Setuju bung Efron. Lagian budaya timur sendiri juga nggak begitu nggak berarti murni nggak buka bukaan. Buktinya wanita jaman dulu di Bali khan dianggap wajar tanpa memakai baju atasan, dan saya kira juga beberapa tempat lainnya. Nah ini khan salah satu budaya Timur. Begitu pula dengan orang dewasa, mau dikasih nasehat entek ngamek kurang nggolek kalau dasarnya memang seperti itu ya nggak bakalan berhenti. Nah memang tanggung jawab kita pada generasi muda. Kalau generasi tua dan setengah tuanya sudah teler dan setengah teler, ya paling tidak generasi mudanya dijaga agar tidak terlalu teler dimasa mendatang. Tapi ini semua nggak akan gampang, karena ada lembaga kebebasan bicara yang menentang adanya berbabagai macam sensor terutama di Internet.dan kalau pemerintah sampai turun tangan memberikan larangan resmi untuk pornografi, maka lembaga ini akan cari cari alasan untuk menentangnya. Selama ini mereka sudah berusaha menitik beratkan ke beberapa negara Asia termasuk Indonesia. Saya dukung deh "bebas pornografi" demi anak anak. yuni "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selain soal KPU, Ghalib, dan isu politik lainnya, saat ini sedang marak perdebatan soal pornografi di media. Herannya di sini orang-orang menyerang "pornografi" dengan alasan ini-itu seperti misalnya agama, etika, budaya Timur (Indonesia), moral, dll. Bahkan Gubernur DKI bisa "belekan" kalau melihat pose-pose itu (yang bener aja Bang Yos). Mungkin maksud Bang Yos bisa belekan kalau memandang tanpa terus-menerus tanpa mengedipkan mata. Para tokoh agama pun tak ketinggalan mengomentari (baca: membeli) media "porno" itu sambil berkomentar macam-macam. Anehnya, mereka yang lantang menentang pornografi tidak menitik-beratkan ketidaksetujuan mereka terhadap bahaya kepada anak-anak di bawah umur. Alasan klise (moral, etika, dll.) sangat tak paut bila yang dinasehati adalah orang dewasa. Yang namanya orang dewasa tentu sudah tahu baik-buruknya sebuah pose seronok di media. Mengapa orang-orang itu tak menuntut/mengkritik media itu akan merusak anak-anak di bawah umur? Justru anak-anaklah yang mestinya kita lindungi dari bahaya "pornografi" bukan budaya Timur kita atau yang sejenisnya. Bagaimana kawan-kawan? Wassalam, Efron ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com.
