Dalam beberapa bulan terakhir ini masalah "disintegrasi bangsa" menjadi
perbincangan berbagai pihak. Komentar mereka cenderung bernada upaya
mempertahankan "persatuan dan kesatuan" dengan jalan memperhatikan faktor
keadilan.
Namun perlu diingat bahwa yang tidak kalah pentingnya untuk
mempertahankan "persatuan dan kesatuan" adalah dengan "TIDAK MENGANGGAP
MARTABAT ETNIS DIRI SENDIRI LEBIH TINGGI KETIMBANG ETNIS LAINNYA".
Jadi perlihatkan dulu mental kebersamaan martabat ETNIS. Apakah mental
ini sudah kita miliki?
Selama pada diri kita masih muncul mental "MENGANGGAP MARTABAT ETNIS
DIRI SENDIRI LEBIH TINGGI KETIMBANG ETNIS LAINNYA", jelas akan susah untuk
menciptakan "persatuan dan kesatuan"
Kita sudah merasakan, bagaimana perihnya ketika bangsa kulit putih
menganggap rendah bangsa kulit berwarna, termasuk bangsa kulit melayu, pada
era kolonialisme beberapa puluh tahun yang lalu.
Karenanya jangan mengulangi kembali terhadap saudara kita sebangsa,
setanah air, dan sebangsa.
Salam,
Nasrullah Idris