Selain soal KPU, Ghalib, dan isu politik lainnya, saat ini sedang marak
perdebatan soal pornografi di media. Herannya di sini orang-orang menyerang
"pornografi" dengan alasan ini-itu seperti misalnya agama, etika, budaya
Timur (Indonesia), moral, dll. Bahkan Gubernur DKI bisa "belekan" kalau
melihat pose-pose itu (yang bener aja Bang Yos). Mungkin maksud Bang Yos
bisa belekan kalau memandang tanpa terus-menerus tanpa mengedipkan mata.
Para tokoh agama pun tak ketinggalan mengomentari (baca: membeli) media
"porno" itu sambil berkomentar macam-macam.

Anehnya, mereka yang lantang menentang pornografi tidak menitik-beratkan
ketidaksetujuan mereka terhadap bahaya kepada anak-anak di bawah umur.
Alasan klise (moral, etika, dll.) sangat tak paut bila yang dinasehati
adalah orang dewasa. Yang namanya orang dewasa tentu sudah tahu
baik-buruknya sebuah pose seronok di media. Mengapa orang-orang itu tak
menuntut/mengkritik media itu akan merusak anak-anak di bawah umur? Justru
anak-anaklah yang mestinya kita lindungi dari bahaya "pornografi" bukan
budaya Timur kita atau yang sejenisnya.

Bagaimana kawan-kawan?

Wassalam,
Efron

Kirim email ke