>Date: Mon, 09 Aug 1999 23:41:03 -0700
>From: Willy Wisnu Wirawan <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: AMBON: CLASH & CRYING...
>
>
>Dengan hormat:
>
>Wisnu bersama anggauta ADI merasa prihatin sekali atas kejadian2 ditanah
air yang
>berlarut-larut tanpa ada penanganan yang tegas dari pemerintah Indonesia
saat ini.
>Maka kita semua yang mempunyai rasa kebangsaan demi kebaikan tanah air harus
>bersatu dan memerintahka agar pemerintahan Indonesia yang saat ini
termasuk dan
>tidak terbatas pada Habibie untuk mengundurkan diri.
>
>Menurut pa Wien bagaimana.
>
>Terima kasih dari kami atas pemberitahuan tersebut, pa Wien juga dapat kirim
>e-mail ke ADI yaitu [EMAIL PROTECTED]
>
>Wassalam,
>
>Wisnu W. Wirawan
Pertama, saya berterimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh pak Wisnu
untuk mengirimkan pesan saya ke maillist ADI. Kedua, saya juga senang
melihat bhw ADI sudah exist dan berjalan dengan baik. Semoga bisa
menyumbang banyak bagi bangsa dan negara tercinta seperti yang telah
diharapkan dan diperjuangkan.
Ketiga, mengenai peristiwa di Ambon, saya turut berdukacita dan
menyesalkan. Ambon yang saya alami dulu (sewaktu saya melakukan riset pada
tahun 1985) adalah kota dan pulau yang amat 'tenang' penduduknya. Hubungan
sosial antar golongan yang amat harmonis. Contoh yang saya pernah saksikan
dengan mata sendiri adalah: umat Kristen menyumbang bahan2 bangunan untuk
membantu usaha renovasi mesjid Ambon. Demikian pula sebaliknya, umat muslim
menyumbangkan apa saja yang relevan untuk renovasi gereja Ambon. Indah
sekali hubungan sosial kala itu.
Saya sendiri malahan riset kesana-kemari diantar oleh seorang pejabat
Depdikbud yang adalah pendeta Nasrani yang beken di Ambon. Pendeta ini yang
memperkenalkan saya dengan salah satu cucunya Pangeran Dipenogoro yang
lahir dan besar di Ambon (pejabat Pemda waktu itu dan pengurus makam Sunan
Pakubuwono di Ambon). Juga saya diperkenalkan dengan seorang haji pengusaha
dan pemilik toko buku di mana si pendeta ini menjadi pelanggannya. Coba
Anda bayangkan. Kerukunan antar golongan yang NOMOR SATU di Indonesia kala
itu, kini telah menjadi neraka bagi mereka.
Penangan kriminal ringan yang kurang serius dan cermat, bisa mengakibatkan
kesalahpahaman dan pertikaian antar golongan dan saudara. Kepolisian diberi
kepercayaan penuh untuk mengurusi keamanan rakyat, nampaknya tidak mampu.
Tentara diturunkan ke lapangan membantu kepolisian, nampaknya malah
menggunakan pendekatan kekerasan. Rakyat tidak bisa menerima tindakan yang
demikian itu. Lalu aparat mundur dan membiarkan rakyat menyelesaikan
konfliknya sendiri. Nah, sekarang yang muncul adalah akibat tidak adanya
kekuatan untuk meredam, melerai dan merukunkan masyarakat tersebut. Dengan
bebas rakyat bisa saling membunuh. Ambon sudah ada pada tingkat kehidupan
Western di AS pada abad 17/18. Kehidupan yang mundur dan SAVAGE!!! Jika ada
bagian2 dari suatu sistem kemasyarakatan yang tidak berfungsi bagi
kehidupan mereka, maka itulah jadinya. Bagian2 lainnya dari sistem menjadi
tidak balance dan terancam sakit pula. Sistemnya menjadi rapuh dan collapse.
Apa solusinya? Ya harus menerapkan pendekatan keamanan yang bisa diterima
rakyat atau semua golongan yang ada. Ini tentu tidak melulu tanggungjawab
aparat keamanan saja. Namun semua pemimpin informal perlu dilibatkan.
Perguruan tinggi perlu dilibatkan. Kurangi campur tangan sukubangsa lain
(kecuali ybs sudah miggle dan diterima oleh penduduk lokal). Bagian2 yang
tidak berfungsi dalam sistem kemasyarakat di Ambon perlu difungsikan
kembali. Janganlah fungsi ini dihambat atau dihilangkan hanya semata-mata
untuk kepentingan politik golongan2 tertentu. Fungsi komunikasi antara
golongan, fungsi saling exchange antar golongan seperti pada tahun 80an,
fungsi distribusi sembako, fungsi pranata sosial, fungsi division of labor
dlsb perlu dibenahi dan *diawasi* secara ketat. Mismanagement dan
malfunction akan berakibat social conflict seperti yang baru saja terjadi.
Menyembuhkan ini tidak bisa satu atau dua tahun. Kerena ini sudah sampai
pada bagian 'dalam' dari manusia2 itu sendiri.
Marilah kita bantu mereka agar bisa segera kembali saling cinta dan damai!
wassalam,
/wien/