Permisi, numpang komentar

Untuk memprakarsai sebuah konferensi semacam konferensi Asia Afrika, kita
butuh pemimpin yang dihormati oleh dunia. Sudah nyata dulu kalau nama Bung
Karno memang terkenal di seluruh dunia dan berkat kharismanya, terjadilah
sebuah konferensi Asia Afrika di Bandung itu. Nah sekarang bagaimana? BJ
Habibie memang seorang ilmuwan, tapi belum tentu dia dapat menarik seluruh
negara dunia ketiga untuk datang dalam sebuah konferensi.

Susah memang kondisi kita ini. Memang benar pada sejarahnya ilmu tehnologi
barat itu didapat setelah mereka melakukan perang salib. Dan sekarang orang
Asia dan Afrika, tidak ketinggalan Amerika latin, selalu dihimpit peperangan,
kemiskinan, kebodohan dan hutang. Jadi ngga heran kalau Amerika dan Eropa
yang sekarang ini berada di puncak roda dunia, merasa hebat atas segala
kemajuan ilmu dan tehnologinya dan bisa beranggapan:

" Ah elo ngga usah mikir yang macem macem lah, biar kita kita aja yang punya
tehnologi, nanti elo beli tehnologi sama gue, kan beres!! ".

Memang monopoly dalam bentuk apapun tidak pernah bagus hasilnya. Untung saja
paling tidak masih ada Jepang, Korea, China dan Rusia. Biar Rusia udah
bangkrut tapi paling tidak mereka masih punya tehnologi. Jadi apakah kita
HARUS jadi pengikut Eropa/Amerika? tidak lah...apa kita sebagai manusia sudah
ngga punya harga diri lagi apa sehingga semua kata orang harus dituruti?
seperti saya bilang, kan masih ada Jepang, Korea, China dan Rusia. Berarti
ada pilihan dalam pengembangan tehnologi khan?

Idenya Uda Nasrul bagus tuh, tapi jangan dikirim ke kita terus tembusan ke
presiden. Emang Habibie langganan Permias? kan ngga. Kalau ngga salah dia ada
emailnya kan?
[EMAIL PROTECTED] ? atau [EMAIL PROTECTED]? hehehe, saya ngga tau, tapi
pastilah banyak yang tau. Kirim dong sarannya Uda ke sana.

Lalu sebagaimana dulu Bung Karno pernah meramalkan bahwa Indonesia akan
menjadi mercusuar dunia, mudah mudahan saja tercapai. Toh bentuk bumi bulat
dan tak selamanya sesuatu selalu ada diatas. Tapi kapan tehnologi akan kita
kuasai dan kapan kita bisa menjadi mercusuar dunia, ngga ada yang tahu.
Seratus, dua ratus, tiga ratus tahun kedepan mungkin? Mudah mudahan, karena
kita yang dibawah sekarang harus naik keatas suatu saat nanti.


Arya

Kirim email ke