilangan dalam diri Anda? Jeng Ira: Oh, mengenai salam, saya rasa janggal ketika keluarga besar kami merayakan Hari Raya Idul Fitri lalu mereka mengucap salam2 pujian nasrani ( dan sekali lagi agak2 berkhotbah ) ketika kami sedang merayakan dan laksanakan ritual2 Islam... Apakah ia mengatakan salam secara Islami ketika Anda sedang mengadakan kebaktian atau ketika anda merayakan natal ? Efron: Selalu yang timbul adalah salah-menyalahkan. Saya juga disalahkan (baik oleh orang Islam maupun Kristen) menggunakan salam "wassalam". Padahal dalam Alkitab bahasa Arab kata-kata seperti "Bismillah", "Insya Allah" ada di dalamnya. Kata "Haleluya" dan "Alhamdulilah" hanya dibedakan dengan bahasa saja. Jeng Ira: Saya tidak mengatakan bahwa adalah hal yang salah bahwa kita saling membantu satu sama lain, terlepas apapun agamanya. Dalam statemen Anda apakah saya "negotiable" atau tidak, saya kira Anda salah persepsi mengenai tolong saling tolong menolong dengan agama lain. Dalam Islam kami pun tidak mengasingkan diri dan malah dianjurkan untuk bersosialisasi satu sama lain sesama manusia ( Habluminanaas = hubungan antara sesama manusia ).Bahkan kami malah dilarang keras untuk mengganggu orang2 non muslim jika mereka pun mau hidup berdampingan dengan kami secara damai. Tolong menolong dan saling membantu. Tapi harap dipisahkan antara hubungan sesama manusia dengan hubungan dengan Tuhan. Dalam Islam ayat pun ada yg berbunyi,"Lakum dinukum waliyadiin" Agamamu agamamu, Agamaku agamaku.Ketika saling menolong tersebut janganlah disertai dengan tendensi ajakan masuk agama lain serta bujukan2 dan ancaman2 secara implisit itu tadi. Dan hal itu yang dialami oleh kami, oleh pembantu kami di desa,.. Walaupun sekali lagi bukan ancaman2 fisik yg dapat melanggar hukum, tetapi lebih kepada ancaman2 psikologis. Efron: Nah, kalau Anda bilang begitu berarti apa yang jadi masalah. Tanda salib juga menggambarkan hubungan vertikal dan horizontal, so what's the problem? Dalam Alkitab disebutkan Ismael dan keturunannya adalah pemegang "tanda perjanjian Allah". Orang Kristen yang telah menerima "perjanjian Allah" wajib memberitakan Kabar ini bahwa Allah memang sudah menggenapi janji-Nya. Jeng Ira: Apakah ketika Anda menolong tetangga Anda disertai penyebaran agama juga ? Dengan kalimat ,"OK, kalian saya bantu tapi kalian harus mengikuti ajaran agama saya" Enggak kan ? Nah, kalimat2 semacam itulah ( kurang lebih ) yg kami terima. Bagi orang awam, anak kecil, manalah mereka bisa melawan ? Efron: Orang Kristen mesti menjadi terang dan berkat bagi orang lain berdasarkan kasih. Jeng Ira: Apakah tetangga Anda yang muslim itu ketika datang ke rumah anda mengucapkan salam lalu berkhotbah dihadapan Anda ? "Pak saya tahu Anda kesusahan , makanya ikutlah agama kami, nanti kami tolong Anda. Kalau tidak Anda nanti bisa masuk neraka lho!" Apakah Anda dibegitukan ? Anda mau dibegitukan ? Coba kalau Anda dalam posisi terjepit lalu dibegitukan orang ? Efron: Memang tidak. Saya juga siap jika ada orang mencoba memasuki "area" saya dengan pikiran terbuka. Jeng Ira: Saya hanya menekankan bahwa ketika kita saling membantu, saling menolong, sebagai makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat, apabila kita menolong hendaknya yang ikhlas tanpa pamrih.Jangan diembel-embeli tendensi macam2.. Dengan ajakan2 tertentu. Apalagi ajakan kepada orang yang sudah jelas2 beragama. Efron: Ya memang itulah adanya. Orang atheis pun bisa berbaik lebih baik ketimbang orang yang mengaku beragama.
Re: Kisah nyata: Menanggapi kisah: Pemurtadan itu Ada di Minangka bau
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Mon, 12 Jul 1999 21:39:29 -0700
- Re: Kisah nyata: Menanggapi kisah: Pemu... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Kisah nyata: Menanggapi kisah:... Ira Damayanti
- Re: Kisah nyata: Menanggapi kisah:... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Kisah nyata: Menanggapi kisah:... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
