Mungkin satu lagi yang perlu dilakukan: ubah UUD45 .. lho apa hubungannya???
Ada, karena sebagian besar mereka yang tak mampu sekolah adalah yang yatim,
miskin dan terlantar. Makanya ayat yang tadinya berbunyi:
"Anak yatim dan terlantar dipelihara oleh negara"
diubah menjadi:
"Anak menteri dan koruptor dipelihara oleh negara"
Biar cocok dan UUD 45 bisa dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Tidah hanya
lipsync saja...
nb. mengenai donasi buku, menurut saya itu adalah ide yang sangat bagus. Bahkan
teman-teman mahasiswa di US ada yang telah melakukannya. Biasanya buku-buku tsb.
dikumpulkan dari para professor di sini yang dibuang (biasanya di letakkan di
depan pintu) atau dari perpus yang buku-buku tidak dipakai atau kalau lagi ada
bazaar satu kantong buku seharga 1 dollar. Jika ingin info lebih lanjut silakan
kontak [EMAIL PROTECTED]
Sumonggo
Pungkas B. A
Donald Saluling wrote:
> Menanggapi tulisan sdr. Pungkas tentang sistem pendidikan di Indonesia,
>
> Pendidikan gratis bukan hanya datang dari DPR/MPR tetapi juga dari kesadaran
> manusia2 Indonesia secara keseluruhan. Faktor2 yang sangat penting lainnya
> selain yang sudah di ulas saudara Pungkas adalah , gaji guru dan fasilitas
> buku dan lain2 perlu ditingkatkan. Sudah saatnya perusahaan2 besar yang
> bergelimpangan di mana2 di pusat dan didaerah2 dikenakan semacam pajak atau
> iuran untuk membiayai sistem pendidikan kita. Mengapa hal ini sangat perlu ?
> Karena kita ingin adanya kader2 dan manusia indonesia yang tangguh dan
> berpendidikan maka cikal bakal inilah yang sekarang ini masih bersekolah di
> SD dan SMP yang perlu dibina terlebih dahulu. Seperti kita ketahui, capital
> yang paling penting dari semua bentuk perusahaan adalah sumber daya manusia
> maka dari itu pembinaan sejak dini itu perlu dan sudah saatnya bidang swasta
> turut membantu pemerintah dalam menjalankan sistem pendidikan kita saat ini.
> Ataukah bila memang pihak swasta, yang selama ini dikenain pajak pemerintah
> sudah membantu .. maka pihak pemerintah lah yang seharusnya berbenah diri
> dengan memperbaiki depdikbud-nya. Bukan cuman tahu gonta ganti kurrikulum
> mulu.
> Kesimpulannya, pendidikan di Indonesia sebaiknya ditingkatkan dengan melalui
> pendidikan gratis untuk tingkat SD/SMP, plus renovasi tingkat kesejahteraan
> guru2 bersangkutan plus peningkatan kualitas fasilitas dan sarana2. Menurut
> saya, hal ini tidak saja bergantung kepada para pengajar tetapi juga para
> pelajar tingkat tinggi yang harus selalu pamrih dengan jalur pendidikan
> ditanah air.
> Cara2 yang bisa dilakukan oleh pelajar2 tingkat atas (terutama mahasiswa2
> luar negeri -- berhubung ini adalah milis PERMIAS) adalah :
> 1. Donasi buku2 bekas (inggris/indonesia/any)
> 2. Mengadakan research dan survey tentang sejarah Indonesia yang akurat
> (berhubung adanya penyimpangan2 sejarah yang dilakukan semasa orde baru)
> 3. Menggiatkan diri belajar bahasa inggris untuk di teruskan kepada adik2
> kita (bhs inggris adalah bahasa international yang mana merupakan sarana
> media utama-- internet, buku,koran, film). Dengan ditingkatkannya pengetahuan
> berbahasa Inggris, insya allah adik2 kita akan mampu keep up dengan
> perkembangan dunia tanpa harus bergantung kepada translasi2 dari perusahaan2
> percetakan.
> 4. Ikut berjuang menegakkan demokrasi pasca orde baru supaya adik2 kita tidak
> harus menderita dijajah feodalisme, kkn dan segala macam bentuk birokrasi.
> 5. banyak lagi .. saya yakin anda2 semua are capable to come up with
> something brilliant. :)
>
> Walhasil, seperti yang sudah saya dengung2kan sebelumnya .... rebut
> kemerdekaan kita dan jangan bergantung kepada wakil2 rakyat semata. Masa
> depan Indonesia ada ditangan kita semua.
>
> Keep up the good work,
> Donald
> PS: De javu ... have i written about this before?
--
"Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung"